Inilah Nama Vaksin Virus Corona yang Diciptakan Rusia, Sputnik V

Kompas.com - 11/08/2020, 19:31 WIB
Seorang peneliti bekerja di dalam laboratorium di Institut Penelitian Gamaleya selama proses pengetesan dan produksi vaksin virus corona di Moskwa, Rusia, pada 6 Agustus 2020. Rusia mengklaim menjadi negara pertama yang menciptakan vaksin virus corona, dan diberi nama Sputnik V. THE RUSSIAN DIRECT INVESTMENT FUND/Handout via REUTERSSeorang peneliti bekerja di dalam laboratorium di Institut Penelitian Gamaleya selama proses pengetesan dan produksi vaksin virus corona di Moskwa, Rusia, pada 6 Agustus 2020. Rusia mengklaim menjadi negara pertama yang menciptakan vaksin virus corona, dan diberi nama Sputnik V.

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia mengumumkan nama yang dicantumkan untuk vaksin virus corona yang baru saja mereka kembangkan dan daftarkan, Sputnik V.

Pernyataan yang disampaikan pemimpin dana investasi negara itu terjadi setelah Negeri "Beruang Merah" mengklaim jadi yang pertama menciptakan obat Covid-19.

Baca juga: Putin: Rusia Ciptakan Vaksin Corona Pertama di Dunia, Putriku Sudah Disuntik

Kirill Dmitriyev, Kepala Yayasan Investasi Langsung Rusia yang mendanai proyek vaksin virus corona berujar, Fase 3 bakal dimulai pada Rabu (12/8/2020).

Kemudian seperti dilansir AFP Selasa (11/8/2020), tahap produksi massal vaksin tersebut bakal digeber pada September mendatang.

"Kami telah menyaksikan ketertarikan luar biasa ditunjukkan oleh negara lain untuk vaksin yang dikembangkan Institut Gamaleya," papar Dmitriyev.

Dia mengklaim setidaknya ada 20 negara di dunia yang mengajukan "aplikasi permintaan awal" dengan total mencapai satu miliar dosis.

Dmitriyev menjelaskan bersama mitra luar negerinya, Rusia siap untuk mengirimkan 500 juta vaksin per tahun kepada lima negara.

Adapun penamaan Sputnik V itu merujuk kepada program luar angkasa era Uni Soviet, di mana saat itu Moskwa terlibat Perang Dingin dengan AS.

Lebih lanjut, Dmitriyev mengecam media yang "melakukan serangan terkoordinasi dan sangat hati-hati" untuk mendiskreditkan obat mereka.

Menyoroti Soviet yang sempat bekerja sama dengan AS dalam program luar angkasa, dia meminta negara lain melakukan dialog konstruktif.

"Negara lain harus menyediakan warganya obat berkualitas baik dan aman di masa depan yang bisa menyelamatkan banyak nyawa dan mencegah pandemi," ucapnya.

Baca juga: Duterte Siap Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Covid-19 dari Rusia

Baca tentang

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah 'Pemulung' 5 Hari Tertimbun Longsoran Sampah Setinggi 30 Meter di India

Bocah "Pemulung" 5 Hari Tertimbun Longsoran Sampah Setinggi 30 Meter di India

Global
Pilpres AS 2020: Siapa Capres Idaman China, Iran, dan Rusia?

Pilpres AS 2020: Siapa Capres Idaman China, Iran, dan Rusia?

Global
Kisah Pulau Paling Terpencil di Dunia, Tak Terjamah Virus Corona dan Bisa Dengar Suara Rumput

Kisah Pulau Paling Terpencil di Dunia, Tak Terjamah Virus Corona dan Bisa Dengar Suara Rumput

Global
Seorang Anak 11 Tahun Bunuh Diri Diduga karena Game Online 'Tantangan Horor'

Seorang Anak 11 Tahun Bunuh Diri Diduga karena Game Online "Tantangan Horor"

Global
Kisah Misteri: Peter Stumpp, Manusia Serigala dari Bedburg

Kisah Misteri: Peter Stumpp, Manusia Serigala dari Bedburg

Global
Akan Pulang ke Rusia, Alexei Navalny Ancam Putin

Akan Pulang ke Rusia, Alexei Navalny Ancam Putin

Global
Di Luar Dugaan, Angka Kematian Akibat Covid-19 di Benua Afrika Lebih Rendah dari Lainnya

Di Luar Dugaan, Angka Kematian Akibat Covid-19 di Benua Afrika Lebih Rendah dari Lainnya

Global
Format Debat Capres AS Akan Diganti, Ini Tanggapan Timses Trump dan Biden

Format Debat Capres AS Akan Diganti, Ini Tanggapan Timses Trump dan Biden

Global
Debat Pertama Pilpres AS Kacau, Formatnya Akan Diganti

Debat Pertama Pilpres AS Kacau, Formatnya Akan Diganti

Global
Biden Sebut 'Insya Allah' Saat Tanggapi Masalah Pajak Trump dalam Debat Capres AS Pertama

Biden Sebut "Insya Allah" Saat Tanggapi Masalah Pajak Trump dalam Debat Capres AS Pertama

Global
Keracunan Novichok, Alexei Navalny Tuduh Putin Dalangnya

Keracunan Novichok, Alexei Navalny Tuduh Putin Dalangnya

Global
Inggris Akan Langgar Ketentuan Brexit, Uni Eropa Tempuh Jalur Hukum

Inggris Akan Langgar Ketentuan Brexit, Uni Eropa Tempuh Jalur Hukum

Global
Seorang Wanita Muslim Hamil Diinjak dan Ditinju di Kafe oleh Seorang Pria Islamofobia

Seorang Wanita Muslim Hamil Diinjak dan Ditinju di Kafe oleh Seorang Pria Islamofobia

Global
Pengakuan 'Twitter Killer', Bunuh 9 Orang via Media Sosial dan Mutilasi Korbannya

Pengakuan "Twitter Killer", Bunuh 9 Orang via Media Sosial dan Mutilasi Korbannya

Global
Dubes RI Hajriyanto: Krisis Mengubah Budaya Politik di Lebanon

Dubes RI Hajriyanto: Krisis Mengubah Budaya Politik di Lebanon

Global
komentar
Close Ads X