Aksi Brutal Polisi India, Tancap Kunci ke Kepala Pria karena Tak Pakai Helm

Kompas.com - 02/08/2020, 16:00 WIB
Ilustrasi mengendarai motor. ShutterstockIlustrasi mengendarai motor.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Sebuah aksi brutal dilaporkan dilakukan polisi di India, di mana sebuah kunci ditancapkan ke kepala seorang pria karena tak pakai helm.

Aksi tak pelak menyuarakan protes dan kecaman di internet. Apalagi setelah lelaki itu terekam berjalan dengan kunci yang masih menancap.

Baca juga: Nasib Naas Pencari Pakan Kambing, Tewas Tertancap Sabit Sendiri Usai Jatuh dari Pohon

Insiden itu dilaporkan terjadi pada Senin sekitar pukul 20.00 waktu setempat (27/7/2020), di Distrik Udham Singh Nagar, India.

Awalnya pria itu dan temannya berboncengan dengan sepeda motor ke arah SPBU ketika dihentikan tiga polisi yang sedang bertugas.

Dilansir Gulf News Rabu (29/7/2020), terjadi perdebatan sengit antara peengak hukum dengan korban yang tidak mengenakan helm.

Setelah itu diduga salah satunya mengeluarkan kunci dan langsung menancapkannya ke kepala. Video viral memperlihatkan dia berjalan dalam keadaan berdarah sebelum dibawa ke rumah sakit.

"Ini adalah upaya pembunuhan! Bayangkan kekuatan yang dibutuhkan oleh petugas itu untuk memukulkan kunci tersebut ke dahinya," jelas netizen bernama @amitvasdev.

Warganet lain dengan nama akun @SujataIndia1st mendesak agar pemerintah setempat bergerak cepat menyikapi kebrutalan yang terjadi.

"Saya merasa pusing setiap kali memikirkan atau melihat gambar seperti ini. Pelaku harus mendapat hukuman setimpal," kata dia.

Berdasarkan media India, pejabat polisi Negara Bagian Uttarakhand Ashok Kumar memerintahkan agar ketiga petugas itu mendapat penangguhan.

Tak hanya itu, penyelidikan untuk mengungkap kejadian sebenarnya juga tengah digelar.

Baca juga: Sempat Dilindungi Istri, Pria di Makassar Tewas Tertancap Dua Anak Panah Tetangganya


Sumber Gulf News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Luar Dugaan, China Jalankan lebih dari 380 Fasilitas Penahanan di Xinjiang

Di Luar Dugaan, China Jalankan lebih dari 380 Fasilitas Penahanan di Xinjiang

Global
Rayakan 2.000 Hari Lawan Koalisi Arab Saudi, Houthi Pamer Uang dan Makanan

Rayakan 2.000 Hari Lawan Koalisi Arab Saudi, Houthi Pamer Uang dan Makanan

Global
Mulai Berani Pertanyakan Raja Thailand, Anak Muda Ini Jadi Sorotan

Mulai Berani Pertanyakan Raja Thailand, Anak Muda Ini Jadi Sorotan

Global
Botol Berisi Darah Paus Yohanes Paulus II di Gereja telah Dicuri

Botol Berisi Darah Paus Yohanes Paulus II di Gereja telah Dicuri

Global
Polisi Vietnam Gerebek 324.000 Kondom Bekas yang Dicuci dan Dijual Lagi

Polisi Vietnam Gerebek 324.000 Kondom Bekas yang Dicuci dan Dijual Lagi

Global
Kim Jong Un Disebut Lolos Upaya Pembunuhan oleh Pengkhianat Korut pada 2018

Kim Jong Un Disebut Lolos Upaya Pembunuhan oleh Pengkhianat Korut pada 2018

Global
Kelompok Pembangkang Arab Saudi Bentuk Partai Politik Oposisi Raja Salman

Kelompok Pembangkang Arab Saudi Bentuk Partai Politik Oposisi Raja Salman

Global
Polisi di India Terungkap Punya Kekayaan Rp 141,2 Triliun

Polisi di India Terungkap Punya Kekayaan Rp 141,2 Triliun

Global
Iran Menuduh Arab Saudi Melimpahkan Tindakan 'Kejahatan', sebagai Balasan Kritikan

Iran Menuduh Arab Saudi Melimpahkan Tindakan "Kejahatan", sebagai Balasan Kritikan

Global
AS Cari Cara untuk Jual Jet Tempur F-35 ke Uni Emirat Arab Tanpa Melukai Israel

AS Cari Cara untuk Jual Jet Tempur F-35 ke Uni Emirat Arab Tanpa Melukai Israel

Global
Kisah Misteri: Kematian Ganjil 9 Pendaki 'Dyatlov Pass'

Kisah Misteri: Kematian Ganjil 9 Pendaki 'Dyatlov Pass'

Global
Raja Salman Kritik Habis-habisan Iran dalam Pidatonya di Sidang Umum PBB

Raja Salman Kritik Habis-habisan Iran dalam Pidatonya di Sidang Umum PBB

Global
Trump Menolak Meletakkan Jabatan dengan Damai jika Kalah dalam Pilpres AS

Trump Menolak Meletakkan Jabatan dengan Damai jika Kalah dalam Pilpres AS

Global
Petugas Polisi Ditembak Massa dalam Unjuk Rasa Kasus Pembunuhan Breonna Taylor

Petugas Polisi Ditembak Massa dalam Unjuk Rasa Kasus Pembunuhan Breonna Taylor

Global
Pejabat Korea Selatan Ditembak Mati dan Dibakar Korea Utara Saat Hendak Membelot

Pejabat Korea Selatan Ditembak Mati dan Dibakar Korea Utara Saat Hendak Membelot

Global
komentar
Close Ads X