Delegasi AS Mendarat di Taiwan, Kunjungan Level Tertinggi sejak 1979

Kompas.com - 09/08/2020, 18:37 WIB
Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS Alex Azar mendengarkan selama diskusi meja bundar tentang senior Amerika yang dipandu oleh Presiden AS Donald Trump di Ruang Kabinet di Gedung Putih di Washington, AS, 15 Juni 2020. Reuters/Leah MillisMenteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS Alex Azar mendengarkan selama diskusi meja bundar tentang senior Amerika yang dipandu oleh Presiden AS Donald Trump di Ruang Kabinet di Gedung Putih di Washington, AS, 15 Juni 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Seorang anggota senior pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendarat di Taiwan hari ini, Minggu (9/8/2020).

Kedatangan delegasi AS itu merupakan kunjungan tingkat tertinggi Washington sejak pengalihan pengakuan diplomatik ke China pada 1979, sebuah perjalanan yang dikutuk Beijing.

Melansir AFP, delegasi AS itu, Menteri Kesehatan Alex Azar akan menghabiskan waktu selama 3 hari dan dijadwalkan bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen.

Dia menganjurkan agar Taiwan diakui sebagai negara berdaulat, saran itu jelas dibenci para pemimpin China.

Menurut Kantor Tsai, pertemuannya dengan Azar akan berlangsung pada Senin pagi esok.

Baca juga: Atasi Covid-19, Luhut Ingin Indonesia Tiru Jerman, Rusia, dan Taiwan

Azar adalah anggota kabinet AS paling senior yang mengunjungi Taiwan dalam beberapa dekade dan kunjungannya dilakukan ketika hubungan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia itu jatuh ke posisi terendah dalam sejarah.

Beberapa hari ini, Trump telah memerintahkan aturan pembatasan skala besar pada aplikasi populer China, TikTok dan WeChat. 

Departemen Keuangan AS juga memberikan sanksi bagi pemimpin Hong Kong atas UU yang keras dalam mengekang perbedaan pendapat.

Washington menyebut perjalanan ke Taiwan sebagai kesempatan untuk belajar dari perang pulau itu melawan virus corona dan untuk merayakan nilai-nilai progresifnya.

"Perjalanan ini merupakan pengakuan atas keberhasilan Taiwan dalam memerangi Covid-19 dan bukti keyakinan bersama bahwa masyarakat terbuka dan demokratis paling siap untuk memerangi ancaman penyakit seperti Covid-19," kata seorang pejabat departemen kesehatan dan layanan manusia kepada wartawan sebelum pertemuan dalam kunjungan tersebut. 

Baca juga: Taiwan Merasa Terancam, Pesawat China Semakin Intens Terbang di Dekat Wilayahnya

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita Ini Dipukul oleh 3 Pria karena Pakai Rok

Wanita Ini Dipukul oleh 3 Pria karena Pakai Rok

Global
Usai Kasus Li Wenliang, Beijing Buat UU Baru Khusus Nakes 'Whistleblower'

Usai Kasus Li Wenliang, Beijing Buat UU Baru Khusus Nakes "Whistleblower"

Global
Perang Azerbaijan-Armenia di Nagorny Karabakh Masuki Hari Kedua, 39 Orang Tewas

Perang Azerbaijan-Armenia di Nagorny Karabakh Masuki Hari Kedua, 39 Orang Tewas

Global
Diguncang Aksi Protes, Presiden Mesir Peringatkan Gangguan Stabilitas Nasional

Diguncang Aksi Protes, Presiden Mesir Peringatkan Gangguan Stabilitas Nasional

Global
KTT G20 Akan Digelar Virtual November, Arab Saudi Tuan Rumahnya

KTT G20 Akan Digelar Virtual November, Arab Saudi Tuan Rumahnya

Global
Perang Azerbaijan-Armenia, PM Nikol Pashinyan: Campur Tangan Turki Akan Ciptakan Ketidakstabilan

Perang Azerbaijan-Armenia, PM Nikol Pashinyan: Campur Tangan Turki Akan Ciptakan Ketidakstabilan

Global
Alasan Trump Masih 'Ngotot' Minta Biden Tes Narkoba Jelang Debat Capres Pertama

Alasan Trump Masih "Ngotot" Minta Biden Tes Narkoba Jelang Debat Capres Pertama

Global
Sebelum Dibunuh, Pejabat Korsel Coba Diselamatkan oleh Tentara Korut

Sebelum Dibunuh, Pejabat Korsel Coba Diselamatkan oleh Tentara Korut

Global
Pengangguran di Australia: 6.000 Orang Melamar Jadi Pencuci Piring

Pengangguran di Australia: 6.000 Orang Melamar Jadi Pencuci Piring

Global
Busana Indonesia Karya Maquinn Couture Pukau 170 Tamu Undangan Milan Fashion Week

Busana Indonesia Karya Maquinn Couture Pukau 170 Tamu Undangan Milan Fashion Week

Global
Dicalonkan Trump Jadi Hakim Agung, Siapa Amy Coney Barrett?

Dicalonkan Trump Jadi Hakim Agung, Siapa Amy Coney Barrett?

Global
Diserang Gorila, Pawang Kebun Binatang di Spanyol Terluka Parah

Diserang Gorila, Pawang Kebun Binatang di Spanyol Terluka Parah

Global
Presiden Azerbaijan: Armenia Menembaki Permukiman dan Pangkalan Militer Kami

Presiden Azerbaijan: Armenia Menembaki Permukiman dan Pangkalan Militer Kami

Global
Konflik Azerbaijan-Armenia, Negara di Timur Tengah dan Asia Suarakan Keprihatinan

Konflik Azerbaijan-Armenia, Negara di Timur Tengah dan Asia Suarakan Keprihatinan

Global
Dubes Lutfi Ajak Warga Indonesia di AS jadi Duta Bangsa

Dubes Lutfi Ajak Warga Indonesia di AS jadi Duta Bangsa

Global
komentar
Close Ads X