2 Pekan Berlayar, 41 Awak Kapal dan Penumpang Positif Covid-19

Kompas.com - 04/08/2020, 13:52 WIB
A view of the Hurtigrutens vessel MS Roald Amundsen, docked in Tromso, Norway, Sunday, Aug. 2, 2020. Over 30 crew members and an unconfirmed number of passengers have so far tested positive for the coronavirus after two international cruises which resumed operation recently, since the outbreak of the coronavirus pandemic. (Terje Pedersen/NTB scanpix via AP) Terje PedersenA view of the Hurtigrutens vessel MS Roald Amundsen, docked in Tromso, Norway, Sunday, Aug. 2, 2020. Over 30 crew members and an unconfirmed number of passengers have so far tested positive for the coronavirus after two international cruises which resumed operation recently, since the outbreak of the coronavirus pandemic. (Terje Pedersen/NTB scanpix via AP)

OSLO, KOMPAS.com - Kurang lebih ada 41 penumpang dan awak kapal pesiar Norwegia, MS Roald Amundsen, didagnostik positif Covid-19.

Sementara, masih ada ratusan lagi penumpang MS Roald Amundsen yang menunggu hasil diagnostik Covid-19 dan melakukan karantina mandiri.

Melansir BBC pada Senin (3/8/2020), kapal milik perusahaan Norwegia, Hurtigruten, itu merapat di pelabuhan Tromso di Norwegia utara pada Jumat (31/7/2020), yang kemudian dilakukan pengetesan Covid-19.

Baca juga: Pria di Kenya Ini Tetap Nyentrik Saat Pandemi Virus Corona

"Ini adalah situasi serius bagi semua orang yang terlibat. Kami belum cukup baik (dalam menerapkan prosedur kesehatan dan keamanan Covid-19) dan kami telah melakukan kesalahan," kata Kepala Eksekutif, Daniel Skjeldamsaid dalam sebuah pernyataan pada Senin (3/8/2002).

Sekarang ini, Hurtigruten telah menghentikan semua jadwal pelayaran kapal pesiar yang ada.

"Evaluasi awal menunjukkan kesalahan pada beberapa prosedur internal kami. Satu-satunya pilihan yang bertanggung jawab adalah untuk menunda semua ekspedisi pelayaran," ujar Skjeldamsaid.

Baca juga: Takut Virus Corona, Rakyat Korea Selatan Sterilkan Uang di Microwave dan Mesin Cuci

Pemerintah Norwegia kemudian mengumumkan akan menghentikan semua operasional kapal pesiar, dengan lebih dari 100 orang penumpang, selama setidaknya 14 hari.

Pihak polisi tengah melakukan penyelidikan tentang apakah ada aturan yang dilanggar sebelum penyebaran virus corona terjadi di Roald Amundsen.

"Kami telah menemukan alasan untuk membuka sebuah kasus," kata seorang pejabat polisi kepada kantor berita Reuters.

Baca juga: Gara-gara Berkemah, Ratusan Peserta Terinfeksi Virus Corona

Apa yang terjadi di kapal?

MS Roald Amundsen telah melakukan perjalanan selama seminggu ke Svalbard di Arktik, dan dijadwalkan untuk mengunjungi pelabuhan di Inggris serta Skotlandia pada September.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber BBC.com
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah 'Pemulung' 5 Hari Tertimbun Longsoran Sampah Setinggi 30 Meter di India

Bocah "Pemulung" 5 Hari Tertimbun Longsoran Sampah Setinggi 30 Meter di India

Global
Pilpres AS 2020: Siapa Capres Idaman China, Iran, dan Rusia?

Pilpres AS 2020: Siapa Capres Idaman China, Iran, dan Rusia?

Global
Kisah Pulau Paling Terpencil di Dunia, Tak Terjamah Virus Corona dan Bisa Dengar Suara Rumput

Kisah Pulau Paling Terpencil di Dunia, Tak Terjamah Virus Corona dan Bisa Dengar Suara Rumput

Global
Seorang Anak 11 Tahun Bunuh Diri Diduga karena Game Online 'Tantangan Horor'

Seorang Anak 11 Tahun Bunuh Diri Diduga karena Game Online "Tantangan Horor"

Global
Kisah Misteri: Peter Stumpp, Manusia Serigala dari Bedburg

Kisah Misteri: Peter Stumpp, Manusia Serigala dari Bedburg

Global
Akan Pulang ke Rusia, Alexei Navalny Ancam Putin

Akan Pulang ke Rusia, Alexei Navalny Ancam Putin

Global
Di Luar Dugaan, Angka Kematian Akibat Covid-19 di Benua Afrika Lebih Rendah dari Lainnya

Di Luar Dugaan, Angka Kematian Akibat Covid-19 di Benua Afrika Lebih Rendah dari Lainnya

Global
Format Debat Capres AS Akan Diganti, Ini Tanggapan Timses Trump dan Biden

Format Debat Capres AS Akan Diganti, Ini Tanggapan Timses Trump dan Biden

Global
Debat Pertama Pilpres AS Kacau, Formatnya Akan Diganti

Debat Pertama Pilpres AS Kacau, Formatnya Akan Diganti

Global
Biden Sebut 'Insya Allah' Saat Tanggapi Masalah Pajak Trump dalam Debat Capres AS Pertama

Biden Sebut "Insya Allah" Saat Tanggapi Masalah Pajak Trump dalam Debat Capres AS Pertama

Global
Keracunan Novichok, Alexei Navalny Tuduh Putin Dalangnya

Keracunan Novichok, Alexei Navalny Tuduh Putin Dalangnya

Global
Inggris Akan Langgar Ketentuan Brexit, Uni Eropa Tempuh Jalur Hukum

Inggris Akan Langgar Ketentuan Brexit, Uni Eropa Tempuh Jalur Hukum

Global
Seorang Wanita Muslim Hamil Diinjak dan Ditinju di Kafe oleh Seorang Pria Islamofobia

Seorang Wanita Muslim Hamil Diinjak dan Ditinju di Kafe oleh Seorang Pria Islamofobia

Global
Pengakuan 'Twitter Killer', Bunuh 9 Orang via Media Sosial dan Mutilasi Korbannya

Pengakuan "Twitter Killer", Bunuh 9 Orang via Media Sosial dan Mutilasi Korbannya

Global
Dubes RI Hajriyanto: Krisis Mengubah Budaya Politik di Lebanon

Dubes RI Hajriyanto: Krisis Mengubah Budaya Politik di Lebanon

Global
komentar
Close Ads X