Ditabrak Ikan Paus, Turis Wanita Cedera Dada dengan Kondisi Serius

Kompas.com - 03/08/2020, 15:10 WIB
Hiu Paus di Teluk Cendrawasih. https://pesona.travelHiu Paus di Teluk Cendrawasih.

SYDNEY, KOMPAS.com - Seorang turis wanita yang sedang snorkeling di pantai Australia, dilarikan ke rumah sakit usai ditabrak seekor ikan paus.

Wanita tersebut kini dalam kondisi serius, menurut keterangan para petugas medis yang dikutip kantor berita AFP pada Senin (1/8/2020).

Saat kejadian, korban sedang menyelam di dekat Ningalo Reef, salah satu tempat yang terdaftar di situs warisan dunia UNESCO.

Baca juga: Covid-19 Dijadikan Alasan Pemerintah Australia Tidak Tarik Pulang Pengantin ISIS dan Anak-anak Mereka

Ia ditabrak oleh seekor paus dengan ekornya.

Layanan Ambulans St John mengatakan ke AFP, mereka langsung menerbangkan wanita itu ke bandara kecil untuk dievakuasi dan mendapat perawatan darurat di Perth.

Dia menderita "cedera dada" dan "kondisinya serius tapi stabil", setelah mendapat "cedera akibat ditabrak ekor paus," kata seorang juru bicara yang dikutip AFP.

Baca juga: Marak Penculikan Virtual terhadap Pelajar China di Australia, Modus Penipu Mendapat Jutaan Dollar AS

Sementara itu laporan-laporan lainnya mengatakan, turis wanita yang tidak disebut namanya itu ditabrak oleh hiu paus.

Spesies tersebut adalah ikan terbesar di dunia yang panjangnya bisa mencapai 15 meter.

Area tempat turis itu menyelam memang dikenal sebagai tempat pertemuan hiu paus dan paus bungkuk.

Namun biasanya kedua spesies itu menjaga jarak apabila ada kapal atau manusia di sekitar mereka.

Baca juga: 3 sampai 4 Bulan Lagi Vaksin Covid-19 Tersedia di Australia Selatan


Sumber AFP
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaminan Ditolak, Pahlawan Hotel Rwanda Dijatuhi 13 Dakwaan Termasuk Terorisme

Jaminan Ditolak, Pahlawan Hotel Rwanda Dijatuhi 13 Dakwaan Termasuk Terorisme

Global
Pejabat AS Ini Sebut Hezbollah 'Timbun' Amonium Nitrat di Eropa

Pejabat AS Ini Sebut Hezbollah "Timbun" Amonium Nitrat di Eropa

Global
Pesan Tersembunyi AS, 2 Kali dalam 2 Bulan Kunjungi Taiwan di Tengah Hubungan Memanas dengan China

Pesan Tersembunyi AS, 2 Kali dalam 2 Bulan Kunjungi Taiwan di Tengah Hubungan Memanas dengan China

Global
Diplomat AS Kunjungi Taiwan Lagi, China Gelar Latihan Militer di Dekatnya

Diplomat AS Kunjungi Taiwan Lagi, China Gelar Latihan Militer di Dekatnya

Global
Trump: Hasil Pemilihan Presiden AS 2020 Tidak Akan Akurat

Trump: Hasil Pemilihan Presiden AS 2020 Tidak Akan Akurat

Global
Covid-19 Mereda, Kasus Infeksi Harian di Singapura Sentuh Angka Terendah dalam 6 Bulan

Covid-19 Mereda, Kasus Infeksi Harian di Singapura Sentuh Angka Terendah dalam 6 Bulan

Global
Tim Kampanye Trump Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual dari Mantan Model Amy Dorris

Tim Kampanye Trump Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual dari Mantan Model Amy Dorris

Global
Eks Asisten Utama Wapres AS Klaim Trump Sebut Wabah Covid-19 'Suatu Hal yang Bagus', Kenapa?

Eks Asisten Utama Wapres AS Klaim Trump Sebut Wabah Covid-19 'Suatu Hal yang Bagus', Kenapa?

Global
Bagaimana 5 Pandemi Terburuk dalam Sejarah Berakhir?

Bagaimana 5 Pandemi Terburuk dalam Sejarah Berakhir?

Global
Kekerasan Seksual di Mesir, Melawan Budaya Diam

Kekerasan Seksual di Mesir, Melawan Budaya Diam

Global
AS Targetkan 100 Juta Tes Covid-19 Antigen yang Murah dan Cepat

AS Targetkan 100 Juta Tes Covid-19 Antigen yang Murah dan Cepat

Global
[POPULER GLOBAL] Negara Kaya Disebut Sudah Borong Lebih dari Setengah Calon Vaksin Covid-19 | 'Nasionalisme Vaksin' Berdampak pada COVAX, Ini Faktanya...

[POPULER GLOBAL] Negara Kaya Disebut Sudah Borong Lebih dari Setengah Calon Vaksin Covid-19 | "Nasionalisme Vaksin" Berdampak pada COVAX, Ini Faktanya...

Global
Setelah November Parlemen Eropa Tidak Akui Alexander Lukashenko Sebagai Presiden Belarusia

Setelah November Parlemen Eropa Tidak Akui Alexander Lukashenko Sebagai Presiden Belarusia

Global
AS Blokir Sebagian Ekspor China Produksi Xinjiang karena Dugaan Pelanggaran HAM

AS Blokir Sebagian Ekspor China Produksi Xinjiang karena Dugaan Pelanggaran HAM

Global
Perbedaan PM India Narendra Modi dan Trump di Tengah Dampak Krisis Virus Corona

Perbedaan PM India Narendra Modi dan Trump di Tengah Dampak Krisis Virus Corona

Global
komentar
Close Ads X