Trump Sebut Cawapres Biden, Kamala Harris, "Buruk" dan "Licik"

Kompas.com - 12/08/2020, 13:24 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan keterangan dalam konferensi pers yang berlangsung di Ruangan James Brady, Gedung Putih, Washington DC, pada 10 Agustus 2020. AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/ALEX WONGPresiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan keterangan dalam konferensi pers yang berlangsung di Ruangan James Brady, Gedung Putih, Washington DC, pada 10 Agustus 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa pasangan calon wakil presiden Joe Biden, Kamala Harris, "buruk" dan "tidak menghormati" Joe Biden.

Presiden Trump mengatakan hal itu sebagai respons pertama ketika Biden memilih Harris pada Selasa (11/8/2020).

Kampanye Trump juga menyebut Harris sebagai "radikal kiri" dan "palsu".

Melansir CBS News, Trump mengklaim selama konferensi pers, Selasa kemarin, bahwa Harris yang disebutnya tidak menghormati Joe Biden adalah karena ingin menyingkirkan aktivitas pengeboran minyak dan gas, ingin mendirikan pengobatan yang disosialisasikan, memangkas dana militer, serta menaikkan pajak.

Baca juga: Joe Biden Pilih Senator Kamala Harris sebagai Cawapres Melawan Trump

Dia juga menyebut Harris dulunya seorang yang buruk dan bahkan jauh lebih buruk selama debat daripada Senator Elizabeth Warren. Trump bahkan mengejeknya dengan sebutan "Pocahontas".

"Dia sangat, sangat buruk, dan yang paling membuatku kaget, dia sangat, dia mungkin lebih buruk dari Pocahontas bagi Joe Biden. Dia tidak menghormati Joe Biden dan memang sulit untuk memilih orang yang tidak terhormat seperti itu," ujar Trump.

Iklan kampanye Trump menge-tweet sebelum Trump berpidato dan berbunyi, "Pemilih menolak Harris. Para pemilih dengan cerdas bisa mengetahui kepalsuannya. Namun, tidak dengan Joe Biden. Biden tidak terlalu pintar, Biden menyebut dirinya kandidat transisi. Dia beri kendalinya pada Kamala, sementara mereka sama-sama merangkul radikal kiri. Joe si lamban dan Kamala si palsu. Pasangan sempurna. Suatu kesalahan bagi Amerika."

Baca juga: Joe Biden and His Notes on Kamala Harris: Do Not Hold Grudges

Momen bersejarah Harris Harris mengukir sejarah sebagai wanita Afro-Amerika dan Asia Amerika pertama yang dipilih sebagai cawapres.

Kedua orangtuanya adalah imigran yang pindah ke AS. Ayah Harris adalah seorang profesor ekonomi berdarah kulit hitam dari Jamaika, sedangkan ibunya ilmuwan kanker payudara yang bermigrasi dari India.

Selain itu, Harris juga menjadi wanita ketiga yang menjadi cawapres dalam sejarah pilpres AS, menyusul langkah anggota DPR dari New York Geraldine Ferraro pada pilpres 1984 dan mantan Gubernur Alaska Sarah Palin pada pilpres 2008.

Baca juga: Biden ke Komunitas Muslim Amerika: Bantu Saya Kalahkan Trump

Halaman:

Sumber CBS News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X