Trump Perpanjang Waktu Penjualan TikTok di AS Jadi 90 Hari, tetapi Ada Syarat Baru

Kompas.com - 15/08/2020, 16:08 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan keterangan dalam konferensi pers yang berlangsung di Ruangan James Brady, Gedung Putih, Washington DC, pada 10 Agustus 2020. Dia tengah memberikan pernyataan ketika tiba-tiba dibawa keluar oleh agen Secret Service, buntut penembakan yang terjadi di Gedung Putih. AFP PHOTO/BRENDAN SMIALOWSKIPresiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan keterangan dalam konferensi pers yang berlangsung di Ruangan James Brady, Gedung Putih, Washington DC, pada 10 Agustus 2020. Dia tengah memberikan pernyataan ketika tiba-tiba dibawa keluar oleh agen Secret Service, buntut penembakan yang terjadi di Gedung Putih.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump pada Jumat (14/8/2020) kembali menagih penjualan TikTok oleh ByteDance.

Ia mengeluarkan perintah eksekutif baru, yang mengharuskan ByteDance menjual operasional TikTok di AS dalam 90 hari ke depan.

Perintah tersebut didasarkan pada pelarangan masif yang diumumkan pekan lalu bahwa TikTok dan WeChat akan mengakhiri semua layanannya di "Negeri Paman Sam".

Baca juga: TikTok: Mengapa Jadi Ancaman Keamanan di Sejumlah Negara?

ByteDance membeli aplikasi video karaoke Musical.ly sekitar tiga tahun lalu dalam kesepakatan senilai hampir 1 miliar dollar AS. Aplikasi itu kemudian berubah jadi TikTok dan menjadi populer di seluruh dunia.

Trump berpendapat, ada "bukti yang dapat dipercaya" bahwa pembelian Musical.ly oleh ByteDance "mengancam merusak keamanan nasional Amerika Serikat".

"Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, TikTok disukai oleh 100 juta orang Amerika karena ini adalah rumah untuk hiburan, ekspresi diri, dan koneksi," demikian keterangan ByteDance saat dimintai tanggapan oleh AFP.

"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan kegembiraan bagi keluarga dan karier yang bermakna bagi mereka, yang berkreasi di platform kami selama bertahun-tahun ke depan."

Baca juga: Jaga-jaga Diblokir AS, TikTok Akan Dirikan Pusat Data Pertama di Eropa

Perintah eksekutif baru ini berlaku sampai 90 hari ke depan, dan melarang akusisi serta melarang ByteDance memiliki saham jenis apa pun di Musical.ly.

Trump juga memerintahkan bahwa setiap penjualan saham Musical.ly di AS harus ditandatangani Komite Investasi Asing, yang akan diberi akses ke pembukuan ByteDance.

Pada perintah eksekutif baru ini, TikTok juga diharuskan menghapus setiap data penggunanya di AS.

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X