Menteri Informasi Lebanon Mengundurkan Diri Pasca-ledakan di Beirut dan Unjuk Rasa Warga

Kompas.com - 09/08/2020, 23:46 WIB
Polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa saat protes, menyusul ledakan yang terjadi pada hari Selasa, di Beirut, Lebanon, Sabtu (8/8/2020). Unjuk rasa tersebut merupakan bentuk kemarahan warga kepada pemerintah Lebanon yang dianggap lalai, menyusul ledakan besar di Beirut pada 4 Agustus lalu yang merenggut ratusan korban jiwa. ANTARA FOTO/REUTERS/AZIZ TAHERPolisi antihuru-hara menembakkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa saat protes, menyusul ledakan yang terjadi pada hari Selasa, di Beirut, Lebanon, Sabtu (8/8/2020). Unjuk rasa tersebut merupakan bentuk kemarahan warga kepada pemerintah Lebanon yang dianggap lalai, menyusul ledakan besar di Beirut pada 4 Agustus lalu yang merenggut ratusan korban jiwa.

BEIRUT, KOMPAS.com - Menteri Informasi Lebanon, Manal Abdel Samad mengundurkan diri pada Minggu (9/8/2020), pasca-ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon, dan disusul amuk warga yang kecewa dengan pemerintah.

Melansir Associated Press pada Minggu (9/8/2020), pengunduruan diri itu terjadi tepat setelah malam terjadinya demonstrasi melawan elit penguasa, yang disalahkan atas adanya salah pengelolaan kronis dan korupsi yang diyakini telah menjadi akar dari tragedi ledakan di pelabuhan Beirut pada Selasa lalu.

Ledakan itu telah menewaskan sedikitnya 160 orang dan 6.000 orang terluka, lalu meruskan garis pantai Beirut, serta ratusan bangunan. Dugaan sementara ledakan terjadi karena 2.750 ton bahan eksplosif terbakar.

Baca juga: Benarkah Hezbollah Tidak Terlibat dalam Ledakan Dahsyat di Lebanon?

Manal Abdel-Samad mengatakan dalam surat pengunduran dirinya bahwa perubahan tetap "sulit dipahami" dan dia menyesal gagal memenuhi aspirasi rakyat Lebanon.

Abdel-Samad mengundurkan diri tak lama setelah sekitar belasan anggota parlemen menawarkan pengunduran diri mereka sebagai protes atas kinerja pemerintah.

Media lokal juga melaporkan bahwa menteri lain, dan penasihat dekat Perdana Menteri Hassan Diab, juga diperkirakan akan mengundurkan diri.

Baca juga: Buntut Ledakan Beirut, Segudang Borok Lebanon Terkuak

Diab bertemu dengan kabinetnya dilaporkan untuk membahas pengunduran diri pada Minggu (9/8/2020), tetapi tidak ada komentar setelah pertemuan tersebut.

“Mengingat besarnya bencana yang disebabkan oleh ledakan Beirut yang mengguncang bangsa dan melukai hati dan pikiran kita, dan untuk menghormati para martir, dan rasa sakit yang terluka, hilang dan terlantar, dan sebagai tanggapan atas keinginan publik untuk perubahan, saya mengundurkan diri dari pemerintah," tulis Abdel-Samad menyampaikan kata perpisahannya.

Baca juga: Akankah Presiden Perancis Mengembalikan Kedudukan Kolonial di Lebanon?

Abdel-Samad hanya menysul 5 dari 128 anggota parlemen telah mengundurkan diri sejak Sabtu (8/8/2020), di antaranya 3 legislator dari partai Kristen Kataeb, 1 anggota Partai Progresif Sosialis dan 1 orang independen.

Daftar pengunduran diri pejabat menambah tantangan yang dihadapi Diab, yang mengambil alih pada Januari dan sejak itu krisis kepercayaan berlanajut.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X