Tak Cukup Assad dan Istrinya, Putra Remaja Presiden Suriah Ini Juga Dikenai Sanksi AS

Kompas.com - 30/07/2020, 17:05 WIB
Presiden Suriah Bashar al-Assad berpidato di komite pemerintah yang mengawasi langkah-langkah untuk mencegah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), di Damaskus, Suriah dalam selebaran ini yang dirilis oleh SANA pada 4 Mei 2020 Reuters/Sana SanaPresiden Suriah Bashar al-Assad berpidato di komite pemerintah yang mengawasi langkah-langkah untuk mencegah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), di Damaskus, Suriah dalam selebaran ini yang dirilis oleh SANA pada 4 Mei 2020

DAMASKUS, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) pada Rabu (29/7/2020) menjatuhkan sanksi terhadap putra dari Presiden Suriah, Bashar Al Assad, yang masih berusia 18 tahun.

AS bersumpah tidak akan membiarkan rezim negara yang tengah dilanda perang itu memperkaya diri mereka.

Hafez Al Assad diberi sanksi AS berupa larangan perjalanan atau memiliki aset di AS, berdasarkan keterangan Departemen Luar Negeri AS yang dikutip AFP.

Baca juga: AS Beri Sanksi kepada Istri Presiden Suriah Bashar Assad

Sanksi AS terhadap Hafez merupakan bagian dari serangkaian sanksi kedua di bawah UU Caesar atau Caesar Act yang dimulai sejak Juni lalu.

Caesar Act bertujuan untuk mencegah normalisasi Assad bahkan ketika dia memenangkan kembali sebagian besar wilayah Suriah pasca perang 9 tahun yang brutal.

"Kami akan terus meminta Bashar Al Assad dan rezimnya bertanggung jawab atas kejahatan mereka, sambil terus menjaga ingatan akan korban-korban mereka," kata Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Gelapkan Dana Publik Suriah, Paman Bashar Assad Divonis 4 Tahun Penjara

"Ini waktunya kebrutalan Assad dihentikan," ujar Pompeo. AS sebelumnya telah memberi sanksi kepada Assad dan istrinya, Asma.

Para pejabat mengatakan sanksi terhadap satu-satunya anak Assad yang dewasa dimaksudkan untuk menghentikan Hafez sebagai satu-satunya akses bagi keluarga di luar negeri.

"Telah menjadi tren yang menonjol di kalangan aktor rezim Suriah untuk menggunakan anggota keluarga dewasa mereka, apakah saudara atau anak-anak mereka, untuk mencoba melanjutkan bisnis di tempat mereka setelah mendapat sanksi," kata Joel Rayburn, seorang pejabat Departemen Luar Negeri yang menangani Suriah.

Rayburn memperingatkan bahwa Assad dan keluarga-keluarga kalangan terkemuka lainnya mampu meningkatkan daya ungkit ekonomi mereka ketika Suriah ingin dibangun kembali.

Baca juga: Suriah Umumkan Kasus Infeksi Pertama Virus Corona, Bashar Al-Assad Keluarkan Amnesti Tahanan

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas Kebun Binatang San Diego Digigit Ular Beludak Afrika yang Tidak Ada Antivenom

Petugas Kebun Binatang San Diego Digigit Ular Beludak Afrika yang Tidak Ada Antivenom

Global
Video Ribuan Orang Ikut Ritual di Sungai Gangga, Ratusan Positif Covid-19 Setelahnya

Video Ribuan Orang Ikut Ritual di Sungai Gangga, Ratusan Positif Covid-19 Setelahnya

Global
Pengunduran Diri Belum Disetujui, Polisi Pelaku Penembakan Daunte Wright Dipertimbangkan Dipecat

Pengunduran Diri Belum Disetujui, Polisi Pelaku Penembakan Daunte Wright Dipertimbangkan Dipecat

Global
10 Tahun Berhenti, Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Diguncang Gempa

10 Tahun Berhenti, Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Diguncang Gempa

Global
Terungkap, Rusia Sebenarnya Enggan Berkonflik Langsung dengan AS

Terungkap, Rusia Sebenarnya Enggan Berkonflik Langsung dengan AS

Global
Joe Biden Bakal Tarik Pasukan AS dari Afghanistan: Perang Terlama akan Berakhir

Joe Biden Bakal Tarik Pasukan AS dari Afghanistan: Perang Terlama akan Berakhir

Global
[POPULER GLOBAL] 6 Bukti Netizen Indonesia Tidak Sopan se-Asia Tenggara | Pemilik Kargo Kapal Ever Given Patungan Bayar Ganti Rugi di Terusan Suez

[POPULER GLOBAL] 6 Bukti Netizen Indonesia Tidak Sopan se-Asia Tenggara | Pemilik Kargo Kapal Ever Given Patungan Bayar Ganti Rugi di Terusan Suez

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Bapak Bahasa Italia, Dante Alighieri, yang Berpuisi Tentang Neraka, Api Penyucian, dan Surga

[Biografi Tokoh Dunia] Bapak Bahasa Italia, Dante Alighieri, yang Berpuisi Tentang Neraka, Api Penyucian, dan Surga

Internasional
Diduga Berebut Loker Kabin Pesawat, Pria Ini Jambak Rambut dan Seret Seorang Wanita

Diduga Berebut Loker Kabin Pesawat, Pria Ini Jambak Rambut dan Seret Seorang Wanita

Global
Jerman Campur Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Ganti Dosis Kedua dengan Jenis Lain

Jerman Campur Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Ganti Dosis Kedua dengan Jenis Lain

Global
Pembunuh 51 Jemaah saat Shalat Jumat di Masjid Selandia Baru Minta Status Terorisnya Dikaji

Pembunuh 51 Jemaah saat Shalat Jumat di Masjid Selandia Baru Minta Status Terorisnya Dikaji

Global
Redakan Ketegangan di Ukraina, Biden Tawarkan Putin untuk Bertemu

Redakan Ketegangan di Ukraina, Biden Tawarkan Putin untuk Bertemu

Global
Khawatir Kontaminasi Radioaktif, Korsel Siap Lawan Keputusan Pembuangan Air dari Fukushima di Pengadilan Internasional

Khawatir Kontaminasi Radioaktif, Korsel Siap Lawan Keputusan Pembuangan Air dari Fukushima di Pengadilan Internasional

Global
Diduga Punya Efek Samping Serius, Vaksin AstraZeneca Dihentikan di Denmark

Diduga Punya Efek Samping Serius, Vaksin AstraZeneca Dihentikan di Denmark

Global
Penyandang Down Syndrome Diculik, Dimasukkan Peti Mati, dan Dikremasi Hidup-hidup

Penyandang Down Syndrome Diculik, Dimasukkan Peti Mati, dan Dikremasi Hidup-hidup

Global
komentar
Close Ads X