Penduduk Hong Kong Borong Surat Kabar Apple Daily, Sehari Setelah Jimmy Lai Ditangkap

Kompas.com - 11/08/2020, 19:02 WIB
Bos besar media Hong Kong Jimmy Lae Chee-ying (tengah), ditangkap atas tuduhan kolusi dengan pasukan asing, pada Senin (10/8/2020). Pemilik media Apple Daily dan Next Magazine ini dijerat dengan hukum UU Keamanan Nasional. REUTERS/TYRONE SIUBos besar media Hong Kong Jimmy Lae Chee-ying (tengah), ditangkap atas tuduhan kolusi dengan pasukan asing, pada Senin (10/8/2020). Pemilik media Apple Daily dan Next Magazine ini dijerat dengan hukum UU Keamanan Nasional.

HONG KONG, KOMPAS.com - Penduduk Hong Kong berbondong-bondong membeli surat kabar Apple Daily untuk mendukung kebebasan pers, sehari setelah polisi menangkap pemiliknya,  Jimmy Lai, dan menggerebek tempatnya di bawah UU Keamanan Nasional yang baru.

Terlihat antrean panjang orang-orang membeli koran Apple Daily di kios-kios koran Hong Kong pada Selasa Selasa (11/8/2020), untuk mendukung kebebasan pers di wilayah semi-otonom China ini, menurut laporan yang dilansir dari ABC News pada hari yang sama.

Dukungan publik tersebut datang satu hari setelah polisi menangkap Lai, pejabat penerbit surat kabar pro-demokrasi, dan menggerebek tempatnya dalam upaya penegakan UU Keamanan Nasional Hong Kong.

Baca juga: Cabut Hak Istimewa, AS Labeli Barang Impor dari Hong Kong Made in China

“Pemerintah menekan kebebasan pers,” kata Michael Hung, seorang yang membeli dua eksemplar koran yang seharga 1,25 dollar AS (Rp 18.357) per eksemplar.

Penjaga kios mengatakan dia telah menjual 200 dari jatahnya sekitar 300 surat kabar hingga pagi dini hari. Padahal pada hari-hari biasa, dia hanya bisa menjual sekitar 100 eksemplar.

Setidaknya 200 polisi dikerahkan untuk menggerebek kantor pusat Next Digital, yang menerbitkan Apple Daily, dan beberapa jam kemudian para aparat membawa beberapa kotak yang berisi barang bukti.

Baca juga: Didesak China, Taiwan Khawatir Nasibnya akan Sama Seperti Hong Kong

Sebelumnya, pada Senin (10/8/2020) pukul 7 pagi, Jimmy Lai, dua putranya, dan orang-orang yang terkait dengan perusahaan, ditahan para aparat Hong Kong dengan mengacu pada UU Keamanan Nasional.

Seorang pembantu Lai mengatakan, mereka yang ditangkap dicurigai berkolusi dengan kekuatan asing, menurut UU yang dikriminalisasi tersebut.

Atas penangkapan taipan media Hong Kong tersebut dan orang-orangnya itu, polisi tidak merilis detailnya alasan penangkapan.

Baca juga: Bos Besar Media Hong Kong Ditangkap, HAM PBB Serukan Peninjauan Ulang

Pada hari itu, aktivis demokrasi Agnes Chow juga ditangkap oleh aparat Hong Kong berlandasakan pada penerapan UU Keamanan Nasional.

Halaman:

Sumber ABCNews
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Istri Presiden Soekarno, Pertama Kali Jajal Bermain Yu-Gi-Oh dan Menang

Istri Presiden Soekarno, Pertama Kali Jajal Bermain Yu-Gi-Oh dan Menang

Global
Taiwan Desak China Mundur: Kembali ke Standar Internasional yang Beradab

Taiwan Desak China Mundur: Kembali ke Standar Internasional yang Beradab

Global
Kecewa dengan Liga Arab, Palestina Pilih Mundur dari Kursi Kepresidenan Dewan

Kecewa dengan Liga Arab, Palestina Pilih Mundur dari Kursi Kepresidenan Dewan

Global
[POPULER GLOBAL] Mertua Bunuh Menantu karena Putrinya Diselingkuhi | TKI Menang atas Tuduhan Pencurian

[POPULER GLOBAL] Mertua Bunuh Menantu karena Putrinya Diselingkuhi | TKI Menang atas Tuduhan Pencurian

Global
PM Selandia Baru Diprediksi Menjabat Lagi Berkat Keberhasilannya Tangani Covid-19

PM Selandia Baru Diprediksi Menjabat Lagi Berkat Keberhasilannya Tangani Covid-19

Global
Kanal Telegram Milik ISIS Disebut Dibanjiri Gambar Porno

Kanal Telegram Milik ISIS Disebut Dibanjiri Gambar Porno

Global
Majikan Penyiksa TKI Adelina Sau Dibebaskan, Indonesia Akan Mencari Keadilan

Majikan Penyiksa TKI Adelina Sau Dibebaskan, Indonesia Akan Mencari Keadilan

Global
Perang Afghanistan-Taliban Masih Berlanjut, Seorang Istri Hamil Besar Berharap Suami Keempatnya Tidak Tewas Lagi

Perang Afghanistan-Taliban Masih Berlanjut, Seorang Istri Hamil Besar Berharap Suami Keempatnya Tidak Tewas Lagi

Global
Mengaku Titisan Yesus Kristus, Pria Ini Ditangkap Pasukan Khusus Rusia

Mengaku Titisan Yesus Kristus, Pria Ini Ditangkap Pasukan Khusus Rusia

Global
Penjualan Jet Tempur Siluman F-35 AS ke UEA, Ditargetkan Desember Kantongi Perjanjian Awal

Penjualan Jet Tempur Siluman F-35 AS ke UEA, Ditargetkan Desember Kantongi Perjanjian Awal

Global
Petugas Polisi New York Didakwa Melakukan Spionase tentang Komunitas Tibet untuk Pemerintah China

Petugas Polisi New York Didakwa Melakukan Spionase tentang Komunitas Tibet untuk Pemerintah China

Global
Korban Selamat Termuda Bom Quetta 2018, Menari dengan Kaki Prostetik

Korban Selamat Termuda Bom Quetta 2018, Menari dengan Kaki Prostetik

Global
Kisah Perang: Tet Offensive, Hari Kelam Tentara Paman Sam di Vietnam

Kisah Perang: Tet Offensive, Hari Kelam Tentara Paman Sam di Vietnam

Global
Dijanjikan Pinjaman, Pemandu Wisata Diperkosa 6 Orang di Hotel Bintang 5

Dijanjikan Pinjaman, Pemandu Wisata Diperkosa 6 Orang di Hotel Bintang 5

Global
Antropolog Ini Bongkar Program Kerja Paksa China terhadap 500.000 Orang Tibet

Antropolog Ini Bongkar Program Kerja Paksa China terhadap 500.000 Orang Tibet

Global
komentar
Close Ads X