Kencan Lewat Tinder, Wanita Pakistan Menghalau Tabu

Kompas.com - 15/08/2020, 06:13 WIB
Ilustrasi Tinder IstIlustrasi Tinder

KOMPAS.com - Perempuan yang berkencan secara kasual bukan hal biasa dalam masyarakat Pakistan yang didominasi pria.

Namun aplikasi kencan seperti Tinder menantang norma itu dan memungkinkan perempuan memiliki keputusan sendiri.

Faiqa adalah pengusaha perempuan berusia 32 tahun di Islamabad, dan seperti banyak perempuan lajang muda di seluruh dunia, dia menggunakan aplikasi kencan untuk terhubung dengan pria.

Meskipun kencan kasual untuk perempuan masih dianggap kurang pantas di Pakistan yang konservatif dan sangat patriarkal, fenomena baru ini dengan cepat menyebar di kota-kota negara itu.

Faiqa telah menggunakan aplikasi kencan Tinder selama dua tahun, dan dia mengatakan meskipun pengalaman itu terasa "membebaskan", banyak pria Pakistan tidak terbiasa dengan gagasan bahwa perempuan mengambil kendali atas seksualitas dan kehidupan kencan mereka. Perempuan Pakistan kerap dituntut untuk menjaga "kehormatan" keluarga.

"Saya telah bertemu dengan beberapa pria di Tinder yang menggambarkan diri mereka sebagai 'feminis berpikiran terbuka', namun mereka pun masih bertanya kepada saya: 'Mengapa gadis terhormat dan berpendidikan seperti Anda jadi anggota aplikasi kencan?“ demikian Faiqa menceritakannya kepada DW.


Baca juga: Patung Buddha Berusia 1.700 Tahun Dihancurkan, 4 Orang di Pakistan Ditangkap

Kencan online tumbuh di Asia Selatan

India memimpin pasar kencan online di Asia Selatan, dan Pakistan perlahan-lahan mengikutinya.

Sebuah studi yang dibuat oleh Jurnal Kajian Komunikasi menemukan bahwa sebagian besar pengguna Tinder di Pakistan berasal dari kota-kota besar termasuk Islamabad, Lahore dan Karachi dan biasanya berusia antara 18 dan 40 tahun.

Aplikasi kencan lain juga semakin populer. MuzMatch hanya melayani muslim yang mencari teman kencan.

Bumble, meskipun relatif baru di pasar kencan online, adalah aplikasi favorit di antara banyak feminis Pakistan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dianggap Menghina Islam, Presiden Perancis Dikecam Umat Kristen di Arab

Dianggap Menghina Islam, Presiden Perancis Dikecam Umat Kristen di Arab

Global
Israel Mulai Uji Coba Kandidat Vaksin Covid-19 Terhadap Manusia

Israel Mulai Uji Coba Kandidat Vaksin Covid-19 Terhadap Manusia

Global
Seorang Wanita Pilih Babi sebagai Binatang Peliharaan Kesayangan

Seorang Wanita Pilih Babi sebagai Binatang Peliharaan Kesayangan

Global
Darurat Nasional Ditolak Raja, PM Malaysia Sempat Putus Asa Ingin Mundur

Darurat Nasional Ditolak Raja, PM Malaysia Sempat Putus Asa Ingin Mundur

Global
Kapal Tanker Dilaporkan Dibajak di Selat Inggris, Militer Turun Tangan

Kapal Tanker Dilaporkan Dibajak di Selat Inggris, Militer Turun Tangan

Global
Dimediasi AS, Azerbaijan-Armenia Sepakati Gencatan Senjata Ketiga

Dimediasi AS, Azerbaijan-Armenia Sepakati Gencatan Senjata Ketiga

Global
Penggunaan 2 Vaksin Influenza di Singapura Dihentikan, Ini Sebabnya

Penggunaan 2 Vaksin Influenza di Singapura Dihentikan, Ini Sebabnya

Global
Muncul 137 Kasus Baru Covid-19, China Langsung Tes 4,75 Juta Warga Xinjiang

Muncul 137 Kasus Baru Covid-19, China Langsung Tes 4,75 Juta Warga Xinjiang

Global
Nge-'Like' Foto Kepala Guru yang Dipenggal di Perancis, Pria Ini Diadili

Nge-"Like" Foto Kepala Guru yang Dipenggal di Perancis, Pria Ini Diadili

Global
Ada Tembakan Nyasar, Iran Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Azerbaijan-Armenia

Ada Tembakan Nyasar, Iran Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Azerbaijan-Armenia

Global
PM Bulgaria Positif Covid-19, Tambah Daftar Kepala Negara yang Terinfeksi

PM Bulgaria Positif Covid-19, Tambah Daftar Kepala Negara yang Terinfeksi

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Pangeran Brunei Mati Muda | Final Debat Capres AS

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Pangeran Brunei Mati Muda | Final Debat Capres AS

Global
Rangkul Generasi Z, Pejabat AS Kampanye Pilpres Pakai Game 'Among Us'

Rangkul Generasi Z, Pejabat AS Kampanye Pilpres Pakai Game "Among Us"

Global
Klaster Virus Corona Gedung Putih Bertambah, Ajudan Wapres AS Positif Covid-19

Klaster Virus Corona Gedung Putih Bertambah, Ajudan Wapres AS Positif Covid-19

Global
Raja: Malaysia Tidak Perlu Berlakukan Keadaan Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Raja: Malaysia Tidak Perlu Berlakukan Keadaan Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Global
komentar
Close Ads X