MV Wakashio Retak, Bencana Minyak Tumpah di Mauritius Bisa Makin Parah

Kompas.com - 10/08/2020, 17:14 WIB
Foto yang diambil dan disediakan oleh Eric Villars ini menunjukkan kebocoran minyak dari MV Wakashio, kapal kargo curah yang kandas di lepas pantai tenggara Mauritius, Jumat (7/8/2020). Pemerintah Mauritius telah mengumumkan keadaan darurat lingkungan dan Prancis telah mengirimkan bantuan. AP Photo/Eric VillarsFoto yang diambil dan disediakan oleh Eric Villars ini menunjukkan kebocoran minyak dari MV Wakashio, kapal kargo curah yang kandas di lepas pantai tenggara Mauritius, Jumat (7/8/2020). Pemerintah Mauritius telah mengumumkan keadaan darurat lingkungan dan Prancis telah mengirimkan bantuan.

PORT LOUIS, KOMPAS.com - Kapal kargo curah MV Wakashio yang kandas di Mauritius dan membocorkan berton-ton minyak ke laut mulai retak.

Hal itu mengancam bencana ekologi dan ekonomi yang lebih besar bagi negara tersebut sebagaimana dilansir dari The Guardian, Senin (10/8/2020).

Lebih dari 1.000 ton bahan bakarnya tumpah ke laut, mencemari terumbu karang, pantai berpasir putih, dan laguna alami yang memikat wisatawan dari seluruh dunia.

Sebanyak 2.500 ton minyak masih tersisa di dalam kapal yang terdampar tersebut.

Kapal itu di menabrak karang pada 25 Juli. Namun minyaknya baru mulai mengalir dari celah di lambung kapal pekan lalu.

Baca juga: Tragedi Minyak Tumpah Terparah di Mauritius, Keadaan Darurat Lingkungan Diumumkan

Para ahli memperingatkan akan adanya kerusakan yang lebih besar jika ada tumpahan minyak lagi dari kapal tersebut.

Hal itu akan menjadikan bencana bagi ekosistem pesisir yang rapuh di mana perekonomian Mauritius sangat bergantung terhadapnya.

Perdana Meteri Mauritius Pravind Jugnauth mengatakan petugas telah berhasil membendung kebocoran untuk saat ini. Namun kini mereka bersiap untuk hal terburuk.

“Retakannya telah melebar. Situasinya bahkan lebih buruk. Risiko perahu terbelah menjadi dua masih ada,” kata Jugnauth kepada wartawan pada Minggu (9/8/2020) malam.

Jepang mengatakan pada hari Minggu akan mengirim tim ahli beranggotakan enam orang untuk membantu Mauritius.

Baca juga: 21.000 Ton Minyak Tumpah di Siberia, AS Ingin Bantu Bersih-bersih

Sebelumnya, Mauritius menyatakan keadaan darurat lingkungan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Perancis juga mengirim kapal Angkatan Kaut, pesawat militer, dan penasihat teknis setelah Mauritius meminta bantuan internasional.

Ribuan sukarelawan berkumpul di sepanjang garis pantai, merangkai penghalang yang sangat panjang untuk menahan gelombang pasang air laut yang berminyak.

Mereka berlumuran minyak dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Keluar dari Daftar Terorisme AS, Sudan Ditodong Normalisasi Hubungan dengan Israel

Ingin Keluar dari Daftar Terorisme AS, Sudan Ditodong Normalisasi Hubungan dengan Israel

Global
Setelah UEA dan Bahrain, Oman dan Sudan Dikabarkan akan Berdamai dengan Israel

Setelah UEA dan Bahrain, Oman dan Sudan Dikabarkan akan Berdamai dengan Israel

Global
Dana Bantuan Semakin Turun, Pejabat Palestina Khawatir Itu Akibat Perjanjian Damai Negara Arab-Israel

Dana Bantuan Semakin Turun, Pejabat Palestina Khawatir Itu Akibat Perjanjian Damai Negara Arab-Israel

Global
Mesum dengan Pacar Saat Rapat Virtual, Anggota Parlemen Mengundurkan Diri

Mesum dengan Pacar Saat Rapat Virtual, Anggota Parlemen Mengundurkan Diri

Global
Tidak Dipenjara, Ini Hukuman Pelaku Pelecehan Wanita Pakai Hot Pants di Perancis

Tidak Dipenjara, Ini Hukuman Pelaku Pelecehan Wanita Pakai Hot Pants di Perancis

Global
Lebih dari 80 Persen Orang Inggris Tidak Tertib Isolasi Mandiri Covid-19

Lebih dari 80 Persen Orang Inggris Tidak Tertib Isolasi Mandiri Covid-19

Global
Insiden Penikaman di Bekas Kantor Charlie Hebdo, 4 Orang Jadi Korban

Insiden Penikaman di Bekas Kantor Charlie Hebdo, 4 Orang Jadi Korban

Global
Tak Mau Pakai Masker di Kereta, Pria Mabuk Ditendang dan Diinjak Polisi

Tak Mau Pakai Masker di Kereta, Pria Mabuk Ditendang dan Diinjak Polisi

Global
Video Viral Polisi Lindas Kepala Demonstran Saat Demo Breonna Taylor

Video Viral Polisi Lindas Kepala Demonstran Saat Demo Breonna Taylor

Global
Video Robot Gundam Asli 'Pemanasan', Siap Beraksi Tak Lama Lagi

Video Robot Gundam Asli "Pemanasan", Siap Beraksi Tak Lama Lagi

Global
Raja Malaysia di RS, Klaim Anwar Gulingkan Muhyiddin Masih Menggantung

Raja Malaysia di RS, Klaim Anwar Gulingkan Muhyiddin Masih Menggantung

Global
Ketahuan Bocorkan Rahasia Militer China ke Keluarga dan Teman Game Online, Seorang Prajurit Dipecat

Ketahuan Bocorkan Rahasia Militer China ke Keluarga dan Teman Game Online, Seorang Prajurit Dipecat

Global
Kabar Baik, Awal 2021 Vaksin Corona Sinovac Diprediksi Siap Disebar ke Seluruh Dunia

Kabar Baik, Awal 2021 Vaksin Corona Sinovac Diprediksi Siap Disebar ke Seluruh Dunia

Global
Iran dan Rusia Bahas Kerja Sama Produksi Vaksin Corona

Iran dan Rusia Bahas Kerja Sama Produksi Vaksin Corona

Global
Tak Semua Paus Terdampar Bisa Diselamatkan, Australia Akan Suntik Mati Sebagian

Tak Semua Paus Terdampar Bisa Diselamatkan, Australia Akan Suntik Mati Sebagian

Global
komentar
Close Ads X