Kewalahan Hadapi Balon Pembakar, Israel Gempur Jalur Gaza

Kompas.com - 25/08/2020, 15:08 WIB
Ledakan terlihat di antara bangunan selama serangan udara Israel di Kota Gaza pada Sabtu (4/5/2019). (AFP/Mahmud Hams)
MAHMUD HAMSLedakan terlihat di antara bangunan selama serangan udara Israel di Kota Gaza pada Sabtu (4/5/2019). (AFP/Mahmud Hams)

GAZA CITY, KOMPAS.com - Militer Israel mengatakan telah mengebom posisi militan di Jalur Gaza pada Selasa (25/8/2020) pagi.

Serangan itu dimaksudkan sebagai tanggapan atas balon pembakar yang diluncurkan ke tanah pertanian Israel selatan sehari sebelumnya.

Itu adalah serangan dua malam berturut-turut dari Israel terhadap Jalur Gaza sebagaimana dilansir dari Associated Press, Selasa.

Ketegangan antara Israel dan milisi Palestina di Jalur Gaza telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Gempur Jalur Gaza, Tank Israel Tembaki Pos-pos Hamas Semalaman

Serangan pada Selasa terjadi ketika Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengunjungi negara itu.

Kunjungan Pompeo ke Israel menyusul pengumuman kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dengan Uni Emirat Arab (UEA).

Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mengebom pos militer dan infrastruktur bawah tanah milik Hamas yang menguasai daerah kantong Palestina.

Tidak ada laporan langsung mengenai korban atau kerusakan akibat pemboman tersebut.

Baca juga: Lebih dari Seminggu pesawat Tempur Israel Gempur Jalur Gaza

Beberapa pekan terakhir, milisi Palestina telah meluncurkan sejumlah balon pembakar ke Israel selatan yang telah membakar sebagian besar lahan pertanian.

Peluncuran balon pembakar itu tampaknya bertujuan untuk menekan Israel agar meredakan blokade yang diberlakukan di Jalur Gaza.

Israel menanggapi peluncuran balon pembakar dan tembakan roket secara sporadis baik melalui serangan udara maupun dengan artileri beberapa waktu terakhir.

Militer Israel mengatakan pihaknya meminta pertanggungjawaban Hamas atas semua serangan yang datang dari wilayah tersebut.

Baca juga: Selama 7 Malam Berturut-turut Pesawat Israel Serang Gaza

Israel dan Hamas telah bertempur sebanyak tiga kali dan banyak pertempuran kecil dalam 13 tahun terakhir.

Pekan lalu, mediator dari Mesir mencoba meredakan ketegangan dan mendukung gencatan senjata informal antara Israel dan Hamas yang sebagian besar telah berlangsung sejak perang 2014 di Gaza.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump Tinggalkan Washington DC Diiringi Lagu 'My Way'

Trump Tinggalkan Washington DC Diiringi Lagu "My Way"

Global
Jelang Pelantikan Biden, Trump Meninggalkan Gedung Putih untuk Terakhir Kalinya

Jelang Pelantikan Biden, Trump Meninggalkan Gedung Putih untuk Terakhir Kalinya

Global
Trump Beri Pidato Terakhir sebagai Presiden AS, Tak Sebut Nama Joe Biden

Trump Beri Pidato Terakhir sebagai Presiden AS, Tak Sebut Nama Joe Biden

Global
Setelah Dilantik, Biden Akan Kembalikan AS ke WHO dan Akhiri 'Muslim Travel Ban'

Setelah Dilantik, Biden Akan Kembalikan AS ke WHO dan Akhiri "Muslim Travel Ban"

Global
Perempuan Berdaya: Pertama dan Satu-satunya Wanita yang Muncul di Uang Kertas AS, Tahukah Siapa?

Perempuan Berdaya: Pertama dan Satu-satunya Wanita yang Muncul di Uang Kertas AS, Tahukah Siapa?

Global
Peserta Ujian Masuk Universitas Langsung Didiskualifikasi karena Menolak Menggunakan Masker dengan Benar

Peserta Ujian Masuk Universitas Langsung Didiskualifikasi karena Menolak Menggunakan Masker dengan Benar

Global
Di Korea Utara, Menonton Drakor Bisa Dipenjara 15 Tahun

Di Korea Utara, Menonton Drakor Bisa Dipenjara 15 Tahun

Global
Film Dokumenter Ungkap Dokter di Wuhan Diminta Bohong soal Covid-19

Film Dokumenter Ungkap Dokter di Wuhan Diminta Bohong soal Covid-19

Global
Ikuti Gaya NATO, Iran Bakal Buat Pakta Pertahanan Bersama Sekutunya

Ikuti Gaya NATO, Iran Bakal Buat Pakta Pertahanan Bersama Sekutunya

Global
Ada Kasus Virus Corona, Ibu Kota China Lockdown Parsial

Ada Kasus Virus Corona, Ibu Kota China Lockdown Parsial

Global
Kenapa Grasi Donald Trump “Berbeda” dari Pemimpin Dunia Lainnya?

Kenapa Grasi Donald Trump “Berbeda” dari Pemimpin Dunia Lainnya?

Global
Salinan Lukisan Salvator Mundi Dicuri dan Ditemukan di Lemari Kamar

Salinan Lukisan Salvator Mundi Dicuri dan Ditemukan di Lemari Kamar

Global
Buktikan Dirinya Sehat, Putin Ceburkan Diri ke Air Bersuhu Minus 17 Derajat Celsius

Buktikan Dirinya Sehat, Putin Ceburkan Diri ke Air Bersuhu Minus 17 Derajat Celsius

Global
Fakta Donald Trump Presiden AS Pertama 'Tidak Memulai Perang Baru' dalam Dekade Terakhir

Fakta Donald Trump Presiden AS Pertama "Tidak Memulai Perang Baru" dalam Dekade Terakhir

Global
Pendiri WikiLeaks Julian Assange Tidak Termasuk dalam Daftar Nama yang Diampuni Trump

Pendiri WikiLeaks Julian Assange Tidak Termasuk dalam Daftar Nama yang Diampuni Trump

Global
komentar
Close Ads X