Perjanjian Israel-UEA Digadang sebagai "Langkah Besar" Menuju Perdamaian

Kompas.com - 14/08/2020, 13:18 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu AFPPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

TEL AVIV, KOMPAS.com - Mantan pejabat Israel dan Amerika Serikat ( AS) yang terlibat dalam proses perdamaian Timur Tengah memuji perjanjian penting UEA-Israel yang ditetapkan untuk menormalkan hubungan antara kedua negara.

Pada Kamis (13/8/2020), Presiden AS Donald Trump mengumumkan "Abraham Accord," sebuah perjanjian diplomatik antara UEA dan Israel, yang merupakan perjanjian perdamaian pertama Israel dengan negara Arab dalam 25 tahun.

Melansir Al Arabiya English pada Kamis (13/8/2020), Nadav Tamir, mantan penasihat kebijakan Presiden Israel Shimon Peres, mengatakan kepada Al Arabiya English bahwa perjanjian itu, yang akan menghentikan pencaplokan atas wilayah Palestina oleh Israel, adalah "berita bagus untuk perdamaian".

"Tidak ada aneksasi dan peningkatan hubungan dengan negara Arab yang penting," kata Tamir dalam wawancara dengan Al Arabiya English.

Baca juga: UEA Ambil Langkah Berani Menormalisasi Hubungan dengan Israel

Mantan utusan AS untuk Duta Besar Timur Tengah, Dennis Ross mengatakan keputusan UEA untuk menormalisasi hubungan dengan Israel sebagai imbalan pembekuan aneksasi adalah "langkah besar".

"Ini mencegah aneksasi Israel, yang mempertahankan kemungkinan 2 negara dan harapan untuk perdamaian antara Israel dan Palestina," kata Ross dalam sebuah wawancara dengan Al Arabiya English.

Ross ini dahulu memainkan peran utama dalam membentuk keterlibatan AS dalam proses perdamaian Timur Tengah selama lebih dari 12 tahun.

Ross mengatakan bahwa sementara Palestina mungkin mengkritik perjanjian tersebut, "kenyataannya adalah aneksasi telah dicegah dan itu melayani kepentingan Palestina."

Baca juga: Beri Pesan kepada Israel, Hamas Tembakkan Roket ke Laut

Sementara, anggota parlemen Palestina Bernard Sabella menyatakan keraguannya terhadap tujuan perjanjian perdamaian UEA dengan Israel.

Sabella mengatakan kepada Al Arabiya English setelah pengumuman perjanjian perdamaian tersebut, bahwa dia tidak yakin bahwa usaha pembentukan perjanjian tersebut, "akan benar-benar mengubah banyak hal di lapangan sehubungan dengan permukiman dan aneksasi."

Halaman:

Sumber Alarabiya
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rangkul Generasi Z, Pejabat AS Kampanye Pilpres Pakai Game 'Among Us'

Rangkul Generasi Z, Pejabat AS Kampanye Pilpres Pakai Game "Among Us"

Global
Klaster Virus Corona Gedung Putih Bertambah, Ajudan Wapres AS Positif Covid-19

Klaster Virus Corona Gedung Putih Bertambah, Ajudan Wapres AS Positif Covid-19

Global
Raja: Malaysia Tidak Perlu Berlakukan Keadaan Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Raja: Malaysia Tidak Perlu Berlakukan Keadaan Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Hendak Kabur, Remaja Palestina Tewas Dipukuli Tentara Israel

Hendak Kabur, Remaja Palestina Tewas Dipukuli Tentara Israel

Global
Tak Terima Dihina Turki, Perancis Panggil Duta Besarnya

Tak Terima Dihina Turki, Perancis Panggil Duta Besarnya

Global
Pengawalnya Positif Covid-19, Raja Thailand Dilarikan ke Rumah Sakit

Pengawalnya Positif Covid-19, Raja Thailand Dilarikan ke Rumah Sakit

Global
Viral Video Raja Thailand Vajiralongkorn Ucapkan Terima Kasih kepada Pendukungnya

Viral Video Raja Thailand Vajiralongkorn Ucapkan Terima Kasih kepada Pendukungnya

Global
Sarang 'Lebah Pembunuh' Ditemukan, Departemen Pertanian Washington Turunkan Kru Pembasmi

Sarang 'Lebah Pembunuh' Ditemukan, Departemen Pertanian Washington Turunkan Kru Pembasmi

Global
Bom Bunuh Diri Serang Pusat Pendidikan di Afghanistan, Tewaskan 24 Orang

Bom Bunuh Diri Serang Pusat Pendidikan di Afghanistan, Tewaskan 24 Orang

Global
Pangeran Brunei 'Abdul' Azim Meninggal di Usia 38 Tahun

Pangeran Brunei 'Abdul' Azim Meninggal di Usia 38 Tahun

Global
Kumbang Tangguh Ini Jadi Inspirasi Ilmuwan untuk Rancang Pesawat Lebih Kuat

Kumbang Tangguh Ini Jadi Inspirasi Ilmuwan untuk Rancang Pesawat Lebih Kuat

Global
Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara

Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara

Global
Biografi Lee Kun-hee, Bos Samsung Perombak Perusahaan Warisan Ayahnya

Biografi Lee Kun-hee, Bos Samsung Perombak Perusahaan Warisan Ayahnya

Global
Kronologi Demo Nigeria: Kebrutalan Polisi dan Tuntutan Reformasi

Kronologi Demo Nigeria: Kebrutalan Polisi dan Tuntutan Reformasi

Global
Bunuh Korban dengan Racun 'Napas Iblis' Sepasang Kriminal Ini Dipenjara Seumur Hidup

Bunuh Korban dengan Racun "Napas Iblis" Sepasang Kriminal Ini Dipenjara Seumur Hidup

Global
komentar
Close Ads X