Alami 332 Kasus Covid-19, Korea Selatan Bakal Galakkan Lagi Pembatasan

Kompas.com - 22/08/2020, 15:43 WIB
Seorang pegawai terlihat memakai masker untuk melindungi diri dari virus corona, saat membersihkan jendela toko sepatu di pusat perbelanjaan Seoul, ibu kota Korea Selatan, pada 12 Juni 2020. AP/AHN YOUNG-JOONSeorang pegawai terlihat memakai masker untuk melindungi diri dari virus corona, saat membersihkan jendela toko sepatu di pusat perbelanjaan Seoul, ibu kota Korea Selatan, pada 12 Juni 2020.

SEOUL, KOMPAS.com - Pemerintah Korea Selatan dilaporkan bakal menggalakkan lagi pembatasan, setelah ditemukan lagi ratusan kasus Covid-19.

Berdasarkan data Sabtu (22/8/2020), mereka melaporkan adanya 332 kasus positif, yang menjadi data harian tertinggi sejak Maret.

Pelonggaran protokol kesehatan sebenarnya sudah mulai dilakukan sejak pekan lalu. Tapi dengan 300 kasus selama dua hari beruntun, Seoul disebut akan menggalakannya lagi.

Baca juga: Angka Kasus Baru Virus Corona Capai 3 Digit, Korea Selatan Perketat Social Distancing

Dilansir kantor berita AFP, pemerintah Korea Selatan akan menerapkan lagi pembatasan guna menangkal Covid-19 pada Minggu (23/8/2020).

"Kami berada dalam tahap sangat siaga, di mana kami bisa melihat adanya gelombang kedua," kata Menteri Kesehatan dan kesejahteraan Park Neung-hoo.

Dalam konferensi pers, Park menerangkan bahwa mengontrol penyebaran virus corona merupakan prioritas pertama pemerintahan Presiden Moon Jae-in.

Larangan yang diperpanjang antara lain adalah olahraga profesional, yang kemungkinan bakal kembali digelar di arena tertutup.

Kemudian semua pantai di seantero "Negeri Ginseng" bakal ditutup mulai tengah malam waktu setempat, seperti diberitakan AFP.

Saat ini, total negara tetangga Korea Utara tersebut menyampaikan terdapat 17.002 penularan virus corona, dengan 309 korban meninggal.

Mayoritas kasus baru itu datang dari kawasan Seoul raya, rumah bagi setengah dari populasi di Korea Selatan yang berjumlah 51 juta jiwa.

Negara itu sempat mendapat label sebagai klaster Covid-19 di luar China pada awal tahun. Namun mereka berhasil mengatasinya.

Kuncinya adalah tracing dan pengetesan secara agresif, di mana mereka sama sekali tak menerapkan lockdown seperti yang dilakukan negara di Eropa.

Korea Selatan kemudian menjadi salah satu contoh negara yang dianggap berhasil mengurung wabah, di mana penduduknya mematuhi protokol dengan mengenakan masker.

Bahkan pada Juli lalu, mereka mulai mengizinkan penonton ke stadion meski secara terbatas, yang bakal dibatalkan menyusul lonjakan kasus Covid-19.

Baca juga: Takut Virus Corona, Rakyat Korea Selatan Sterilkan Uang di Microwave dan Mesin Cuci

Baca tentang

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X