Ikon Perlawanan Palestina Peringatkan Bahaya di Sekeliling Masjid Al Aqsa Yerusalem

Kompas.com - 11/08/2020, 08:00 WIB
Sheikh Raed Salah (tengah) Arab-Israel, pemimpin cabang utara radikal Gerakan Islam di Israel, tersenyum ketika dia tiba di pengadilan Israel Rishon Lezion Justice, dekat Tel Aviv, pada 15 Agustus 2017.
Polisi Israel menangkap seorang ulama Islam yang telah berulang kali dituduh menghasut kekerasan atas situs suci Yerusalem. AFP/JACK GUEZ via Times of IsraelSheikh Raed Salah (tengah) Arab-Israel, pemimpin cabang utara radikal Gerakan Islam di Israel, tersenyum ketika dia tiba di pengadilan Israel Rishon Lezion Justice, dekat Tel Aviv, pada 15 Agustus 2017. Polisi Israel menangkap seorang ulama Islam yang telah berulang kali dituduh menghasut kekerasan atas situs suci Yerusalem.

YERUSALEM, KOMPAS.com - Melalui platform seminar online Masyarakat Sipil Ankara, ikon perlawanan Palestina, Sheikh Raed Salah pada Minggu (9/8/2020) peringatkan bahaya yang mengelilingi Masjid Al Aqsa di Yerusalem yang diduduki dari rencana Otoritas Israel.

Salah, kepala Gerakan Islam di Israel, menjadi tuan rumah dalam seminar online oleh Komisi Yerusalem dari Platform Masyarakat Sipil Ankara (ACSP) di Turki tidak lama sebelum dia memulai hukuman penjara 28 bulan pada 16 Agustus mendatang.

Melansir Yenisafak, dia mengatakan rencana Israel dimulai dengan pendudukan kota suci pada Juni 1967 ketika serangan Israel pertama di masjid diluncurkan beberapa hari setelah merebut kota dengan penghancuran kawasan Maghribi (Maroko) yang berdekatan dengan kompleks Al Aqsa dan kemudian membakar masjid pada 1969.

Baca juga: Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Resmi Dibuka Kembali Hari Ini

Dia mengatakan sejak itu serangan Israel terus berlanjut secara teratur dan ditandai oleh pemukim Israel yang membobol Al Aqsa untuk melakukan ritual Talmud di dalam masjid tersuci ketiga Islam.

Sheikh Salah mengatakan semua partai politik di Israel setuju untuk mempertahankan kendali Israel atas Yerusalem, dengan mencatat "Ada konsensus untuk mempertahankan pendudukan kota dalam upaya untuk mengisolasi Masjid Al Aqsa dan kemudian menghancurkannya."

Membahas peran rakyat Palestina, terutama di Yerusalem untuk mempertahankan masjid, dia mengatakan Palestina telah berdiri dengan teguh melawan semua upaya Israel.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sheikh Salah memuji upaya Turki dan Malaysia di tingkat resmi dan akar rumput untuk mempertahankan dan mendukung Al-Aqsa.

Dalam seminar online itu, dia juga menekankan pentingnya menyebarkan pengetahuan di antara umat Islam di seluruh dunia untuk membuat mereka tetap sadar tentang apa yang terjadi di Yerusalem dan Masjid Al Aqsa yang diduduki.

Baca juga: [Hari Ini dalam Sejarah] Raja Yordania Dibunuh Nasionalis Palestina di Al Aqsa saat Hendak Shalat Jumat

Terlepas dari serangan Israel yang tak ada habisnya terhadap Sheikh Salah, dia telah mengatakan dalam berbagai kesempatan bahwa dia bertekad untuk terus mempertahankan Al Aqsa.

“Berapa pun biayanya, kami tidak akan kebobolan membela Masjid Al Aqsa,” ujarnya.

Halaman:

Sumber Yenisafak
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Novavax Klaim Vaksinnya Efektif di Atas 90 Persen dan Lebih Mudah Disimpan

Novavax Klaim Vaksinnya Efektif di Atas 90 Persen dan Lebih Mudah Disimpan

Global
Pemerintahan Baru Israel Masih Rapuh, Palestina Bisa Kena Dampak

Pemerintahan Baru Israel Masih Rapuh, Palestina Bisa Kena Dampak

Global
Perdana Menteri Palestina: Naftali Bennett dan Benjamin Netanyahu Sama Buruknya

Perdana Menteri Palestina: Naftali Bennett dan Benjamin Netanyahu Sama Buruknya

Global
Biografi Tokoh Dunia: Amerigo Vespucci, Penjelajah Dunia Baru yang Sebut Amerika sebagai Benua

Biografi Tokoh Dunia: Amerigo Vespucci, Penjelajah Dunia Baru yang Sebut Amerika sebagai Benua

Global
Netanyahu Lengser dari PM Israel, Palestina: Periode Terburuk Berakhir

Netanyahu Lengser dari PM Israel, Palestina: Periode Terburuk Berakhir

Global
Rangkuman KTT NATO 14 Juni: Tentang China, Rusia, dan Luar Angkasa

Rangkuman KTT NATO 14 Juni: Tentang China, Rusia, dan Luar Angkasa

Global
Tentara Burkina Faso Kembali Bunuh 10 Teroris dalam Operasi di Solhan

Tentara Burkina Faso Kembali Bunuh 10 Teroris dalam Operasi di Solhan

Global
POPULER GLOBAL: Benjamin Netanyahu Resmi Lengser | Bintang Baru 100 Kali Matahari

POPULER GLOBAL: Benjamin Netanyahu Resmi Lengser | Bintang Baru 100 Kali Matahari

Global
Lengserkan Rezim 12 Tahun, Ini Janji dan Tantangan PM Baru Israel Naftali Bennett

Lengserkan Rezim 12 Tahun, Ini Janji dan Tantangan PM Baru Israel Naftali Bennett

Global
Tahanan Tertua di Guantanamo Bebas Setelah Ditahan Ilegal 16 Tahun Lebih

Tahanan Tertua di Guantanamo Bebas Setelah Ditahan Ilegal 16 Tahun Lebih

Global
Warga Ibu Kota Rusia Akan Diberi Cuti Berbayar guna Redam Lonjakan Covid-19

Warga Ibu Kota Rusia Akan Diberi Cuti Berbayar guna Redam Lonjakan Covid-19

Global
Inilah Kota Paling Layak Huni 2021, Bukan di Eropa, Dekat Indonesia

Inilah Kota Paling Layak Huni 2021, Bukan di Eropa, Dekat Indonesia

Global
Virus Corona Terus Bermutasi, Akankah Muncul Varian Maha Kuat?

Virus Corona Terus Bermutasi, Akankah Muncul Varian Maha Kuat?

Global
China Dituduh Coba Menutupi Kebocoran Radiasi Pembangkit Nuklir Taishan

China Dituduh Coba Menutupi Kebocoran Radiasi Pembangkit Nuklir Taishan

Global
 Pemerintahan Baru Israel Dikhawatirkan Bisa Lebih Keras ke Palestina

Pemerintahan Baru Israel Dikhawatirkan Bisa Lebih Keras ke Palestina

Global
komentar
Close Ads X