Ricuh Pilpres Belarus, Lukashenko Perintahkan Militer Siap Tempur di Perbatasan

Kompas.com - 23/08/2020, 07:00 WIB
Presiden Belarus Alexander Lukashenko ketika hadir dalam perayaan hari kemerdekaan di Minsk, pada 3 Juli 2020. REUTERS PHOTO/Vasily FedosenkoPresiden Belarus Alexander Lukashenko ketika hadir dalam perayaan hari kemerdekaan di Minsk, pada 3 Juli 2020.

MINSK, KOMPAS.com - Diktator Belarus Alexander Lukashenko pada Sabtu (22/8/2020) memerintahkan Menteri Pertahanannya untuk mengambil "aturan ketat", guna mempertahankan perbatasan negara itu.

Perintah itu dkeluarkan Lukashenko seiring maraknya kerusuhan akibat protes massal yang menentang klaim kemenangannya di pemilihan presiden (pilpres) Belarus.

Pemimpin otoriter berusia 65 tahun itu mengatakan, dia memenangkan masa jabatan keenamnya dengan 80 persen suara pada pemilihan yang digelar 9 Agustus.

Baca juga: Oposisi Belarus: Tak akan Calonkan Diri Jika Digelar Pemilu Baru

Lukashenko mengeluarkan perintah ke Menhan Belarus saat memeriksa unit militer di Grodno dekat perbatasan Belarus-Polandia, menurut layanan pers presiden yang dikutip kantor berita AFP.

Lukashenko mengecam protes massal yang marak terjadi belakangan ini. Menurutnya, aksi unjuk rasa itu ditunggangi negara-negara Barat, dan ia memerintahkan tentara mempertahankan Belarus bagian barat yang disebutnya sebagai "mutiara".

"Ini melibatkan pengambilan tindakan paling ketat untuk melindungi integritas teritorial negara kita," ujar Lukashenko dikutip dari AFP.

Baca juga: Uni Eropa Tolak Kemenangan Lukashenko, Sanksi ke Belarus Segera Berlaku

Kunjungannya dilakukan jelang latihan militer skala besar, yang direncanakan di wilayah Grodno selama 28-31 Agustus.

Ia berkata, NATO di Polandia dan Lithuania "bergerak secara serius" di dekat perbatasan dengan Belarus, dan memerintahkan pasukannya siap tempur.

Presiden Lithuania Gitanas Nauseda membantah tuduhan itu kemarin.

"Rezim itu berusaha mengalihkan perhatian dari masalah internal Belarus dengan cara apa pun, dengan pernyataan yang sama sekali tidak berdasar tentang ancaman eksternal imajiner," ucap Nauseda saat dihubungi AFP.

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X