Duterte Siap Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Covid-19 dari Rusia

Kompas.com - 11/08/2020, 13:34 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte ketika berbicara selepas kunjungan dari Israel di Bandara Internasional Davao City, Davao, pada 8 September 2018. REUTERS PHOTO/Lean Daval JrPresiden Filipina Rodrigo Duterte ketika berbicara selepas kunjungan dari Israel di Bandara Internasional Davao City, Davao, pada 8 September 2018.

MANILA, KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyetujui penawaran vaksin virus corona dari Rusia.

Duterte bahkan secara sukarela siap menjadi orang pertama yang disuntik vaksin tersebut jika vaksin itu datang ke Filipina.

“Ketika vaksinnya tiba, saya akan menyuntikkannya di depan publik. Biarkan saya menjadi yang pertama, tidak apa-apa,” ujar Duterte pada Senin (10/8/2020).

Duterte menambahkan bahwa Filipina dapat membantu Rusia dalam hal uji klinis dan produksi lokal sebagaimana dilansir dari The Straits Times, Selasa (11/8/2020).

Baca juga: Dokter Filipina Resah soal Sistem Kesehatan di Tengah Covid-19, Duterte Meradang

Dia pernah menyatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin adalah idolanya dan ingin meningkatkan hubungan dengan Rusia.

Rusia siap mengizinkan vaksin yang dikembangkan oleh Gamaleya Institute untuk digunakan kepada warga meski uji coba klinis belum selesai.

Langkah tersebut mendapatkan peringatan keras dari sejumlah perusahaan farmasi.

Pejabat elite Rusia bahkan diberi vaksin eksperimental dini pada April.

Filipina sendiri memiliki kasus virus corona terkonfirmasi sebanyak 136.638 kasus yang menempatkan negara tersebut memiliki kasus terbanyak di Asia Tenggara.

Baca juga: Para Dokter Kewalahan Tangani Covid-19, Presiden Duterte Didesak untuk Perketat Lockdown

Pada Senin, Filipina melaporkan kasus virus corona baru sebanyak 6.950 kasus.

Jumlah tersebut tersebut merupakan jumlah kasus tertinggi harian di Filipina.

Kementerian Kesehatan Filipina mengatakan hal tersebut dikaitkan dengan kesalahan dalam database-nya yang gagal menghitung hasil tes sebelumnya.

Bulan lalu, Duterte juga meminta Presiden China Xi Jinping untuk membantu Filipina mendapatkan akses prioritas ke vaksin Covid-19.

Baca juga: Duterte Imbau Bersihkan Masker dengan Bensin, Ahli: Salah Besar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaminan Ditolak, Pahlawan Hotel Rwanda Dijatuhi 13 Dakwaan Termasuk Terorisme

Jaminan Ditolak, Pahlawan Hotel Rwanda Dijatuhi 13 Dakwaan Termasuk Terorisme

Global
Pejabat AS Ini Sebut Hezbollah 'Timbun' Amonium Nitrat di Eropa

Pejabat AS Ini Sebut Hezbollah "Timbun" Amonium Nitrat di Eropa

Global
Pesan Tersembunyi AS, 2 Kali dalam 2 Bulan Kunjungi Taiwan di Tengah Hubungan Memanas dengan China

Pesan Tersembunyi AS, 2 Kali dalam 2 Bulan Kunjungi Taiwan di Tengah Hubungan Memanas dengan China

Global
Diplomat AS Kunjungi Taiwan Lagi, China Gelar Latihan Militer di Dekatnya

Diplomat AS Kunjungi Taiwan Lagi, China Gelar Latihan Militer di Dekatnya

Global
Trump: Hasil Pemilihan Presiden AS 2020 Tidak Akan Akurat

Trump: Hasil Pemilihan Presiden AS 2020 Tidak Akan Akurat

Global
Covid-19 Mereda, Kasus Infeksi Harian di Singapura Sentuh Angka Terendah dalam 6 Bulan

Covid-19 Mereda, Kasus Infeksi Harian di Singapura Sentuh Angka Terendah dalam 6 Bulan

Global
Tim Kampanye Trump Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual dari Mantan Model Amy Dorris

Tim Kampanye Trump Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual dari Mantan Model Amy Dorris

Global
Eks Asisten Utama Wapres AS Klaim Trump Sebut Wabah Covid-19 'Suatu Hal yang Bagus', Kenapa?

Eks Asisten Utama Wapres AS Klaim Trump Sebut Wabah Covid-19 'Suatu Hal yang Bagus', Kenapa?

Global
Bagaimana 5 Pandemi Terburuk dalam Sejarah Berakhir?

Bagaimana 5 Pandemi Terburuk dalam Sejarah Berakhir?

Global
Kekerasan Seksual di Mesir, Melawan Budaya Diam

Kekerasan Seksual di Mesir, Melawan Budaya Diam

Global
AS Targetkan 100 Juta Tes Covid-19 Antigen yang Murah dan Cepat

AS Targetkan 100 Juta Tes Covid-19 Antigen yang Murah dan Cepat

Global
[POPULER GLOBAL] Negara Kaya Disebut Sudah Borong Lebih dari Setengah Calon Vaksin Covid-19 | 'Nasionalisme Vaksin' Berdampak pada COVAX, Ini Faktanya...

[POPULER GLOBAL] Negara Kaya Disebut Sudah Borong Lebih dari Setengah Calon Vaksin Covid-19 | "Nasionalisme Vaksin" Berdampak pada COVAX, Ini Faktanya...

Global
Setelah November Parlemen Eropa Tidak Akui Alexander Lukashenko Sebagai Presiden Belarusia

Setelah November Parlemen Eropa Tidak Akui Alexander Lukashenko Sebagai Presiden Belarusia

Global
AS Blokir Sebagian Ekspor China Produksi Xinjiang karena Dugaan Pelanggaran HAM

AS Blokir Sebagian Ekspor China Produksi Xinjiang karena Dugaan Pelanggaran HAM

Global
Perbedaan PM India Narendra Modi dan Trump di Tengah Dampak Krisis Virus Corona

Perbedaan PM India Narendra Modi dan Trump di Tengah Dampak Krisis Virus Corona

Global
komentar
Close Ads X