Kasus Virus Corona Melonjak, Jemaat Gereja di Korsel Diminta Karantina

Kompas.com - 17/08/2020, 15:31 WIB
Seorang pegawai terlihat memakai masker untuk melindungi diri dari virus corona, saat membersihkan jendela toko sepatu di pusat perbelanjaan Seoul, ibu kota Korea Selatan, pada 12 Juni 2020. AP/AHN YOUNG-JOONSeorang pegawai terlihat memakai masker untuk melindungi diri dari virus corona, saat membersihkan jendela toko sepatu di pusat perbelanjaan Seoul, ibu kota Korea Selatan, pada 12 Juni 2020.

SEOUL, KOMPAS.com - Ribuan jemaat gereja protestan di Seoul, Korea Selatan ( Korsel) diminta untuk melakukan karantina mandiri.

Langkah tersebut diambil otoritas Korsel karena negara tersebut kini memerangi klaster virus corona yang terkait dengan kelompok agama.

Selama akhir pekan, Seoul dan Provinsi Gyeonggi melarang setiap acara keagamaan sebagaimana diwartakan AFP, Senin (17/8/2020).

Pemerintah juga mendesak rakyatnya untuk menghindari perjalanan yang tidak diperlukan setelah lonjakan kasus virus corona yang memicu kekhawatiran adanya gelombang kedua.

Pada Senin, Korsel melaporkan 197 kasus baru virus corona terkonfirmasi. Sehingga, total kasus virus corona terkonfirmasi di negara tersebut kini sebanyak 15.515 kasus.

Selama empat hari terakhir, jumlah kasus virus corona terkonfirmasi di Korsel berada pada kisaran tiga digit.

Baca juga: Takut Virus Corona, Rakyat Korea Selatan Sterilkan Uang di Microwave dan Mesin Cuci

Rata-rata mereka yang terjangkit virus corona berusia 30-an tahun dan 40-an tahun.

Klaster virus corona terbesar di Korsel saat ini berpusat di Gereja Sarang Jeil di Seoul.

Gereja tersebut dipimpin oleh Jun Kwang-hun yang merupakan salah satu tokoh pemimpin aksi protes terhadap Presiden Korsel Moon Jae-in.

Jun termasuk di antara pembicara yang berpidato di depan ribuan pengunjuk rasa sayap kanan yang melawan pemerintah kiri-tengah Moon di Seoul pada akhir pekan lalu.

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Dokter Gigi Lakukan Operasi Sambil Tunjukkan Alat Kelaminnya

Seorang Dokter Gigi Lakukan Operasi Sambil Tunjukkan Alat Kelaminnya

Global
Keluhkan Gangguan Napas, Ternyata Ada Koin di Dalam Hidung Pria Ini

Keluhkan Gangguan Napas, Ternyata Ada Koin di Dalam Hidung Pria Ini

Global
Israel Dituding Bunuh Ilmuwan Top Iran Mohsen Fakhrizadeh-Mahabadi

Israel Dituding Bunuh Ilmuwan Top Iran Mohsen Fakhrizadeh-Mahabadi

Global
'Monolit' Logam Misterius Ditemukan di Utah, Dikira dari Dunia Lain

"Monolit" Logam Misterius Ditemukan di Utah, Dikira dari Dunia Lain

Global
[POPULER GLOBAL] Raja Vajiralongkorn Dituntut Kembalikan Aset ke Negara | Profil Sineenat, Selir Raja Thailand yang Foto Seksualnya Bocor ke Publik

[POPULER GLOBAL] Raja Vajiralongkorn Dituntut Kembalikan Aset ke Negara | Profil Sineenat, Selir Raja Thailand yang Foto Seksualnya Bocor ke Publik

Global
Menantu Erdogan Tinggalkan Jabatan Wakil Kepala Dana Kekayaan Negara Turki

Menantu Erdogan Tinggalkan Jabatan Wakil Kepala Dana Kekayaan Negara Turki

Global
Seorang Ilmuwan Nuklir Iran Tewas Diserang di dalam Mobil

Seorang Ilmuwan Nuklir Iran Tewas Diserang di dalam Mobil

Global
Hubungan Kurdi Irak dengan Israel yang Bercerai setelah Kesepakatan Normalisasi

Hubungan Kurdi Irak dengan Israel yang Bercerai setelah Kesepakatan Normalisasi

Global
Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Global
Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Global
Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Global
Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Global
Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Global
Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Global
Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Global
komentar
Close Ads X