Diduga Terlibat Korupsi di Arab Saudi, Mantan Raja Spanyol Tinggalkan Negaranya

Kompas.com - 04/08/2020, 12:39 WIB
Foto yang menunjukkan mantan raja Spanyol Juan Carlos (kiri) saat bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman ketika perhelatan Formula 1 di Abu Dhabi. TWITTER / MINISTRY OF FOREIGN AFFAIRS OF THE KINGDOM OF SAUDI ARABIAFoto yang menunjukkan mantan raja Spanyol Juan Carlos (kiri) saat bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman ketika perhelatan Formula 1 di Abu Dhabi.

MADRID, KOMPAS.com - Mantan Raja Spanyol, Juan Carlos, memutuskan untuk meninggalkan negaranya beberapa pekan setelah dikaitkan dengan penyelidikan dugaan korupsi proyek kereta api cepat di Arab Saudi.

Keputusan pria yang saat ini berusia 82 tahun dituliskan dalam surat kepada anaknya, Felipe, yang diwarisi takhta raja Spanyol enam tahun lalu.

Juan Carlos mengatakan dalam situasi sekarang akan lebih baik jika ia melayani rakyat Spanyol dari luar negeri.

Baca juga: Meksiko Tuntut Permintaan Maaf Raja Spanyol dan Paus Fransiskus, Ada Apa?

Namun, dia tidak menyebut negara yang akan menjadi tempat tinggalnya.

Dia juga mengatakan akan menjawab semua pertanyaan aparat penegak hukum jika diperlukan.

Pada Juni lalu, Mahkamah Agung Spanyol membuka penyelidikan tentang dugaan keterlibatan Juan Carlos dalam kontrak proyek kereta api cepat di Arab Saudi.

Hingga kini belum jelas ke negara mana Juan Carlos pergi, namun media Spanyol melaporkan bahwa saat ini dia sudah tidak ada di negara itu.

Kepergiannya dianggap sebagai jalan keluar yang memalukan bagi seorang raja yang dengan terampil membimbing Spanyol dari kediktatoran menuju demokrasi setelah kematian Jenderal Franco pada tahun 1975, menurut koresponden BBC Eropa Nick Beake.

Juan Carlos turun takhta pada 2014 setelah hampir 40 tahun menjadi raja, menyusul penyelidikan dugaan korupsi yang melibatkan menantunya serta perburuan gajah yang kontroversial yang dilakukan monarki Spanyol pada saat krisis finansial.

Baca juga: Bertemu MBS, Mantan Raja Spanyol Dikritik

Apa isi surat tersebut?

Dalam surat kepada putranya, Juan Carlos menulis bahwa dia membuat keputusan itu "di tengah keriuhan publik yang dihasilkan peristiwa masa lalu tertentu dalam kehidupan pribadi saya" dan disertai harapan agar putranya dapat menjalankan fungsinya sebagai raja dengan "ketenangan".

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemunduran Palestina Sejak Intifada Kedua pada Tahun 2000

Kemunduran Palestina Sejak Intifada Kedua pada Tahun 2000

Global
Ketagihan Pornografi Sejak Umur 10 Tahun, Remaja Ini Berusaha Keras Menghilangkannya

Ketagihan Pornografi Sejak Umur 10 Tahun, Remaja Ini Berusaha Keras Menghilangkannya

Global
Makna Dibalik 'Background' Pemimpin Dunia yang Pidato saat Sidang Umum PBB

Makna Dibalik "Background" Pemimpin Dunia yang Pidato saat Sidang Umum PBB

Global
Indonesia dalam Sidang Umum PBB: Vanuatu Jangan Ikut Campur Urusan Papua

Indonesia dalam Sidang Umum PBB: Vanuatu Jangan Ikut Campur Urusan Papua

Global
Ribuan Orang Gelar Doa Bersama dan Beri Dukungan pada Trump

Ribuan Orang Gelar Doa Bersama dan Beri Dukungan pada Trump

Global
Mahathir Tak Ingin Mencalonkan Diri karena Dia Bakal Berumur 98 Tahun di Pemilu Malaysia Selanjutnya

Mahathir Tak Ingin Mencalonkan Diri karena Dia Bakal Berumur 98 Tahun di Pemilu Malaysia Selanjutnya

Global
Michael Jackson Diyakini Pernah Bertemu Almarhum Presiden Zimbabwe Robert Mugabe pada 1998

Michael Jackson Diyakini Pernah Bertemu Almarhum Presiden Zimbabwe Robert Mugabe pada 1998

Global
Kecelakaan Tambang Batu Bara di China Tewaskan 16 Orang

Kecelakaan Tambang Batu Bara di China Tewaskan 16 Orang

Global
Azerbaijan dan Armenia Bentrok, Turki: Yerevan Hambatan bagi Perdamaian

Azerbaijan dan Armenia Bentrok, Turki: Yerevan Hambatan bagi Perdamaian

Global
Pembunuh 20 Orang di India Suap Polisi Rp 10 Miliar agar Dibebaskan

Pembunuh 20 Orang di India Suap Polisi Rp 10 Miliar agar Dibebaskan

Global
Korea Utara Lakukan Pencarian Terpisah dengan Selatan untuk Temukan Jenazah Pejabat yang Ditembak Tentaranya

Korea Utara Lakukan Pencarian Terpisah dengan Selatan untuk Temukan Jenazah Pejabat yang Ditembak Tentaranya

Global
Survei Sebut Warga AS Nilai Kinerja Pemerintahnya dalam Atasi Pandemi Covid-19 Buruk

Survei Sebut Warga AS Nilai Kinerja Pemerintahnya dalam Atasi Pandemi Covid-19 Buruk

Global
Makin Memanas dengan Azerbaijan, Karabakh dan Armenia Umumkan Pengerahan Militer

Makin Memanas dengan Azerbaijan, Karabakh dan Armenia Umumkan Pengerahan Militer

Global
Guru di Sekolah untuk Anak dengan Kesulitan Emosi Ini Mengaku Berhubungan Seks dengan Muridnya

Guru di Sekolah untuk Anak dengan Kesulitan Emosi Ini Mengaku Berhubungan Seks dengan Muridnya

Global
Vaksin Covid-19 Berbahan Hati Hiu, Ahli Konservasi: Bencana Bagi Hiu dan Manusia

Vaksin Covid-19 Berbahan Hati Hiu, Ahli Konservasi: Bencana Bagi Hiu dan Manusia

Global
komentar
Close Ads X