Kabar Baik Virus Corona, Singapura Catatkan Nol Kasus Komunal Pertama dalam 75 Hari

Kompas.com - 15/08/2020, 11:09 WIB
Warga Singapura terlihat berlintasan di depan Stasiun MRT Bedok, Singapura Timur, Kamis siang (13/08/2020). Singapura saat ini berada pada fase 2 memasuki new normal (tatanan hidup baru) melawan pandemi Covid-19 KOMPAS.com/ ERICSSEN Warga Singapura terlihat berlintasan di depan Stasiun MRT Bedok, Singapura Timur, Kamis siang (13/08/2020). Singapura saat ini berada pada fase 2 memasuki new normal (tatanan hidup baru) melawan pandemi Covid-19

SINGAPURA, KOMPAS.com – Penyebaran wabah virus Covid-19 di Singapura terus merosot. Untuk pertama kalinya dalam 75 hari tepatnya sejak 1 Juni, "Negeri Singa” bebas dari community transmission atau kasus komunal.

Kasus infeksi komunal hanya dihitung dari kasus di masyarakat Singapura, tanpa memasukkan kasus di asrama pekerja asing.

Data terbaru pada Jumat (14/8/2020) yang dirilis Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) menunjukan, total 83 kasus baru terdiri dari 79 kasus di asrama pekerja asing dan 4 kasus impor.

Baca juga: Manipulasi Saham di Singapura, Kris Wiluan Eks Orang Terkaya RI Terancam Penjara 7 Tahun

Stabilnya Covid-19 di Singapura

Kurva virus corona di Singapura terus mengalami penurunan sejak fase 2 memasuki new normal (tatanan hidup baru) pada 19 Juni.

Community cases dalam 2 pekan terakhir stabil dengan rataan hanya 2 kasus.

Perkembangan menggembirakan ini diikuti dengan anjloknya tambahan kasus harian Covid-19 ke angka dua digit untuk pertama kalinya sejak 30 Maret pada 12 Agustus, di mana hanya tercatat 42 kasus.

Otoritas Singapura juga mengumumkan telah menyelesaikan tes Covid-19 terhadap sekitar 200.000 pekerja asing asrama, yang didominasi dari India dan Bangladesh. Pengumuman ini mengakhiri proses panjang selama 4 bulan.

Ditargetkan bulan ini asrama pekerja asing akan bebas total dari Covid-19.

Baca juga: Singapura Targetkan Asrama Pekerja Asing Bebas Virus Corona Awal Agustus

Tercatat tinggal 21.300 pekerja yang masih menjalani masa karantina dan menunggu hasil akhir apakah status mereka positif atau negatif corona.

Total kasus Covid-19 di Singapura saat ini adalah 55.395, dengan 91,17 persen atau 50.505 pasien telah pulih total.

Sementara itu 92 pasien atau 0,17 persen masih dirawat di rumah sakit, dan 4.756 orang atau 8,59 persen masih menjalani isolasi atau pemulihan mandiri di sejumlah fasilitas pemulihan.

Angka kematian tetap salah satu yang terendah di dunia yaitu 27 pasien atau 0,05 persen.

Baca juga: Berencana ke Singapura Saat Pandemi? Pemerintah di Sana Siapkan Ini

Roda perekonomian Singapura hampir pulih total. Aktivitas bisnis dan perdagangan mulai beranjak perlahan dari hilangnya pendapatan, ketika lockdown parsial diterapkan dari 7 April hingga 1 Juni.

Hanya segelintir usaha yang masih dilarang beroperasi seperti kelab malam, bar, dan pusat karaoke yang dinilai masih terlalu riskan, karena berpotensi memicu klaster baru kasus komunal.

Mayoritas pekerja terutama kerah putih masih bekerja dari rumah atau Work from Home (WFH) sebagai bentuk pencegahan melawan virus bernama resmi SARS-CoV-2 ini.

Singapura juga berhasil menggelar pemilihan umum (pemilu) yang sukses dan aman di tengah pandemi pada 11 Juli lalu.

Baca juga: Walau Kembali Menang Telak Pemilu Singapura, PAP Raih Hasil Terburuk dalam Sejarah


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Polisi Terbunuh oleh Seekor Ayam dalam Penggerebekan di Filipina

Seorang Polisi Terbunuh oleh Seekor Ayam dalam Penggerebekan di Filipina

Global
Protes kepada PM Thailand, Politisi Ini Sayat Pergelangan Tangan Saat Sidang Parlemen

Protes kepada PM Thailand, Politisi Ini Sayat Pergelangan Tangan Saat Sidang Parlemen

Global
Kisah Umat Beragama di Bangladesh yang Bersatu Perangi Covid-19

Kisah Umat Beragama di Bangladesh yang Bersatu Perangi Covid-19

Global
Serba-Serbi Menarik Jelang Pilpres AS 2020

Serba-Serbi Menarik Jelang Pilpres AS 2020

Global
Ribuan Orang di Bangladesh Protes Kartun Nabi Muhammad Dilindungi Kebebasan Berekspresi

Ribuan Orang di Bangladesh Protes Kartun Nabi Muhammad Dilindungi Kebebasan Berekspresi

Global
Pantai Pasir Putih Buatan di Filipina Memang Indah, Tapi Bisa Picu Bencana Ekologis

Pantai Pasir Putih Buatan di Filipina Memang Indah, Tapi Bisa Picu Bencana Ekologis

Global
Anjing Setia Ini Berjalan 60 Km Selama 26 Hari untuk Pulang ke Majikannya

Anjing Setia Ini Berjalan 60 Km Selama 26 Hari untuk Pulang ke Majikannya

Global
Kerja sama Indonesia-Australia Kembangkan Program Perlindungan dan Bantuan bagi Saksi dan Korban

Kerja sama Indonesia-Australia Kembangkan Program Perlindungan dan Bantuan bagi Saksi dan Korban

Global
Penumpang Perempuan Diminta Telanjang di Bandara, Qatar Minta Maaf dan Janji Selidiki

Penumpang Perempuan Diminta Telanjang di Bandara, Qatar Minta Maaf dan Janji Selidiki

Global
Kim Jong Un Mulai Sering Tampil di Depan Publik, Bukti Kalahkan Covid-19?

Kim Jong Un Mulai Sering Tampil di Depan Publik, Bukti Kalahkan Covid-19?

Global
'Polisi Membiarkan Pacar Saya Mati'

"Polisi Membiarkan Pacar Saya Mati"

Global
Perempuan Berdaya: 10 Wanita Tangguh Dunia dalam Sejarah Sepak Bola

Perempuan Berdaya: 10 Wanita Tangguh Dunia dalam Sejarah Sepak Bola

Global
Charlie Hebdo Dianggap Hina Erdogan, Turki Murka

Charlie Hebdo Dianggap Hina Erdogan, Turki Murka

Global
Seorang Ayah Tega Bunuh 2 Putranya, Lalu Bawa Kabur 2 Putrinya

Seorang Ayah Tega Bunuh 2 Putranya, Lalu Bawa Kabur 2 Putrinya

Global
Penganut Saksi Yehova Tolak Wajib Militer, Korsel Persilakan Mereka Kerja di Penjara

Penganut Saksi Yehova Tolak Wajib Militer, Korsel Persilakan Mereka Kerja di Penjara

Global
komentar
Close Ads X