Demi Konten, Anak 3 Tahun Dipaksa Makan Terus untuk Capai Bobot 50 Kilogram

Kompas.com - 26/08/2020, 15:16 WIB
Orang tua itu diduga berusaha membuat berat badan putrinya bertambah. Xiaopeiqi de Yitian/Newsflash via Mirror Orang tua itu diduga berusaha membuat berat badan putrinya bertambah.

BEIJING, KOMPAS.com - Pasangan orang tua dari China mendapatkan kecaman dari pengguna media sosial karena dinilai mengeksploitasi putri kecilnya yang berusia 3 tahun untuk memakan ayam goreng, hamburger.

Menurut informasi dari Mirror pada Selasa (25/8/2020), aksi orang tua itu diduga hanya demi mendapatkan "tanda suka" dari pengikut media sosialnya.

Orang tua itu membuat akun di Xigua Video pada Oktober 2019 dan biasa mengunggah video putrinya makan ayam goreng, hamburger, sosis, mie instan, dan daging panggang, lapor media pemerintah China, Global Times.

Baca juga: Ditembak 7 Kali di Punggung, Ayah Jacob Blake: Anak Saya Lumpuh

Dalam satu klip video, gadis kecil itu terlihat memohon kepada orang tuanya untuk berhenti memberinya makan, tetapi mereka tetap melanjutkannya, klaim laporan.

Video gadis kecil itu diduga diunggah secara online oleh orang tuanya dengan harapan dapat menghasilkan uang dari konten tersebut.

Orang tua, yang belum disebutkan namanya, mengumumkan bahwa mereka memberi makan putri mereka dengan harapan dapat membuat berat badannya mencapai 50 kilogram. Saat ini berat badannya 35 kilogram, menurut Red Star News yang berbasis di Chengdu.

Baca juga: [UNIK GLOBAL] Boneka Seks Mirip Anak Kecil Dijual Online, Netizen Geger | Video Detik-detik Trotoar Ambles, Telan 21 Mobil ke Bawah Tanah

Setelah mendapatkan kecaman dari pengguna media sosial lainnya, mereka sekarang telah menutup akun media sosial mereka.

Huang Jianfeng, seorang dokter anak yang tinggal di Shanghai, mengatakan kepada Global Times bahwa anak berusia 3 tahun itu sudah kelebihan berat badan atau obesitas untuk usianya.

Jianfeng mengatakan bahwa obesitas pada masa kanak-kanak dapat menjadi pemicu munculnya penyakit lain, seperti diabetes dan hipertensi, serta terkait erat dengan penyakit kardiovaskular saat memasuki usia dewasa.

Baca juga: Berusaha Jual Anak Pacarnya Seharga Rp 36,9 Juta ke SPBU, Pria Ini Ditangkap

Dia juga berkata, “Orang tua tidak boleh menggunakan anak-anak mereka sebagai 'sapi perah' untuk menarik perhatian dan menghasilkan uang, karena akan berdampak negatif pada masyarakat.”

Laporan mengatakan orang tua itu mengunggah sebagian besar video putrinya yang mereka paksa makan di Xigua Video.

Menurut Red Star News, platform Xigua Video menyatakan telah menutup akun orang tua itu, setelah para netizen menyatakan keprihatinannya yang luar biasa tentang perilaku orang tua itu.

Baca juga: WHO: Anak di Atas 12 Tahun Wajib Pakai Masker, di Bawah 5 Tahun Jangan Pakai

Berdasarkan survei di Weibo, Twitter versi China, dilaporkan oleh Global Times bahwa lebih dari 130.000 orang sepakat perilaku orang tua itu membahayakan kesehatan putrinya, dengan adanya beberapa laporan yang menyatakan bahwa bocah itu untuk berjalan saja sudah kesusahan.

Tidak jelas apakah pihak berwenang China, di mana orang tua itu tinggal, telah mengetahui insiden tersebut atau belum.

Baca juga: Warga China Digegerkan Anak Sapi Berkepala 2, Sang Induk Melahirkan Selama 7 Jam

 


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KBRI Oslo Sambut Baik Kerja Sama Pascasarjana UGM dengan Universitas Agder

KBRI Oslo Sambut Baik Kerja Sama Pascasarjana UGM dengan Universitas Agder

Global
Jepang Akan Larang Penjualan Mobil Baru dengan BBM Mulai 2035

Jepang Akan Larang Penjualan Mobil Baru dengan BBM Mulai 2035

Global
Iran Keluarkan UU untuk Tingkatkan Kemampuan Nuklir dan Cegah Inspeksi PBB

Iran Keluarkan UU untuk Tingkatkan Kemampuan Nuklir dan Cegah Inspeksi PBB

Global
Ibu yang Kurung Anaknya Selama 28 Tahun di Apartemen Dibebaskan Polisi

Ibu yang Kurung Anaknya Selama 28 Tahun di Apartemen Dibebaskan Polisi

Global
Presiden Trump Rencanakan Beri Pengampunan Hukum untuk Anak, Menantu, dan Pengacara Pribadinya

Presiden Trump Rencanakan Beri Pengampunan Hukum untuk Anak, Menantu, dan Pengacara Pribadinya

Global
Donald Trump: Sampai Jumpa Empat Tahun Lagi

Donald Trump: Sampai Jumpa Empat Tahun Lagi

Internasional
Warga Brasil Punguti Uang yang Berserakan di Jalan Usai Insiden Perampokan Bank Bersenjata

Warga Brasil Punguti Uang yang Berserakan di Jalan Usai Insiden Perampokan Bank Bersenjata

Global
Iran Identifikasi Pembunuh Ilmuwan Nuklir Mohsen Fakhrizadeh

Iran Identifikasi Pembunuh Ilmuwan Nuklir Mohsen Fakhrizadeh

Global
Jaksa Agung AS: Tidak Ada Bukti Kecurangan Sistemik di Pilpres AS

Jaksa Agung AS: Tidak Ada Bukti Kecurangan Sistemik di Pilpres AS

Global
Korea Utara Tolak Bantuan Beras, Korsel Minta Ganti Uang ke WFP, Kenapa?

Korea Utara Tolak Bantuan Beras, Korsel Minta Ganti Uang ke WFP, Kenapa?

Global
Israel Kirim Lebih dari Rp 14,4 Triliun Dana Tertahan ke Palestina

Israel Kirim Lebih dari Rp 14,4 Triliun Dana Tertahan ke Palestina

Global
Italia Tawarkan Vaksinasi Covid-19 Gratis Dimulai dari Dokter dan Penghuni Panti Jompo

Italia Tawarkan Vaksinasi Covid-19 Gratis Dimulai dari Dokter dan Penghuni Panti Jompo

Global
PM Thailand Menangi Pertarungan Hukum dan Tetap Menjabat

PM Thailand Menangi Pertarungan Hukum dan Tetap Menjabat

Global
Lebih dari 900 Tentara Bayaran Suriah Pro-Turki Dipulangkan Usai Perang Azerbaijan-Armenia

Lebih dari 900 Tentara Bayaran Suriah Pro-Turki Dipulangkan Usai Perang Azerbaijan-Armenia

Global
Pria di India Diarak Telanjang karena Tuduh Saudara-saudaranya Berbuat Kriminal di Facebook Live

Pria di India Diarak Telanjang karena Tuduh Saudara-saudaranya Berbuat Kriminal di Facebook Live

Global
komentar
Close Ads X