Pelaku Penembakan di Masjid Selandia Baru 2019 Menolak Memberikan Pernyataan Apa pun di Pengadilan

Kompas.com - 26/08/2020, 20:33 WIB
Terdakwa teroris Brenton Tarrant akan dijatuhi vonis pada 24 Agustus 2020 setelah mengaku bersalah atas 51 dakwaan pembunuhan, 40 dakwaan percobaan pembunuhan dan 1 dakwaan terorisme. AP via ABC INDONESIATerdakwa teroris Brenton Tarrant akan dijatuhi vonis pada 24 Agustus 2020 setelah mengaku bersalah atas 51 dakwaan pembunuhan, 40 dakwaan percobaan pembunuhan dan 1 dakwaan terorisme.

CHRISTCHURCH, KOMPAS.com - Brenton Tarrant, pria bersenjata yang merupakan pelaku penembakan di masjid kota Christchurch, Selandia Baru pada 2019, menolak memberi pernyataan apa pun dalam persidangannya, yang berlangsung pada Rabu (26/8/2020).

Melansir AFP pada Rabu (26/8/2020), sementara, lebih dari 90 pernyataan telah disampaikan oleh para korban secara dramatis.

Tarrant, yang memecat pengacaranya bulan lalu, telah mengakui 51 dakwaan pembunuhan, 40 percobaan pembunuhan, dan 1 terorisme atas serangan di masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch pada 15 Maret tahun lalu.

Di Selandia Baru terdakwa memiliki hak untuk berbicara di pengadilan dan ada spekulasi Tarrant akan menggunakan hukumannya untuk mengkampanyekan pandangan ekstremisnya.

Sehingga, diberlakukan pembatasan ketat pada media yang menyiarkan kasus penembakan oleh Tarrant.

Namun, ketika hakim Cameron Mander bertanya apakah dia ingin berbicara, Tarrant menolak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pesan Seorang Ayah kepada Pembunuh di Masjid Selandia Baru: Keadilan Sejati Menantimu di Akhirat

Sebelumnya, selama 3 hari ada lebih dari 90 orang yang selamat dan keluarga yang berduka, di mana dia sering disebut "pecundang" dan "pengecut", telah memberikan kesaksian dengan diliputi kesedihan dan amarah.

Seorang pengacara yang ditunjuk pengadilan akan membuat pernyataan singkat atas namanya, sebelum hakim memberikan hukumannya pada Kamis.

Supremasi kulit putih Australia yang berusia 29 tahun ini, diharapkan menjadi orang pertama di Selandia Baru yang dipenjara seumur hidup tanpa ada kesempatan pembebasan bersyarat.

Sesaat sebelum melepaskan haknya untuk berbicara, Tarrant bertatap muka dengan Abdul Aziz, yang disebut-sebut sebagai pahlawan ketika dia mengejar pria bersenjata itu dari masjid Linwood.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Umum PBB Ke-76: Fokus Melawan Perubahan Iklim dan Pandemi Covid-19

Sidang Umum PBB Ke-76: Fokus Melawan Perubahan Iklim dan Pandemi Covid-19

Global
Taliban Tunjuk Duta Besar Afghanistan untuk PBB, Ingin Berbicara dalam Sidang Umum

Taliban Tunjuk Duta Besar Afghanistan untuk PBB, Ingin Berbicara dalam Sidang Umum

Global
10 Tempat Impian dalam Cerita Sejarah Kuno dari Atlantis hingga Shangri-La

10 Tempat Impian dalam Cerita Sejarah Kuno dari Atlantis hingga Shangri-La

Internasional
Diserang ISIS, Taliban Copot 2 Gubernur di Afghanistan

Diserang ISIS, Taliban Copot 2 Gubernur di Afghanistan

Global
POPULER GLOBAL: Ibu Beli Sperma Online, Berhasil Hamil dan Melahirkan | Transgender Pengusaha Top Malaysia Ditangkap di Thailand

POPULER GLOBAL: Ibu Beli Sperma Online, Berhasil Hamil dan Melahirkan | Transgender Pengusaha Top Malaysia Ditangkap di Thailand

Global
Kematian di AS karena Covid-19 telah Melampaui Pandemi Flu Spanyol 1918

Kematian di AS karena Covid-19 telah Melampaui Pandemi Flu Spanyol 1918

Global
PM Australia Hubungi Presiden Jokowi, Berusaha Tenangkan Indonesia soal Kapal Selam Nuklir

PM Australia Hubungi Presiden Jokowi, Berusaha Tenangkan Indonesia soal Kapal Selam Nuklir

Global
Akademisi Terkemuka China: Australia Akan Jadi Target Perang Nuklir

Akademisi Terkemuka China: Australia Akan Jadi Target Perang Nuklir

Global
Trump Klaim Mendengar Kabar Ada Kantong Mayat di Lab Wuhan sebelum China Umumkan Kasus Covid-19

Trump Klaim Mendengar Kabar Ada Kantong Mayat di Lab Wuhan sebelum China Umumkan Kasus Covid-19

Global
Taliban Umumkan Pejabat Pemerintahannya, Lagi-lagi Tak Ada Perempuan

Taliban Umumkan Pejabat Pemerintahannya, Lagi-lagi Tak Ada Perempuan

Global
Tiga Ton Heroin dari Afghanistan Disita India setelah Taliban Berkuasa, Nilainya Puluhan Triliun

Tiga Ton Heroin dari Afghanistan Disita India setelah Taliban Berkuasa, Nilainya Puluhan Triliun

Global
Duduki Punggung Orang Saat Menunggu Kereta, Gadis Ini Dihujani Kritik Netizen

Duduki Punggung Orang Saat Menunggu Kereta, Gadis Ini Dihujani Kritik Netizen

Global
Seorang Pria Mengaku Unggah Foto Istrinya Berhubungan Seks dengan Atasannya di Facebook

Seorang Pria Mengaku Unggah Foto Istrinya Berhubungan Seks dengan Atasannya di Facebook

Global
PBB Peringatkan Korea Utara Memulai Kembali Program Nuklir dengan Kecepatan Penuh

PBB Peringatkan Korea Utara Memulai Kembali Program Nuklir dengan Kecepatan Penuh

Global
Beli Sperma dari Aplikasi, Ibu Ini Lahirkan 'Bayi Online'

Beli Sperma dari Aplikasi, Ibu Ini Lahirkan "Bayi Online"

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.