Sarankan Menu Berdasarkan Berat Badan, Restoran Ini Minta Maaf

Kompas.com - 16/08/2020, 09:24 WIB
Presiden China Xi Jinping menegaskan perlunya meningkatkan kesadaran krisis terkait makanan. GETTY IMAGES via BBC INDONESIAPresiden China Xi Jinping menegaskan perlunya meningkatkan kesadaran krisis terkait makanan.

CHANGSHA, KOMPAS.com – Sebuah restoran di China tengah meminta maaf karena sebelumnya telah memperlakukan pengunjung berdasarkan berat badan.

Awalnya, restoran daging sapi tersebut dilaporkan mendorong pengunjung menimbang badan mereka baru kemudian boleh memesan makanan sebagaimana dilansir dari BBC, Sabtu (15/8/2020).

Restoran yang terletak di kota Changsha, China, tersebut menempatkan dua timbangan besar di dekat pintu masuknya.

Setelah menimbang berat badan, pengunjung dipersilakan memasukkan berat badannya ke sebuah aplikasi yang dimiliki restoran.

Baca juga: Warga AS Menerima Paket Benih Misterius Diduga Dikirim dari China Tanpa Diminta

Aplikasi khusus itu lantas memberikan rekomendasi menu-menu apa yang dapat dipesan oleh pengunjung sesuai dengan berat badannya.

Restoran itu juga menyematkan sejumlah spanduk bertuliskan hemat dan rajin, promosikan piring kosong" atau " operasi piring kosong" di restoran mereka.

Sontak kebijakan tersebut menuai keributan di jagad media sosial di China.

Tanda pagar (tagar) tentang restoran tersebut telah dilihat lebih dari 300 juta kali di platform media sosial Weibo.

Baca juga: Sampah Makanan Menumpuk, China Kritik Tren Mukbang dan Luncurkan Kampanye Piring Bersih

Setelah rama-ramai di Weibo, restoran itu mengatakan "sangat menyesal" atas interpretasinya terhadap " Kampanye Piring Bersih" nasional.

"Niat awal kami adalah untuk menganjurkan menyetop limbah dan memesan makanan dengan cara yang sehat. Kami tidak pernah memaksa pelanggan untuk menimbang diri mereka sendiri," kata restoran itu dalam sebuah permintaan maaf yang diunggah secara online.

Pemerintah China sebelumnya telah meluncurkan kampanye nasional bertajuk “Kampanye Piring Bersih” untuk menyetop limbah makanan secara nasional.

Baca juga: Sayap Ayam Beku Impor dari Brasil Terlacak Positif Virus Corona di China

Halaman:

Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selamat dari Perang Dunia dan Flu Spanyol, Nenek 107 Tahun Ini Tak Khawatir Covid-19

Selamat dari Perang Dunia dan Flu Spanyol, Nenek 107 Tahun Ini Tak Khawatir Covid-19

Global
2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel Sambil Diteriaki 'Arab Kotor'

2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel Sambil Diteriaki "Arab Kotor"

Global
Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi

Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi

Global
Terungkap, Trump Ternyata Punya Rekening Bank di China

Terungkap, Trump Ternyata Punya Rekening Bank di China

Global
9 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Terima Suntikan Vaksinasi Flu Musiman

9 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Terima Suntikan Vaksinasi Flu Musiman

Global
Paus Fransiskus Kembali Buka Maskernya

Paus Fransiskus Kembali Buka Maskernya

Global
Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Global
Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Global
Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Global
Ekstrem, Pria Tua Jerman Semprot Merica untuk Jaga Jarak di Tengah Ketakutan Covid-19

Ekstrem, Pria Tua Jerman Semprot Merica untuk Jaga Jarak di Tengah Ketakutan Covid-19

Global
Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Global
Kepala Keamanan Lebanon Positif Covid-19 Setelah Berkunjung di Gedung Putih

Kepala Keamanan Lebanon Positif Covid-19 Setelah Berkunjung di Gedung Putih

Global
Virus Corona, Singapura Bersiap Masuki New Normal pada Akhir Tahun

Virus Corona, Singapura Bersiap Masuki New Normal pada Akhir Tahun

Global
Seorang Mahasiswa Rela Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimental dan Bayar Rp 902.555

Seorang Mahasiswa Rela Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimental dan Bayar Rp 902.555

Global
11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Urus Visa Pindah ke Pakistan

11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Urus Visa Pindah ke Pakistan

Global
komentar
Close Ads X