Kisah Seorang Veteran Perang Dunia II yang Selesaikan Pendidikan di Usia 96 Tahun

Kompas.com - 01/08/2020, 15:13 WIB
Giuseppe Paterno, 96, siswa tertua Italia, merayakan kelulusan dari gelar sarjana dalam sejarah dan filsafat selama lulus di University of Palermo, di Palermo, Italia, 29 Juli 2020. Saya orang normal, seperti banyak orang lain, Kata Paterno, ketika ditanya bagaimana rasanya lulus begitu terlambat. Dalam hal usia saya telah melalui banyak hal, tetapi saya belum pernah melalui ini. Reuters via ABC NewsGiuseppe Paterno, 96, siswa tertua Italia, merayakan kelulusan dari gelar sarjana dalam sejarah dan filsafat selama lulus di University of Palermo, di Palermo, Italia, 29 Juli 2020. Saya orang normal, seperti banyak orang lain, Kata Paterno, ketika ditanya bagaimana rasanya lulus begitu terlambat. Dalam hal usia saya telah melalui banyak hal, tetapi saya belum pernah melalui ini.

ROMA, KOMPAS.com - Italia memiliki seorang mahasiswa tertua yang lulus pada pekan ini. Setelah melewati masa perang dunia II, Giuseppe Paterno yang berusia 96 tahun saat ini telah melewati masa ujian dan akhirnya mendapatkan gelar sarjana Sejarah dan Filsafat dari University of Palermo.

Melansir ABC News pada Jumat (31/7/2020), Paterno menceritakan pengalaman pertamanya menjadi lulusan universitas. Ketika pria 96 tahun ini melangkah maju menerima gelar sarjana dan karangan bunga, lalu disambut tepuk tangan oleh keluarga, guru, dan sesama pelajar yang 70 tahun lebih muda darinya.

"Saya orang normal, seperti banyak orang lain," ujar Paterno.

Ketika ditanya bagaimana rasanya lulus begitu terlambat, ia menjawab, "Dalam hal usia, saya telah melewati banyak hal, tetapi saya belum pernah mengalami ini (lulus universitas)."

Baca juga: Jebol Rekening Bank Rp 1,4 Miliar, Kakek-kakek Gadungan Ditangkap Polisi

Pada Rabu (29/7/2020), ia lulus pertama di kelasnya dengan penghargaan tertinggi, menerima ucapan selamat dari kanselir universitas, Fabrizio Micari.

"Anda adalah contoh untuk siswa yang lebih muda," ucap profesor sosiologinya, Francesca Rizzuto, yang mengatakan kepadanya setelah ia lulus ujian lisan terakhir pada Juni lalu.

Paterno muda tumbuh dalam keluarga miskin di Sisilia pada tahun-tahun sebelum Perang Dunia II, yang saat itu dia hanya mendapatkan pendidikan tingkat sekolah dasar.

Beranjak remaja, Paterno bergabung dengan angkatan laut dan bertugas selama Perang Dunia II. Setelah perang usai, ia melanjutkan hidup dengan bekerja di kereta api dan akhirnya menikah hingga membesarkan dua anak.

Baca juga: Terlibat Bunuh 5.232 Yahudi di Kamp Nazi Jerman, Kakek 93 Tahun Ini Beberkan Kisahnya

Dalam masyarakat yang berfokus untuk berbenah diri dan melakukan pembangunan usai dahsyatnya perang dunia II, pekerjaan dan keluarga, dikatakannya adalah prioritas utama.

Pada 1955, saat usianya 31 tahun, Paterno telah terlebih dahulu menyelesaikan pendidikan sekolah menengahnya. Namun, dirinya masih memiliki tekad untuk memiliki pendidikan lebih tinggi.

Halaman:

Sumber ABCNews
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hotel Bioskop Semakin Populer di China

Hotel Bioskop Semakin Populer di China

Global
Warga Muslim India Padati Pasar untuk Persiapan Idul Fitri, Abaikan Prokes

Warga Muslim India Padati Pasar untuk Persiapan Idul Fitri, Abaikan Prokes

Global
Wisata Luar Angkasa Siap Diuji Coba, Harga Tiket Hampir Rp 3 Miliar

Wisata Luar Angkasa Siap Diuji Coba, Harga Tiket Hampir Rp 3 Miliar

Global
Kota Kecil di Brasil Sukses Turunkan Kasus Covid-19 dengan 95 Persen Vaksinasi

Kota Kecil di Brasil Sukses Turunkan Kasus Covid-19 dengan 95 Persen Vaksinasi

Global
Potret Kuburan Sepeda di China, Hamparan Sampah Bekas Fasilitas Umum

Potret Kuburan Sepeda di China, Hamparan Sampah Bekas Fasilitas Umum

Global
Kisah Desa yang Tolak Proyek Internet Elon Musk, Khawatir Sinyal Ganggu Ternak

Kisah Desa yang Tolak Proyek Internet Elon Musk, Khawatir Sinyal Ganggu Ternak

Global
Uganda Buat UU Larang Tumbal Anak agar Orangtua Cepat Kaya, Pelanggar Dihukum Mati

Uganda Buat UU Larang Tumbal Anak agar Orangtua Cepat Kaya, Pelanggar Dihukum Mati

Global
China Remehkan Prediksi Roketnya Jatuh Tanpa Kendali ke Bumi

China Remehkan Prediksi Roketnya Jatuh Tanpa Kendali ke Bumi

Global
Trauma Diperkosa Sejak Kecil, Wanita di Singapura Berupaya Bunuh Putra Kandungnya

Trauma Diperkosa Sejak Kecil, Wanita di Singapura Berupaya Bunuh Putra Kandungnya

Global
Dubai Buka Restoran Tanpa Tirai Penutup Selama Ramadhan

Dubai Buka Restoran Tanpa Tirai Penutup Selama Ramadhan

Global
Wanita Ini 5 Kali Hamil dan Melahirkan Supaya Tidak Masuk Penjara

Wanita Ini 5 Kali Hamil dan Melahirkan Supaya Tidak Masuk Penjara

Global
Penerima Vaksin Covid-19 AstraZeneca di Vietnam Meninggal Sehari setelah Disuntik

Penerima Vaksin Covid-19 AstraZeneca di Vietnam Meninggal Sehari setelah Disuntik

Global
Tembus Pandang, Inilah Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia, Berani Coba?

Tembus Pandang, Inilah Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia, Berani Coba?

Global
156 Kotak Misteri Disita di China, Berisi Anak Anjing dan Kucing dengan Kondisi Memprihatinkan

156 Kotak Misteri Disita di China, Berisi Anak Anjing dan Kucing dengan Kondisi Memprihatinkan

Global
Agar Anaknya Aman, Wanita Bangun Jembatan Penyeberangan dari Uang Sendiri, Habis Rp 2,1 Miliar

Agar Anaknya Aman, Wanita Bangun Jembatan Penyeberangan dari Uang Sendiri, Habis Rp 2,1 Miliar

Global
komentar
Close Ads X