Hampir 1.500 Orang di 8 Kota AS Ditangkap Pasukan Federal dalam Program Operasi Khusus

Kompas.com - 20/08/2020, 15:46 WIB
Agen federal AS memasuki sebuah kompleks apartemen yang diduga oleh aparat digunakan sebagai tempat bersalin oleh perempuan hamil yang berkunjung dari luar negeri di Irvine, California (3/3/2015). APAgen federal AS memasuki sebuah kompleks apartemen yang diduga oleh aparat digunakan sebagai tempat bersalin oleh perempuan hamil yang berkunjung dari luar negeri di Irvine, California (3/3/2015).

KANSAS CITY, KOMPAS.com - Jaksa Agung William Barr mengumumkan pada Rabu (19/8/2020), bahwa ada hampir 1.500 orang ditangkap di 8 kota Amerika Serikat (AS) sejauh ini, di bawah penegakan hukum pasukan federal AS dalam program operasi khusus bernama, "Operation Legend", yang diinisiasi Presiden Donald Trump pada 6 pekan lalu.

Operasi tersebut disebut-sebut Trump dalam kampanye pemilihan presiden 2020 sebagai upaya untuk menekan angka kejahatan di kota-kota di negara bagian.

Melansir ABC News pada Kamis (20/8/2020), Departemen Kehakiman, dari penangkapan tersebut menyebutkan ada sekitar 217 terdakwa telah didakwa, yang sebagian besar terkait dengan narkoba dan senjata.

Barr mengatakan para penyidik juga telah membantu otoritas negara bagian dan daerah dalam mengajukan tuntutan kepada lebih dari 90 terdakwa pembunuhan.

Baca juga: Seberapa Buruk Tingkat Kejahatan di Kota-kota di AS, yang Mendorong Trump Kirim Agen Federal?

"Ada lebih dari 90 tersangka pembunuh yang mungkin masih berada di jalanan yang belum ditangkap Operation Legend," kata Barr pada konferensi pers di Kansas City, Missouri.

Para pejabat di konferensi pers tidak dapat mengatakan berapa banyak dari 1.485 orang yang ditangkap di bawah Operation Legend yang masih ditahan.

Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak juga mengatakan telah menyita hampir 400 senjata api sejak dimulainya operasi.

"Pekerjaan kami baru saja dimulai, tidak ada misi yang lebih penting bagi Departemen Kehakiman selain menjaga keamanan komunitas kami," kata Barr.

Baca juga: Pro-Kontra, Trump Batalkan Penarikan Pasukan Federal untuk Pembersihan Kerusuhan di Portland

Barr meluncurkan Operation Legend awal bulan lalu, mengatakan kepada Koresponden Kepala Berita ABC Pierre Thomas dalam sebuah wawancara eksklusif bahwa inisiatif itu dinamai untuk menghormati LeGend Taliferro yang berusia 4 tahun, yang tertembak dan terbunuh dalam tidurnya pada 29 Juni di Kansas City.

Polisi Kansas City mengumumkan penangkapan tersangka pembunuhan Taliferro pekan lalu.

Halaman:

Sumber ABCNews
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Orang Irak Bakar Bendera Perancis Saat Perayaan Maulid Nabi

Orang Irak Bakar Bendera Perancis Saat Perayaan Maulid Nabi

Global
Uji Coba Sistem Rudal S-400, Turki Diancam Sanksi oleh AS

Uji Coba Sistem Rudal S-400, Turki Diancam Sanksi oleh AS

Global
Perancis Tegaskan Tidak akan Terpengaruh Intimidasi Turki di Tengah Kasus Kartun Nabi Muhammad

Perancis Tegaskan Tidak akan Terpengaruh Intimidasi Turki di Tengah Kasus Kartun Nabi Muhammad

Global
Perusahaannya Disanksi China karena Jual Senjata ke Taiwan, Ini Respons AS

Perusahaannya Disanksi China karena Jual Senjata ke Taiwan, Ini Respons AS

Global
Gadis 14 Tahun Ini Simpan Bayinya Dalam Freezer karena Takut Beri Tahu Orangtua

Gadis 14 Tahun Ini Simpan Bayinya Dalam Freezer karena Takut Beri Tahu Orangtua

Global
Perancis dan Jerman Umumkan Lockdown Kedua Setelah Kasus Covid-19 Meningkat

Perancis dan Jerman Umumkan Lockdown Kedua Setelah Kasus Covid-19 Meningkat

Global
Iran: Menghina Nabi Muhammad Artinya Menghina Semua Muslim

Iran: Menghina Nabi Muhammad Artinya Menghina Semua Muslim

Global
[POPULER GLOBAL] Tahanan Ini Sudah Bunuh 48 Narapidana | Ribuan Orang di Bangladesh Protes Kartun Nabi Muhammad

[POPULER GLOBAL] Tahanan Ini Sudah Bunuh 48 Narapidana | Ribuan Orang di Bangladesh Protes Kartun Nabi Muhammad

Global
1 Juta Pasien Covid-19 India Sembuh dalam 13 Hari

1 Juta Pasien Covid-19 India Sembuh dalam 13 Hari

Global
Hewan Laut Banyak yang Mati di Kamchatka, Apa Penyebabnya?

Hewan Laut Banyak yang Mati di Kamchatka, Apa Penyebabnya?

Global
Ranjau yang Dipasang untuk Cegah Pembelot Meledak, Puluhan Tentara Korut Terluka

Ranjau yang Dipasang untuk Cegah Pembelot Meledak, Puluhan Tentara Korut Terluka

Global
Digambarkan secara Cabul, Erdogan Sebut Charlie Hebdo Brengsek

Digambarkan secara Cabul, Erdogan Sebut Charlie Hebdo Brengsek

Global
Australia Mulai Buka Perbatasan Antar-negara bagian

Australia Mulai Buka Perbatasan Antar-negara bagian

Global
'Tolong Bilang Istri Saya, Telepon Ini Tidak Bisa Diperbaiki'

"Tolong Bilang Istri Saya, Telepon Ini Tidak Bisa Diperbaiki"

Global
Hilang 12 Hari Saat 'Perjalanan Spiritual', Wanita Ini Ditemukan dalam Kondisi Mengenaskan

Hilang 12 Hari Saat 'Perjalanan Spiritual', Wanita Ini Ditemukan dalam Kondisi Mengenaskan

Global
komentar
Close Ads X