Ada Penembakan di Luar Gedung Putih, Trump Diungsikan Saat Briefing

Kompas.com - 11/08/2020, 07:21 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara dalam acara makan malam dengan pemilik restoran dan pelaku industri di Gedung Putih, Washington DC, pada 18 Mei 2020. REUTERS/LEAH MILLISPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara dalam acara makan malam dengan pemilik restoran dan pelaku industri di Gedung Putih, Washington DC, pada 18 Mei 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump diungsikan di tengah konferensi pers karena ada insiden penembakan di luar Gedung Putih.

Dinas Rahasia AS menembak seseorang yang diduga bersenjata pada Senin (10/8/2020).

Saat sedang di tengah briefing, Trump tiba-tiba diantar keluar, lalu Dinas Rahasia berpakaian serba hitam dengan senapan otomatis bergegas menuju halaman utara Gedung Putih.

Baca juga: Akurat sejak 1984, Profesor Sejarah Ini Prediksi Trump Bakal Kalah di Pilpres AS

Dilaporkan AFP, beberapa menit kemudian Trump muncul lagi pada konferensi pers di mana para jurnalis tidak diperbolehkan beranjak dari tempatnya.

Pada saat yang bersamaan, diumumkan seseorang telah ditembak di luar halaman Gedung Putih.

Dinas Rahasia dalam twitnya berkicau, "Mengonfirmasi telah terjadi penembakan yang melibatkan petugas di 17th Street dan Pennsylvania Ave."

Baca juga: Menkes AS: Trump Tawarkan Dukungan Kuat kepada Taiwan

"Penegak hukum menembak seseorang, tampaknya dia adalah tersangka, dan tersangka dalam perjalanan ke rumah sakit," lanjutnya.

Trump berkata, dia tidak tahu apa-apa tentang identitas atau motif orang yang ditembak, tetapi ketika ditanya apa benar orang itu bersenjata, Trump menjawab, "Dari yang saya ketahui, jawabannya iya."

"Itu mungkin tidak ada hubungannya dengan saya," tambah Trump seraya menerangkan bahwa insiden itu terjadi "di luar" perimeter Gedung Putih.

"Saya tidak yakin ada yang diterobos, jaraknya relatif jauh," ucap Presiden ke-45 AS itu.

Baca juga: Soal Penyelidikan Ledakan Lebanon, Begini Permintaan Trump

Sementara itu, di luar Gedung Putih situasinya tenang, tetapi sebagian jalan di sekitarnya ditutup.

Sejumlah polisi dan kendaraan pejabat lainnya terparkir di sudut 17th Street dan Pennsylvania Avenue.

Philipos Melaku seorang demonstran yang berkemah di depan Gedung Putih selama bertahun-tahun mengatakan, dia mendengar suara tembakan sekitar pukul 17.50 waktu setempat.

"Saya mendengar suara tembakan dan sebelum itu, saya mendengar teriakan," katanya kepada AFP.

"Itu suara laki-laki. Segera setelah itu, sambil mengarahkan senjata AR-15 mereka, setidaknya delapan atau sembilan orang berlari."

Baca juga: Salah Sebut Thailand sebagai Thighland, Trump Diejek di Internet

Setelah keadaan mulai kondusif, Trump kembali ke podium Gedung Putih untuk melanjutkan konferensi pers.

Ditanya apakah dia panik dengan kejadian itu, dia menjawab, "Dunia selalu menjadi tempat yang berbahaya. Itu bukan sesuatu yang unik."

Trump lalu memuji Dinas Rahasia sebagai "orang-orang fantastis, yang terbaik dari yang terbaik."

"Saya merasa sangat aman dengan Dinas Rahasia. Banyak orang hebat yang siap bertugas jika diperlukan."

Baca juga: Pejabat China Ejek Sanksi AS, Tawarkan Rp 1,4 Juta kepada Trump


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belanda Mau Ganti Rugi Rp 86 Juta ke Anak-anak Pejuang Indonesia yang Dieksekusi, tapi...

Belanda Mau Ganti Rugi Rp 86 Juta ke Anak-anak Pejuang Indonesia yang Dieksekusi, tapi...

Global
Hanya Menatap Kamera Ponsel, Pria Ini Jadi Bintang TikTok

Hanya Menatap Kamera Ponsel, Pria Ini Jadi Bintang TikTok

Global
Pria Ini Merasa Bangga Mengenakan Rok dan Sepatu Hak Tinggi Saat Bekerja

Pria Ini Merasa Bangga Mengenakan Rok dan Sepatu Hak Tinggi Saat Bekerja

Global
Sistem Praperadilan Korea Utara Dilaporkan Tidak Manusiawi, Penuh Siksaan

Sistem Praperadilan Korea Utara Dilaporkan Tidak Manusiawi, Penuh Siksaan

Global
Pekerja Gelap Tak Diampuni, Bagaimana Nasib Pertanian Australia?

Pekerja Gelap Tak Diampuni, Bagaimana Nasib Pertanian Australia?

Global
Penanganan Covid-19 Dinilai Buruk, Pengaruh Diplomatik Indonesia Anjlok pada 2020

Penanganan Covid-19 Dinilai Buruk, Pengaruh Diplomatik Indonesia Anjlok pada 2020

Global
Kisah Perang: 7 Bunker Terbesar di Dunia, Ada Starbucks dan Bioskopnya

Kisah Perang: 7 Bunker Terbesar di Dunia, Ada Starbucks dan Bioskopnya

Global
Tak Hanya Soekarno, Presiden Jokowi Juga Dijadikan Nama Jalan di Luar Negeri

Tak Hanya Soekarno, Presiden Jokowi Juga Dijadikan Nama Jalan di Luar Negeri

Global
Presiden Jokowi Akan Sambut Kunjungan PM Jepang Yoshihide Suga

Presiden Jokowi Akan Sambut Kunjungan PM Jepang Yoshihide Suga

Global
Biden Perkasa di Survei, Bagaimana Peluang Trump 2 Minggu Jelang Pilpres AS?

Biden Perkasa di Survei, Bagaimana Peluang Trump 2 Minggu Jelang Pilpres AS?

Global
Bantu WNI di New Normal Italia, KBRI Roma Adakan Warung Konsuler

Bantu WNI di New Normal Italia, KBRI Roma Adakan Warung Konsuler

Global
Ketua Konferensi Imam Perancis Sebut Guru yang Dipenggal adalah Pejuang Kebebasan Berekspresi

Ketua Konferensi Imam Perancis Sebut Guru yang Dipenggal adalah Pejuang Kebebasan Berekspresi

Global
Peluncuran Situs Pop Up Asia, Pameran Online Ekonomi Kreatif Taiwan-Indonesia

Peluncuran Situs Pop Up Asia, Pameran Online Ekonomi Kreatif Taiwan-Indonesia

Global
Mikrofon Bisa Di-'mute' di Debat Capres Terakhir, Timses Trump Marah

Mikrofon Bisa Di-"mute" di Debat Capres Terakhir, Timses Trump Marah

Global
UPDATE: Gempa 7,5 M di Alaska Picu Tsunami Kecil, Warga Dievakuasi

UPDATE: Gempa 7,5 M di Alaska Picu Tsunami Kecil, Warga Dievakuasi

Global
komentar
Close Ads X