Perempuan Berdaya: Perjuangan Perempuan Kulit Hitam Mendapatkan Hak Pilih yang Setara

Kompas.com - 19/08/2020, 18:06 WIB
Sembilan wanita Afrika-Amerika berpose untuk berfoto dengan Nannie Burroughs, memegang spanduk bertuliskan, Banner State Womans National Baptist Convention, sekitar tahun 1905. Library of Congress via ABC News Sembilan wanita Afrika-Amerika berpose untuk berfoto dengan Nannie Burroughs, memegang spanduk bertuliskan, Banner State Womans National Baptist Convention, sekitar tahun 1905.

KOMPAS.com - Pada 18 Agustus 1920, menjadi momen penting untuk hak pilih perempuan khususnya kulit hitam di Amerika Serikat ( AS), di mana UU Amandemen ke-19 diretifikasi, memberikan kepastian semua perempuan memiliki hak pilih yang sama.

Tennessee menjadi negara bagian ke-36 yang meratifikasi Amandemen ke-19.

Sekarang sudah genap 100 tahun menandai peringatan hak pilih perempuan, semakin banyak jejak sejarah disorot tentang peran perempuan kulit hitam dalam memastikan semua perempuan memiliki hak untuk memilih.

Hari ini, hanya beberapa bulan lagi sebelum pemilihan presiden AS 2020, di mana perempuan kulit hitam telah diharapkan menjadi kelompok suara yang penting. Itulah yang dikatakan sejarawan tentang peran perempuan kulit hitam dalam gerakan hak pilih.

Di 100 tahun perayaan perjuangan perempuan kulit hitam saat ini, bahkan perempuan kulit hitam memiliki kesempatan untuk maju ke panggung pemilihan presiden AS 2020, yang diwakilkan oleh Kamala Harris sebagai wakil presiden mendampingi calon presiden AS Joe Biden.

"Bagaimana jika perempuan kulit hitam, ternyata, benar-benar selalu menjadi yang terdepan dalam perebutan hak suara perempuan Amerika, dan bagaimana jika kita sebagai suatu bangsa hanya mengejar itu?"

Melansir ABC News pada Selasa (18/8/2020), itulah pertanyaan yang diajukan oleh Martha S. Jones, salah satu dari sekian banyak sejarawan yang sekarang menulis ulang buku-buku sejarah tentang peran perempuan kulit hitam dalam gerakan hak pilih perempuan di AS.

Sejarawan perempuan Afrika-Amerika seperti dirinya telah mengetahui banyak hal tentang cerita tentang perjuangan perempuan kulit hitam untuk mendapatkan hak pilih, sejak lama.

Jones adalah seorang profesor sejarah dan sarjana hukum Amerika. Bergabung dalam Society of Presidential Alumni Black Profesor. Dia mengajar sebagai ahli sejarah di Universitas Johns Hopkins.

"Seperti banyak mata pelajaran lainnya, bagaimana kita mendapatkan ilmu dari ruang kelas, jurnal profesional kita, serta buku-buku kita, kemudian dimasukan ke dalam pikiran populer, akan selalu menjadi tantangan," ujar Jones di acara Good Morning America.

Halaman:

Sumber ABC News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Global
Kepala Keamanan Lebanon Positif Covid-19 Setelah Berkunjung di Gedung Putih

Kepala Keamanan Lebanon Positif Covid-19 Setelah Berkunjung di Gedung Putih

Global
Virus Corona, Singapura Bersiap Masuki New Normal pada Akhir Tahun

Virus Corona, Singapura Bersiap Masuki New Normal pada Akhir Tahun

Global
Seorang Mahasiswa Rela Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimental dan Bayar Rp 902.555

Seorang Mahasiswa Rela Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimental dan Bayar Rp 902.555

Global
11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Urus Visa Pindah ke Pakistan

11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Urus Visa Pindah ke Pakistan

Global
Singapura Akan Mulai Vaksin Warga dari Covid-19 pada 2021

Singapura Akan Mulai Vaksin Warga dari Covid-19 pada 2021

Global
Pangeran Arab Saudi, Nawaf bin Saad bin Saud bin Abdulaziz Al Saud, Wafat

Pangeran Arab Saudi, Nawaf bin Saad bin Saud bin Abdulaziz Al Saud, Wafat

Global
Di Umur 95 Tahun, Mahathir Mohamad Kembali Calonkan Diri sebagai PM Malaysia

Di Umur 95 Tahun, Mahathir Mohamad Kembali Calonkan Diri sebagai PM Malaysia

Global
Sudan Transfer AS Rp 4,9 Triliun untuk Keluar dari Daftar Negara Terorisme

Sudan Transfer AS Rp 4,9 Triliun untuk Keluar dari Daftar Negara Terorisme

Global
Pertama Kalinya, Paus Fransiskus Pakai Masker di Depan Umum

Pertama Kalinya, Paus Fransiskus Pakai Masker di Depan Umum

Global
Jerman Dakwa Operator Darknet dengan Lebih dari 249.000 Kejahatan Siber Lewat 900 Server Gelap

Jerman Dakwa Operator Darknet dengan Lebih dari 249.000 Kejahatan Siber Lewat 900 Server Gelap

Global
Dikepung UMNO, Anwar dan Mahathir, Apakah Muhyiddin Bertahan Jadi PM Malaysia?

Dikepung UMNO, Anwar dan Mahathir, Apakah Muhyiddin Bertahan Jadi PM Malaysia?

Global
Dituduh Sodomi, Anwar Ibrahim Kembali Diperiksa Polisi

Dituduh Sodomi, Anwar Ibrahim Kembali Diperiksa Polisi

Global
TKI Parti Kembali Gugat Jaksa yang Tuntut Dia Bersalah, Setelah Sempat Berniat Membatalkan

TKI Parti Kembali Gugat Jaksa yang Tuntut Dia Bersalah, Setelah Sempat Berniat Membatalkan

Global
Kerja Sama Formal Israel-UEA Disebut Bersejarah, Palestina: Memalukan

Kerja Sama Formal Israel-UEA Disebut Bersejarah, Palestina: Memalukan

Global
komentar
Close Ads X