WHO Prediksi Kasus Covid-19 di Dunia Bakal Tembus 20 Juta Pekan Ini

Kompas.com - 10/08/2020, 22:28 WIB
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat menghadiri konferensi pers yang diadakan oleh Geneva Association of United Nations Correspondents (ACANU) di markas WHO, Jenewa, Swiss, pada 3 Juli 2020. POOL/FABRICE COFFRINI via REUTERSDirektur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat menghadiri konferensi pers yang diadakan oleh Geneva Association of United Nations Correspondents (ACANU) di markas WHO, Jenewa, Swiss, pada 3 Juli 2020.

JENEWA, KOMPAS.com - Badan Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi, pada pekan ini kasus Covid-19 di seluruh dunia bakal mencapai 20 juta, dengan 750.000 korban meninggal.

Dengan prediksi yang bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan, WHO menuturkan belum terlambat untuk menekan penyebaran virus corona.

"Pekan ini, kita akan mencapai 20 juta kasus Covid-19 yang terkonfirmasi dan 750.000 korban meninggal," kata Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Baca juga: WHO: Percuma Negara Kaya Bikin Vaksin Covid-19, kalau Negara Miskin Tetap Terekspos

Dalam jumpa pers virtual, Tedros mengatakan angka itu begitu menyakitkan dengan banyak keluarga meratapi kerabat mereka yang telah tiada.

"Tapi saya ingin menegaskannya. Masih terdapat sinar harapan dan... belum terlambat untuk mengalahkan wabah ini," tegasnya.

Dia memberikan contoh Selandia Baru dan Rwanda sebagai negara yang bisa menekan penyebaran Covid-19, seperti diberitakan AFP Senin (10/8/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tedros juga memuji negara yang awalnya menderita karena kasus nasional, namun kini bisa dengan sigap menangani jika terjadi lonjakan lokal.

"Pesan saya sudah jelas: tekan, tekan, tekan virusnya. Jika kita bisa menekannya, kita bisa menyelamatkan masyarakat," paparnya.

Sejak pertama kali ditemukan di Wuhan, China, pada akhir tahun lalu, virus corona ini sudah menginfeksi 19,9 juta dan membunuh 731.500, berdasarkan data AFP.

Baca juga: Unggahan Soal Kacung WHO Buat IDI Meradang, Jerinx Sebut Tak Jera, Ini Alasannya

Percepatan pengembangan vaksin

Semakin meningkatnya kasus juga dibarengi dengan kecepatan mengagumkan setiap negara dalam mengembangkan vaksin yang aman dan efektif.

Halaman:
Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah 2 Tahun Tak Sengaja Bunuh Dirinya dengan Senjata Keluarganya

Bocah 2 Tahun Tak Sengaja Bunuh Dirinya dengan Senjata Keluarganya

Global
Biografi Tokoh Dunia: Rumphius, Tokoh Ahli Botani Ambon yang Buta Kelahiran Jerman

Biografi Tokoh Dunia: Rumphius, Tokoh Ahli Botani Ambon yang Buta Kelahiran Jerman

Internasional
Sikap Indonesia dalam Pakta Kerja Sama AS-Inggris-Australia (AUKUS)

Sikap Indonesia dalam Pakta Kerja Sama AS-Inggris-Australia (AUKUS)

Global
POPULER GLOBAL: Keluarga Yahudi Dilindungi Hitler | Sepasang Gorila Oral Seks

POPULER GLOBAL: Keluarga Yahudi Dilindungi Hitler | Sepasang Gorila Oral Seks

Global
Putri Pendiri Huawei Meng Wanzhou yang Ditahan Kanada Dibebaskan dari Tahanan Rumah

Putri Pendiri Huawei Meng Wanzhou yang Ditahan Kanada Dibebaskan dari Tahanan Rumah

Global
Jutaan Bantal Bayi Ditarik karena 8 Anak Mati Lemas

Jutaan Bantal Bayi Ditarik karena 8 Anak Mati Lemas

Global
Masa Depan Warisan Budaya di Afghanistan Era Taliban

Masa Depan Warisan Budaya di Afghanistan Era Taliban

Global
Ketinggalan Teknologi Kendaraan Listrik, Perusahaan Otomotif Jerman Kembangkan Mobil Hidrogen

Ketinggalan Teknologi Kendaraan Listrik, Perusahaan Otomotif Jerman Kembangkan Mobil Hidrogen

Global
Kasus Harian Covid-19 Pecahkan Rekor, Singapura Kembali Lakukan Pembatasan Sosial

Kasus Harian Covid-19 Pecahkan Rekor, Singapura Kembali Lakukan Pembatasan Sosial

Global
Australia Buka Perbatasan Paling Lambat Akhir Desember

Australia Buka Perbatasan Paling Lambat Akhir Desember

Global
Gadis di India Diperkosa Selama 9 Bulan, Polisi Ringkus 28 Tersangka

Gadis di India Diperkosa Selama 9 Bulan, Polisi Ringkus 28 Tersangka

Global
Sah, China Larang Semua Transaksi Uang Kripto Apa pun Bentuknya

Sah, China Larang Semua Transaksi Uang Kripto Apa pun Bentuknya

Global
Kamala Harris Ingatkan PM India Demokrasi di Seluruh Dunia Berada di Bawah Ancaman

Kamala Harris Ingatkan PM India Demokrasi di Seluruh Dunia Berada di Bawah Ancaman

Global
Sejumlah Privilege Ratu Inggris, Punya ATM Pribadi hingga Kebal Hukum

Sejumlah Privilege Ratu Inggris, Punya ATM Pribadi hingga Kebal Hukum

Global
Saat Lapangan Tiananmen China jadi Saksi Tentara Tembaki Rakyat

Saat Lapangan Tiananmen China jadi Saksi Tentara Tembaki Rakyat

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.