Gaza Kian Membara, Israel dan Hamas Terus Adu Tembak 3 Minggu Terakhir

Kompas.com - 28/08/2020, 14:24 WIB
Para tentara Israel berdiri di atas tank, yang ditempatkan di dekat perbatasan antara Israel dengan Jalur Gaza, pada Minggu (16/8/2020). REUTERS/AMIR COHENPara tentara Israel berdiri di atas tank, yang ditempatkan di dekat perbatasan antara Israel dengan Jalur Gaza, pada Minggu (16/8/2020).

GAZA, KOMPAS.com - Tank dan pesawat tempur Israel terus mengebom pos-pos Hamas pada Jumat (28/8/2020), sedangkan kelompok radikal itu membalasnya dengan serangan roket.

Jual-beli serangan itu sudah berlangsung selama 3 minggu terakhir, dan tidak menunjukkan adanya indikasi penghentian serangan meski sudah ditengahi negara-negara lain.

Jurnalis AFP di lokasi melaporkan, sirene peringatan terdengar sebelum fajar di dekat perbatasan Israel, ketika serangan udara terjadi dan Hamas menembakkan 6 roket sebagai pembalasan.

Baca juga: Kewalahan Hadapi Balon Pembakar, Israel Gempur Jalur Gaza

Kelompok radikal Palestina yang menguasai Gaza sejak 2007 itu mengatakan, roket tersebut adalah "respons langsung terhadap eskalasi oleh penjajah Israel".

Israel melancarkan gelombang serangan baru sebagai pembalasan, yang menargetkan "target militer Hamas lainnya" di Gaza, termasuk "lokasi pembuatan senjata," kata pernyataan militer Israel yang dikutip AFP.

Israel juga sudah membombardir Gaza dengan bom hampir setiap hari sejak 6 Agustus, sebagai tanggapan atas balon-balon pembakar dan roket-roket yang diluncurkan melintasi perbatasan.

Balon-balon itu memicu lebih dari 400 kebakaran di Israel selatan, menurut data pemadam kebakaran setempat.

Baca juga: Gempur Jalur Gaza, Tank Israel Tembaki Pos-pos Hamas Semalaman

Balon api banyak dianggap sebagai upaya Hamas untuk meningkatkan persyaratan gencatan senjata informal, di mana Israel berkomitmen melonggarkan blokade 13 tahun dengan imbalan ketenangan di perbatasan.

Namun sejauh ini yang dilakukan Israel adalah memperketat blokade.

Israel juga melarang nelayan Gaza melaut dan mencegah barang-barangnya melintasi wilayah itu. Satu-satunya pembangkit listrik di Gaza akhirnya ditutup karena kekurangan bahan bakar.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Covid-19 Membeludak di Portugal, Jerman Kirim Bantuan Tenaga Ahli

Pasien Covid-19 Membeludak di Portugal, Jerman Kirim Bantuan Tenaga Ahli

Global
Perempuan Berdaya: Para Pejuang Minoritas Gebrak Dominasi dari Kamala Harrris hingga Iman Ghaleb al-Hamli

Perempuan Berdaya: Para Pejuang Minoritas Gebrak Dominasi dari Kamala Harrris hingga Iman Ghaleb al-Hamli

Global
Jadi Menlu AS yang Baru, Ini Janji Antony Blinken

Jadi Menlu AS yang Baru, Ini Janji Antony Blinken

Global
[POPULER GLOBAL] Ledakan Guncang Ibu Kota Arab Saudi | China Terapkan Swab Anal

[POPULER GLOBAL] Ledakan Guncang Ibu Kota Arab Saudi | China Terapkan Swab Anal

Global
Sebuah Buku Terbaru Ungkap Bagaimana Trump 'Berutang Budi' kepada KGB

Sebuah Buku Terbaru Ungkap Bagaimana Trump 'Berutang Budi' kepada KGB

Global
Promosikan Obat 'Ajaib' Covid-19, Presiden Venezuela Dibanjiri Kritik

Promosikan Obat "Ajaib" Covid-19, Presiden Venezuela Dibanjiri Kritik

Global
Arkeolog Temukan Koin Perak Era Romawi Kuno di Turki

Arkeolog Temukan Koin Perak Era Romawi Kuno di Turki

Global
Biden Tunjuk Keturunan Palestina Jadi Pejabat Intelijen AS

Biden Tunjuk Keturunan Palestina Jadi Pejabat Intelijen AS

Global
Kritik Akses Pendidikan di Kolombia, Aktivis Cilik Ini Diancam Dibunuh

Kritik Akses Pendidikan di Kolombia, Aktivis Cilik Ini Diancam Dibunuh

Global
Paspor Imunitas Covid-19 Tuai Kontroversi, Bermanfaat atau Berisiko?

Paspor Imunitas Covid-19 Tuai Kontroversi, Bermanfaat atau Berisiko?

Global
'Akvadiskoteka' Lagu Protes yang Viral di Rusia Rupanya Terinspirasi dari 'Istana Putin'

'Akvadiskoteka' Lagu Protes yang Viral di Rusia Rupanya Terinspirasi dari 'Istana Putin'

Global
Sah, Antony Blinken Jadi Menteri Luar Negeri AS

Sah, Antony Blinken Jadi Menteri Luar Negeri AS

Global
Nekat 'Serbu' New Delhi dengan Traktor, Ini Penjelasan Aksi Protes Petani India

Nekat "Serbu" New Delhi dengan Traktor, Ini Penjelasan Aksi Protes Petani India

Global
Pilih Suntik di Pantat, Presiden Filipina Tolak Divaksin Covid-19 secara Terbuka

Pilih Suntik di Pantat, Presiden Filipina Tolak Divaksin Covid-19 secara Terbuka

Global
Presiden Filipina Larang Anak-anak Keluar Rumah, Khawatir Varian Baru Virus Corona

Presiden Filipina Larang Anak-anak Keluar Rumah, Khawatir Varian Baru Virus Corona

Global
komentar
Close Ads X