Kompas.com - 02/08/2020, 11:04 WIB
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus Shutterstock/Alexandros MichailidisDirektur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus

JENEWA, KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Sabtu (1/8/2020) memperingatkan bahwa pandemi virus corona kemungkinan bertahan lebih lama.

Peringatan itu disampaikan setelah komite WHO mengadakan pertemuan darurat untuk mengevaluasi krisis wabah yang terjadi selama 6 bulan ke belakang, menurut keterangan media Perancis AFP.

Komite tersebut menggarisbawahi antisipasi terhadap panjangnya durasi wabah Covid-19 dan memperingatkan tentang risiko kelelahan dalam penanggulangan wabah karena tekanan sosial-ekonomi di banyak negara.

Baca juga: WHO Puji Arab Saudi Sukses Gelar Haji di Tengah Pandemi Corona

Melansir Israel National News, komite yang berkumpul pada Jumat lalu adalah pertemuan yang keempat kalinya dalam penanganan wabah virus corona

Pertemuan-pertemuan itu telah dilakukan dalam setengah tahun ini, sejak deklarasi darurat yang disampaikan Kesehatan Masyarakat Internasional (PHEIC) pada 30 Januari lalu, sebuah peringatan tertinggi dari WHO.

"WHO terus menilai tingkat risiko Covid-19 di tingkat global menjadi sangat tinggi," ungkap pernyataan terakhir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Komite menyoroti durasi panjang pandemi Covid-19 yang diantisipasi ini, mencatat pentingnya upaya berkelanjutan di tingkat komunitas, nasional, regional, dan respons global."

Baca juga: WHO Sebut Lockdown Bukan Strategi Berkelanjutan untuk Hentikan Covid-19

Komite itu terdiri dari 18 anggota dan 12 penasihat dengan suara bulat setuju bahwa pandemi virus corona masih berlangsung lama serta mendesak WHO untuk memberi panduan kepada masyarakat global untuk mencegah risiko kelelahan penanggulangan akibat tekanan sosial dan ekonomi.

Panel mendesak WHO untuk mendukung negara-negara dalam menyiapkan peluncuran terapi dan vaksin yang teruji.

Ada pun Kepala Direktur WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus juga mengatakan, dampak dari wabah virus corona akan terasa lebih lama.

"Pandemi (Covid-19) adalah krisis kesehatan sekali dalam seabad, yang dampaknya akan terasa selama beberapa dekade mendatang," tambah Tedros.

Virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 telah menewaskan setidaknya 680.000 orang dan menginfeksi sekitar 17,6 juta orang sedunia sejak pertama kali terjadi di China pada Desember lalu berdasarkan penghitungan dari sumber resmi AFP.

Baca juga: WHO: Orang Usia Muda Berisiko Saat Terpapar Virus Corona


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X