Pro-Kontra, Trump Batalkan Penarikan Pasukan Federal untuk "Pembersihan" Kerusuhan di Portland

Kompas.com - 02/08/2020, 07:36 WIB
Seorang pria berkaus Navy mengacungkan jari tengah kepada polisi setelah disemprot dan dipukuli dalam aksi unjuk rasa menentang ketidaksetaraan ras di Portland, Amerika Serikat, 18 Juli 2020. THE PORTLAND TRIBUNE via ReutersSeorang pria berkaus Navy mengacungkan jari tengah kepada polisi setelah disemprot dan dipukuli dalam aksi unjuk rasa menentang ketidaksetaraan ras di Portland, Amerika Serikat, 18 Juli 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Donald Trump mengatakan bahwa para pasukan federal Amerika Serikat (AS) akan tinggal di kota Portland sampai pejabat penegak hukum menyelesaikan tugas untuk "membersihkan anarkisme dan agitator".

Pasukan yang penempatannya dipandang oleh banyak orang sebagai bagian dari strategi hukum dan ketertiban presiden untuk pemilihan presiden 2020 dan memperburuk ketegangan antara pihak berwenang dengan demonstran antirasis, sempat dijadwalkan untuk memulai penarikan bertahap dari Portland pada Kamis (30/7/2020).

Pada Jumat (31/7/2020), Trump mengungah di Twitter pernyataan, "Pasukan keamanan federal tidak akan meninggalkan Portland sampai polisi setempat menyelesaikan pembersihan anarkis dan agitator!"

Melansir AFP pada Sabtu (1/8/2020), ratusan demonstran yang beberapa di antaranya menggunakan pelindung wajah, masih berada di jalan-jalan di pusat kota Portland pada Jumat malam, tanpa ada penegakan hukum federal.

Baca juga: Dituding Berpotensi Curang, Trump Ingin Pilpres AS Tahun Ini Ditunda

Seorang demonstran, yang memberikan nama depannya, Rudi, ketika ditanya, "Apa artinya membersihkan?"

"Tidak ada yang perlu dibersihkan, tidak ada kerusuhan, tidak ada penjarahan. Trump hanya berbicara untuk membuat kerusuhan di basisnya," kata pria berusia 39 tahun itu kepada AFP.

Seorang wartawan AFP mengatakan meskipun orang-orang tetap di jalan-jalan, pemandangan tetap tenang, tanpa kehadiran agen-agen federal.

Sebelumnya, polisi Portland membersihkan taman dan jalan terdekat di sekitar pusat kota pada Jumat untuk mengantisipasi penarikan bertahap oleh pasukan federal.

Baca juga: Selain Melawan Covid-19, Kini AS juga Menghadapi Salmonella Jenis Baru

Wali kota Portland, Ted Wheeler, mengatakan penempatan itu merupakan bagian dari perjanjian bagi pejabat federal untuk pergi.

Dalam sebuah tweet Jumat malam, Wheeler mengucapkan terima kasih kepada para demonstran damai, dan mengatakan mereka telah "merebut kembali ruang yang telah menjadi landasan bagi kekerasan, untuk berbagi pesan kuat mereka tentang keadilan reformatif."

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Iran Murka, Sebut AS 'Biadab' atas Sanksi yang Telah Dijatuhkan

Iran Murka, Sebut AS "Biadab" atas Sanksi yang Telah Dijatuhkan

Global
Seorang Remaja yang Menari Setelah Membunuh telah Dihukum Penjara Seumur Hidup

Seorang Remaja yang Menari Setelah Membunuh telah Dihukum Penjara Seumur Hidup

Global
Lagi Asyik Pacaran, Sejoli Dipalak dan Dipaksa Berhubungan Seks di Pinggir Jalan

Lagi Asyik Pacaran, Sejoli Dipalak dan Dipaksa Berhubungan Seks di Pinggir Jalan

Global
Menikah dengan Wanita dari Kasta Lebih Tinggi, Pria Ini Diculik dan Dibunuh

Menikah dengan Wanita dari Kasta Lebih Tinggi, Pria Ini Diculik dan Dibunuh

Global
Demo di Depan Vila Raja Thailand, Aktivis Pasang Plakat 'Negara Milik Rakyat'

Demo di Depan Vila Raja Thailand, Aktivis Pasang Plakat "Negara Milik Rakyat"

Global
Ada Jenazah di Dalam Toilet, Pesawat Air China Mendarat Darurat

Ada Jenazah di Dalam Toilet, Pesawat Air China Mendarat Darurat

Global
Gadis Kasta Dalit Diperkosa dan Dianiaya Hingga Lumpuh, Tersangka dari Kasta di Atasnya

Gadis Kasta Dalit Diperkosa dan Dianiaya Hingga Lumpuh, Tersangka dari Kasta di Atasnya

Global
Operasi Besar-besaran Polisi Inggris Tangkap 1.000 Pengedar dan Narkotika Senilai Rp 22,9 Miliar

Operasi Besar-besaran Polisi Inggris Tangkap 1.000 Pengedar dan Narkotika Senilai Rp 22,9 Miliar

Global
Keren, Batmobile Sungguhan Dibuat di Vietnam, Bisa Melaju 100 Km/Jam

Keren, Batmobile Sungguhan Dibuat di Vietnam, Bisa Melaju 100 Km/Jam

Global
Korban Tewas Kecelakaan Pesawat AU Ukraina Meningkat Jadi 26, 1 Orang Selamat

Korban Tewas Kecelakaan Pesawat AU Ukraina Meningkat Jadi 26, 1 Orang Selamat

Global
Jenazah Perempuan Ini Diikat di Sepeda Motor Sebelum Dibawa ke Rumah Duka

Jenazah Perempuan Ini Diikat di Sepeda Motor Sebelum Dibawa ke Rumah Duka

Global
Dirawat Beberapa Jam di RS, 3 Yahudi Ortodoks Meninggal karena Covid-19

Dirawat Beberapa Jam di RS, 3 Yahudi Ortodoks Meninggal karena Covid-19

Global
PM Australia: Dunia Harus Tahu Asal Muasal Covid-19

PM Australia: Dunia Harus Tahu Asal Muasal Covid-19

Global
Trump: Debat dengan Joe Biden seperti Laga UFC

Trump: Debat dengan Joe Biden seperti Laga UFC

Global
Suami Belikan 1 Hektar Tanah di Bulan untuk Istri, Segini Harganya

Suami Belikan 1 Hektar Tanah di Bulan untuk Istri, Segini Harganya

Global
komentar
Close Ads X