Kompas.com - 27/08/2020, 13:09 WIB
Teroris berkebangsaan Australia, Brenton Tarrant, hadir dalam sidang perdana vonis di Christchurh, Selandia Baru, pada 24 Agustus 2020. Tarrant, yang membunuh 51 Muslim dalam serangan 15 Maret 2019, tak menunjukkan emosi ketika mendengarkan sidang pembuka berisi detil kejahatannya. AFP PHOTO/POOL/JOHN KIRK-ANDERSONTeroris berkebangsaan Australia, Brenton Tarrant, hadir dalam sidang perdana vonis di Christchurh, Selandia Baru, pada 24 Agustus 2020. Tarrant, yang membunuh 51 Muslim dalam serangan 15 Maret 2019, tak menunjukkan emosi ketika mendengarkan sidang pembuka berisi detil kejahatannya.

CHRISTCHURCH, KOMPAS.com - Ada indikasi sebuah 'jalan beracun' ketika pria pelaku penembakan masjid Christchurch, Brenton Tarrant pindah ke Selandia Baru dari Australia pada 2017.

Melansir AFP, dia tidak memiliki riwayat kriminal dan tidak ada dalam daftar pengawasan keamanan apa pun.

Tapi Brenton Tarrant yang berusia 29 tahun sekarang akan tercatat dalam sejarah sebagai terpidana teroris pertama di Selandia Baru, dan orang pertama di negara itu yang pernah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.

Lahir di kota Grafton pedesaan Australia, enam jam berkendara ke utara Sydney, Tarrant bekerja sebagai instruktur gym sebelum tiba di Selandia Baru.

Tarrant mulai mengumpulkan segudang senjata segera setelah mendirikan rumah di Dunedin, dengan tujuan untuk melakukan aksi keji terhadap komunitas Muslim di Selandia Baru.

Usai melakukan persiapan yang cermat, rencana itu berakhir dengan mengerikan pada 15  Maret 2019, ketika Tarrant menyerang 2 masjid di Christchurch sembari menyiarkan peristiwa itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dia bermaksud untuk menanamkan rasa takut kepada orang-orang yang dia gambarkan sebagai 'penjajah', termasuk populasi Muslim atau lebih umumnya imigran non-Eropa," kata Jaksa Barnaby Hawes dalam vonis sidang di Pengadilan Tinggi Christchurch pada pekan ini.

Saat dunia mencari jawaban atas yang dilakukan Tarrant, mantan teman dan kolega ditanyai tentang latar belakang Tarrant dan kemungkinan motivasi aksi kejamnya.

Inforasi tentang Tarrant, mendeskripsikan pria itu sebagai seorang penyendiri yang canggung secara sosial yang menjadi pecandu gym setelah mendapat intimidasi saat remaja karena berat badan berlebih.

Dia juga tampaknya terpukul keras ketika ayahnya meninggal karena kanker pada 2010 di usia 49 tahun, tetapi tidak ada yang menjelaskan tentang kebencian yang membakar di balik kejahatan Tarrant.

Baca juga: Brenton Tarrant, Teroris Penembakan Masjid Selandia Baru, Dihukum Seumur Hidup

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron: 2 Warga dari Afrika Selatan

Rusia Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron: 2 Warga dari Afrika Selatan

Global
Giliran Argentina Laporkan Kasus Pertama Varian Omicron

Giliran Argentina Laporkan Kasus Pertama Varian Omicron

Global
100-an Kucing Ditemukan Mati di Sebuah Rumah di Perancis

100-an Kucing Ditemukan Mati di Sebuah Rumah di Perancis

Global
Siapakah Orang Pertama yang Menerbangkan Pesawat?

Siapakah Orang Pertama yang Menerbangkan Pesawat?

Internasional
Pria Nekat Ingin Masuk Kandang Singa untuk Ambil Berlian, Pengunjung Ikut Panik

Pria Nekat Ingin Masuk Kandang Singa untuk Ambil Berlian, Pengunjung Ikut Panik

Global
Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, PBB: Persidangan Palsu, Bermotif Politik

Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, PBB: Persidangan Palsu, Bermotif Politik

Global
Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, Inggris Kecam Junta Myanmar

Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, Inggris Kecam Junta Myanmar

Global
Pencipta Asterix Wafat Tinggalkan Komik yang Belum Selesai, Akan Diteruskan Putrinya

Pencipta Asterix Wafat Tinggalkan Komik yang Belum Selesai, Akan Diteruskan Putrinya

Global
Sejarah Penerbangan Dunia, dari Balon Udara hingga Roket

Sejarah Penerbangan Dunia, dari Balon Udara hingga Roket

Internasional
Menilik Simulasi Sidang Model ASEAN yang Diikuti Anak Muda Indonesia Secara Virtual

Menilik Simulasi Sidang Model ASEAN yang Diikuti Anak Muda Indonesia Secara Virtual

Global
Hilang Hampir Seminggu di Pedalaman, 2 Remaja Ini Selamat Tanpa Air Minum

Hilang Hampir Seminggu di Pedalaman, 2 Remaja Ini Selamat Tanpa Air Minum

Global
Nikahi Lagi Mantan Istri yang Sakit Parah, Chen Siap Donasi Ginjal dan Jual Rumah

Nikahi Lagi Mantan Istri yang Sakit Parah, Chen Siap Donasi Ginjal dan Jual Rumah

Global
75.000 Orang Meninggal, Oktober Bulan Paling Mematikan dalam Pandemi Covid-19 Rusia

75.000 Orang Meninggal, Oktober Bulan Paling Mematikan dalam Pandemi Covid-19 Rusia

Global
KBRI Beijing Gelar Media Gathering, Ini yang Disampaikan Dubes RI untuk China

KBRI Beijing Gelar Media Gathering, Ini yang Disampaikan Dubes RI untuk China

Global
Resmi, Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun oleh Junta Myanmar

Resmi, Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun oleh Junta Myanmar

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.