Kawasan Wisata Patung Buddha Raksasa di China Terancam Banjir

Kompas.com - 20/08/2020, 08:25 WIB
Banjir mengancam kaki Buddha di foto ini dari 12 Agustus. LIU ZHONG JUN/ CHINA NEWS SERVICE/GETTY IMAGES VIA CNNBanjir mengancam kaki Buddha di foto ini dari 12 Agustus.

LESHAN, KOMPAS.com - Banjir di China selatan telah menyebabkan air dari Sungai Yangtze mencapai ujung kawasan Patung Buddha Raksasa yang terkenal di kota Leshan, provinsi Sinchuan.

Menurut laporan yang dilansir dari CNN pada Rabu (19/8/2020), baru pertama kalinya dalam beberapa dekade Patung Buddha Raksasa di lokasi tersebut terdampak banjir.

Baca juga: Banjir di Sudan, 65 Orang Tewas, 34.000 Rumah Rusak Parah

Pada tahun ini banjir telah melanda sebagian besar wilayah, kemudian mendorong pejabat lokal untuk menaikkan tingkat risiko dan mengevakuasi penduduk di sekitar hulu sungai.

Banjir tahun ini juga telah menyebabkan air menyentuh jari-jari kaki Buddha Raksasa Leshan, yang dilaporkan media pemerintah Xinhua tidak terjadi setidaknya dalam 7 dekade.

Baca juga: Kunjungi Daerah yang Terdampak Banjir, Kim Jong Un Naik Mobil Mewah

Patung Buddha duduk setinggi 233 kaki ini diukir dari lereng bukit di Gunung Emei sekitar 1.200 tahun yang lalu.

Patung ini merupakan bagian dari situs warisan dunia UNESCO di provinsi Sichuan, China.

Baca juga: Sebut Covid-19 sebagai Virus China, Trump Banjir Kritikan di Twitter

Biasanya patung Buddha Leshan tidak terdampak terhadap debit air sungai Yangtze yang sedang meluap, maka turis masih bisa berkunjung.

Namun, kali ini daerah itu ditutup untuk pengunjung sejak Senin (17/8/2020), sebagai tanggapan atas air yang meluap.

Baca juga: China Ledakkan Bendungan untuk Redakan Banjir Besar

"Para pejabat berharap itu akan dibuka kembali pada akhir pekan ini, setelah penilaian keamanan dilakukan, tulis mereka di jejaring sosial China, Weibo.

Banjir musim panas tidak jarang terjadi di wilayah tersebut, tetapi beberapa bulan terakhir telah membawa kesulitan tertentu.

Baca juga: Usai Dihantam Virus Corona, Wuhan Diterjang Banjir Besar

Cekungan Sungai Yangtze yang lebih luas, yang mencakup Danau Poyang dan membentang lebih dari 3.900 mil (6.276 kilometer) dari Shanghai di timur hingga perbatasan Tibet di barat, telah menyumbang 70 persen untuk produksi beras negara China.


Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putin Tidak Bisa Disuntik Vaksin Terbaru Rusia karena Belum Ada Sertifikasinya

Putin Tidak Bisa Disuntik Vaksin Terbaru Rusia karena Belum Ada Sertifikasinya

Global
Dubes Baru Indonesia untuk Singapura Suryopratomo Resmi Bertugas

Dubes Baru Indonesia untuk Singapura Suryopratomo Resmi Bertugas

Global
Kabinet Joe Biden, Klaim Siap Jadi Pemimpin Dunia Lagi

Kabinet Joe Biden, Klaim Siap Jadi Pemimpin Dunia Lagi

Global
Dewan Keamanan PBB Batalkan Pembahasan Konflik Etiopia-Tigray

Dewan Keamanan PBB Batalkan Pembahasan Konflik Etiopia-Tigray

Global
Pengacara Wanita Eks ISIS: Shamima Begum Harus Pulang ke Inggris

Pengacara Wanita Eks ISIS: Shamima Begum Harus Pulang ke Inggris

Global
India Larang 43 Lebih Aplikasi dari China termasuk Alibaba, Buntut Insiden Ladakh

India Larang 43 Lebih Aplikasi dari China termasuk Alibaba, Buntut Insiden Ladakh

Global
Hilang Sejak 2001, Buku Catatan Charles Darwin, Perintis Teori Evolusi Masih Belum Ditemukan

Hilang Sejak 2001, Buku Catatan Charles Darwin, Perintis Teori Evolusi Masih Belum Ditemukan

Global
Setelah Netanyahu Dikabarkan Bertemu MBS, Arab Saudi Masuk 'Daftar Hijau' Covid-19 Israel

Setelah Netanyahu Dikabarkan Bertemu MBS, Arab Saudi Masuk "Daftar Hijau" Covid-19 Israel

Global
Serangan Houthi Membuat Lubang Besar di Tangki Minyak Saudi Aramco

Serangan Houthi Membuat Lubang Besar di Tangki Minyak Saudi Aramco

Global
Kawan-kawannya Meninggal Dunia, Curhat Mahathir: Saya Sendiri Sekarang

Kawan-kawannya Meninggal Dunia, Curhat Mahathir: Saya Sendiri Sekarang

Global
[POPULER GLOBAL] Biden Umumkan Kabinet Baru | Temuan Rumah Masa Kecil Yesus

[POPULER GLOBAL] Biden Umumkan Kabinet Baru | Temuan Rumah Masa Kecil Yesus

Global
Angkatan Laut Rusia Kejar Kapal Perang AS di Wilayah Pasifik, Mengapa?

Angkatan Laut Rusia Kejar Kapal Perang AS di Wilayah Pasifik, Mengapa?

Global
Sebelum Dibunuh, Jamal Khashoggi Sempat Diancam oleh Oknum Pejabat Arab Saudi

Sebelum Dibunuh, Jamal Khashoggi Sempat Diancam oleh Oknum Pejabat Arab Saudi

Global
Setelah Pfizer, Vaksin Covid-19 Sputnik V Milik Rusia Diklaim Efektif 95 Persen

Setelah Pfizer, Vaksin Covid-19 Sputnik V Milik Rusia Diklaim Efektif 95 Persen

Global
Habitatnya Tergerus, Platipus Spesies Asli Australia Terancam Punah

Habitatnya Tergerus, Platipus Spesies Asli Australia Terancam Punah

Global
komentar
Close Ads X