Peringati Satu Tahun Kekerasan Polisi, Sejumlah Warga Hong Kong Beraksi di Mal

Kompas.com - 30/08/2020, 20:32 WIB
Polisi anti huru-hara Hong Kong ketika menahan seorang pria, di tengah upaya mereka membubarkan demonstrasi menentang penerapan UU Keamanan Nasional pada 1 Juli 2020, atau dalam peringatan 23 tahun penyerahan Hong Kong dari Inggris kepada China. AFP PHOTO/DALE DE LA REYPolisi anti huru-hara Hong Kong ketika menahan seorang pria, di tengah upaya mereka membubarkan demonstrasi menentang penerapan UU Keamanan Nasional pada 1 Juli 2020, atau dalam peringatan 23 tahun penyerahan Hong Kong dari Inggris kepada China.

HONG KONG, KOMPAS.com – Massa pro-demokrasi menggelar aksi di sebuah pusat perbelanjaan di Hong Kong pada Minggu (30/8/2020).

Mereka meneriakkan slogan-slogan menjelang peringatan satu tahun konfrontasi kekerasan dengan polisi di sebuah stasiun kereta bawah tanah.

Radio Television Hong Kong melaporkan petugas kepolisian tiba tak lama setelah "lusinan" orang berkumpul di sebuah mal di distrik Mong Kok tersebut.

Polisi mengatakan aksi tersebut tidak sah sebagaimana dilansir dari BNN Bloomberg.

Baca juga: China Balas AS dengan Menangguhkan Perjanjian Bantuan Hukum Timbal Balik dengan Hong Kong

Melalui sebuah pernyataan, pihak kepolisian mengatakan bahwa mereka akan melakukan "tindakan penegakan hukum yang tegas" dan anggota kerumunan dapat ditahan.

Beberapa orang yang ikut aksi tersebut digeledah oleh petugas kepolisian.

Setidaknya 11 orang dikenakan penalti karena melanggar aturan yang melarang pertemuan lebih dari dua orang selama wabah Covid-19 sebagaimana dilaporkan RTHK.

Sebelumnya, sebuah seruan untuk menggelar peringatan satu tahun konfrontasi dengan polisi dalam protes pro-demokrasi telah beredar luas secara online.

Baca juga: Pemerintah AS Menangguhkan Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong karena Khawatir Intervensi China

Dalam protes pro-demokrasi tahun lalu, ada sebuah insiden di mana polisi menyerbu stasiun MTR Prince Edward.

Namun setelah aksi di mal tersebut, tidak ada aksi lanjutan hingga Minggu petang.

Pada awal Agustus, taipan media Hong Kong Jimmy Lai ditangkap oleh kepolisian di bawah penerapan UU Keamanan Nasional.

Lai mengatakan bahwa perjuangaan demokrasi utnutk Hong Kong adalah "perjuangan jangka panjang" yang membutuhkan kesabaran.

Baca juga: Khawatir jadi Mata-mata China, Taiwan Perketat Warga Hong Kong yang Masuk

Sehingga, Lai mendesak para warga Hong Kong untuk bersabar sebagaimana dilansir dari Reuters.

Bersamaan dengan itu dia menyampaikan terima kasih atas banyakanya dukungan yang dia dapatkan setelah menjadi pusat pemberitaan karena penangkapannya.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Melambung, RS di Eropa Kewalahan Tampung Pasien

Kasus Covid-19 Melambung, RS di Eropa Kewalahan Tampung Pasien

Global
Selandia Baru Selangkah Lagi Legalkan Euthanasia, Bagaimana dengan Ganja?

Selandia Baru Selangkah Lagi Legalkan Euthanasia, Bagaimana dengan Ganja?

Global
200 Hari Tanpa Kasus Covid-19, Ini Rumus Keberhasilan Taiwan

200 Hari Tanpa Kasus Covid-19, Ini Rumus Keberhasilan Taiwan

Global
Insinyur Muda Indonesia di Inggris Siap Bantu Tangani Covid-19 di Tanah Air, Ini Programnya

Insinyur Muda Indonesia di Inggris Siap Bantu Tangani Covid-19 di Tanah Air, Ini Programnya

Global
Tak Berdiri Saat Lagu Nasional Dikumandangkan, Siswa Ditempeleng Penjual Makanan

Tak Berdiri Saat Lagu Nasional Dikumandangkan, Siswa Ditempeleng Penjual Makanan

Global
[Cerita Dunia] 17 Tahun Silam Mahathir Mohamad Pertama Kali Mundur dari Panggung Politik Malaysia

[Cerita Dunia] 17 Tahun Silam Mahathir Mohamad Pertama Kali Mundur dari Panggung Politik Malaysia

Global
Para Pemimpin Dunia Kecam Serangan Teror di Perancis

Para Pemimpin Dunia Kecam Serangan Teror di Perancis

Global
Presiden Aljazair Dipindah ke Jerman Setelah Dirawat di Aljir

Presiden Aljazair Dipindah ke Jerman Setelah Dirawat di Aljir

Global
Perayaan Hari Orang Mati di Meksiko Lesu akibat Wabah Corona

Perayaan Hari Orang Mati di Meksiko Lesu akibat Wabah Corona

Global
Dianggap Mengglorifikasi Kekerasan, Twit Mahathir Mohammad Dihapus

Dianggap Mengglorifikasi Kekerasan, Twit Mahathir Mohammad Dihapus

Global
AS Sahkan Warganya Cantumkan Israel sebagai Negara dari Yerusalem di Paspor

AS Sahkan Warganya Cantumkan Israel sebagai Negara dari Yerusalem di Paspor

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Kim Yo Jong, Adik Kim Jong Un yang Jabatannya Terus Menanjak

[Biografi Tokoh Dunia] Kim Yo Jong, Adik Kim Jong Un yang Jabatannya Terus Menanjak

Global
Detik-detik Teror Brutal di Gereja Notre-Dame Perancis

Detik-detik Teror Brutal di Gereja Notre-Dame Perancis

Global
Rebut Wilayah Pendudukan Armenia, Azerbaijan Bentuk Administrasi Khusus

Rebut Wilayah Pendudukan Armenia, Azerbaijan Bentuk Administrasi Khusus

Global
Sekitar 140 Migran Afrika Tenggelam dalam Kecelakaan di Lepas Pantai Senegal

Sekitar 140 Migran Afrika Tenggelam dalam Kecelakaan di Lepas Pantai Senegal

Global
komentar
Close Ads X