Menteri Perancis: Lebanon "Berisiko Menghilang"

Kompas.com - 27/08/2020, 17:51 WIB
Asap tampak mengepul pasca ledakan besar di pelabuhan Beirut, Lebanon, Rabu, 5 Agustus 2020. AP/Hussein MallaAsap tampak mengepul pasca ledakan besar di pelabuhan Beirut, Lebanon, Rabu, 5 Agustus 2020.

PARIS, KOMPAS.com - Seorang menteri Perancis mengatakan, Lebanon "terancam menghilang" kecuali pemerintah setempat melakukan reformasi di bawah pemerintahan baru.

Menteri Luar Negeri Jean Yves Le-Drian mengatakannya jelang kunjungan Presiden Emmanuel Macron ke Beirut pekan depan, guna mendorong rekonstruksi setelah ledakan dahsyat.

Baca juga: Pemerintah Perancis Sampaikan Peta Jalan Reformasi untuk Pemerintahan Lebanon

"Risiko yang dihadapi adalah Lebanon bisa menghilang. Jadi langkah (reformasi) ini harus dijalankan," kata Le Drian kepada radio RTL dikutip AFP Kamis (27/8/2020).

Menteri Perancis berusia 73 tahun itu menerangkan, negara itu sudah tidak bisa aktif dan mereka butuh penanganan darurat secepatnya.

"Presiden sudha mengatakannya dengan jelas saat berkunjung ke Beirut pada 6 Agustus. Beliau menekankannya lagi dalam kunjungan pekan depan," kata dia.

Kantor kepresidenan menyatakan, Macron tidak hanya menyerukan rekonstruksi. Tetapi juga isu politik di tengah pencarian pemerintahan baru.

Macron disebut berkunjung ke Beirut dua hari setelah ledakan dahsyat mengguncang bagian pelabuhan, membunuh 191 orang dan melukai ribuan lainnya.

Pada 9 Agustus, dia mengetuai konferensi video berisi para pemimpin dunia yang menjanjikan bantuan 250 juta euro (Rp 4,3 triliun) untuk Lebanon.

Le Drian menerangkan, negara itu kini berada di ujung jurang. "Pemerintahan baru harus segera dibentuk. Ada kondisi darurat kemanusiaan dan kesehatan di sana," jelasnya.

Dampak dari ledakan yang disebabkan amonium nitrat tersebut, Perdana Menteri Hassan Diab beserta jajaran kabinetnya mengundurkan diri.

Baca juga: Virus Corona Melonjak Pasca-Ledakan Beirut, Lebanon Lockdown Lagi


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dianggap Menghina Islam, Umat Kristen di Arab Ramai-ramai Kecam Presiden Perancis

Dianggap Menghina Islam, Umat Kristen di Arab Ramai-ramai Kecam Presiden Perancis

Global
Israel Mulai Uji Coba Kandidat Vaksin Covid-19 Terhadap Manusia

Israel Mulai Uji Coba Kandidat Vaksin Covid-19 Terhadap Manusia

Global
Seorang Wanita Pilih Babi sebagai Binatang Peliharaan Kesayangan

Seorang Wanita Pilih Babi sebagai Binatang Peliharaan Kesayangan

Global
Darurat Nasional Ditolak Raja, PM Malaysia Sempat Putus Asa Ingin Mundur

Darurat Nasional Ditolak Raja, PM Malaysia Sempat Putus Asa Ingin Mundur

Global
Kapal Tanker Dilaporkan Dibajak di Selat Inggris, Militer Turun Tangan

Kapal Tanker Dilaporkan Dibajak di Selat Inggris, Militer Turun Tangan

Global
Dimediasi AS, Azerbaijan-Armenia Sepakati Gencatan Senjata Ketiga

Dimediasi AS, Azerbaijan-Armenia Sepakati Gencatan Senjata Ketiga

Global
Penggunaan 2 Vaksin Influenza di Singapura Dihentikan, Ini Sebabnya

Penggunaan 2 Vaksin Influenza di Singapura Dihentikan, Ini Sebabnya

Global
Muncul 137 Kasus Baru Covid-19, China Langsung Tes 4,75 Juta Warga Xinjiang

Muncul 137 Kasus Baru Covid-19, China Langsung Tes 4,75 Juta Warga Xinjiang

Global
Nge-'Like' Foto Kepala Guru yang Dipenggal di Perancis, Pria Ini Diadili

Nge-"Like" Foto Kepala Guru yang Dipenggal di Perancis, Pria Ini Diadili

Global
Ada Tembakan Nyasar, Iran Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Azerbaijan-Armenia

Ada Tembakan Nyasar, Iran Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Azerbaijan-Armenia

Global
PM Bulgaria Positif Covid-19, Tambah Daftar Kepala Negara yang Terinfeksi

PM Bulgaria Positif Covid-19, Tambah Daftar Kepala Negara yang Terinfeksi

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Pangeran Brunei Mati Muda | Final Debat Capres AS

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Pangeran Brunei Mati Muda | Final Debat Capres AS

Global
Rangkul Generasi Z, Pejabat AS Kampanye Pilpres Pakai Game 'Among Us'

Rangkul Generasi Z, Pejabat AS Kampanye Pilpres Pakai Game "Among Us"

Global
Klaster Virus Corona Gedung Putih Bertambah, Ajudan Wapres AS Positif Covid-19

Klaster Virus Corona Gedung Putih Bertambah, Ajudan Wapres AS Positif Covid-19

Global
Raja: Malaysia Tidak Perlu Berlakukan Keadaan Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Raja: Malaysia Tidak Perlu Berlakukan Keadaan Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Global
komentar
Close Ads X