Tensi Tinggi dengan Rusia, AS Akan Tarik 11.900 Pasukan dari Jerman

Kompas.com - 29/07/2020, 23:52 WIB
Sekretaris Pertahanan Amerika Serikat (AS) Mark Esper, saat berbicara di konferensi pers gabungan bersama Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, dan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg di Kabul, Afghanistan, Sabtu (29/2/2020). MOHAMMAD ISMAIL/REUTERSSekretaris Pertahanan Amerika Serikat (AS) Mark Esper, saat berbicara di konferensi pers gabungan bersama Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, dan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg di Kabul, Afghanistan, Sabtu (29/2/2020).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat ( AS) akan menarik 11.900 pasukannya dari Jerman.

Pernyataan tersebut diumumkan Menteri Pertahanan AS Mark Esper pada Rabu (29/7/2020). Sebagian di antaranya akan diterjunkan ke Italia dan Belgia.

Dalam rencana penarikan dan relokasi posisi yang mungkin akan dimulai dalam beberapa pekan tersebut, AS akan memulangkan 6.400 tentaranya.

Sementara itu, sekitar 5.600 personel akan disebar ke beberapa negara anggota NATO.

Baca juga: Rumor Rusia Bayar Taliban untuk Bunuh Tentara AS, 3 Pihak Kompak Membantah

Dengan ditariknya sejumlah pasukan dari Jerman, kini kehadiran tentara AS di Jerman tersisa 24.000 personel, sebagaimana dilansir The Defense Post.

Esper mengatakan, tujuan utama dari rotasi tersebut adalah untuk memperkuat sisi tenggara NATO di dekat Laut Hitam.

Selain itu, Esper menambahkan, pemindahan beberapa pasukan ke Belgia juga dimaksudkan untuk meningkatkan koordinasi dengan NATO.

Beberapa personel juga kemungkinan bisa ditugaskan ke Polandia dan negara-negara Baltik jika negara-negara tersebut mencapai kesepakatan akhir dengan AS.

Baca juga: Trump Akan Beri Sanksi ke Pejabat ICC yang Tuntut Tentara AS

"Perubahan ini tidak diragukan lagi adalah untuk mencapai prinsip-prinsip inti bagi AS dan NATO untuk mencegah ancaman Rusia, memperkuat NATO, dan meningkatkan fleksibilitas AS,” kata Esper.

Langkah tersebut juga dapat memiliki dampak ekonomi dan strategis yang signifikan di Jerman, di mana puluhan ribu tentara AS telah ditempatkan di sana sejak Perang Dunia II berakhir.

Esper mengatakan, langkah itu sudah lama dibahas dan bukan karena ketidakbahagiaan Presiden AS Donald Trump atas hubungan AS dengan Jerman.

Baca juga: Akan Kehilangan 9.500 Tentara AS, Jerman Mulai Risau

Dia menuturkan, relokasi pasukan difokuskan atas potensi ancaman di Eropa tenggara dari Rusia.

Rusia dituduh sangat ambisius atas aksi pencaplokan dan aneksasinya terhadap Crimea dari Ukraina.

AS disebut juga memindahkan banyak unit kendaraan lapis baja Stryker ke wilayah Laut Hitam dan memindahkan skuadron jet tempur ke Italia.


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Viral Anjing Menangis Dipaksa Makan Cabe Demi Konten

Video Viral Anjing Menangis Dipaksa Makan Cabe Demi Konten

Global
Video Detik-detik Crane Ambruk Ditabrak Kapal Kontainer Terbesar di Dunia

Video Detik-detik Crane Ambruk Ditabrak Kapal Kontainer Terbesar di Dunia

Global
Seorang Wanita Masukan Kotoran Anjing ke Kotak Surat Para Pendukung Trump

Seorang Wanita Masukan Kotoran Anjing ke Kotak Surat Para Pendukung Trump

Global
Tim Sepak Bola Kalah 37-0 gara-gara Social Distancing 2 Meter di Pertandingan

Tim Sepak Bola Kalah 37-0 gara-gara Social Distancing 2 Meter di Pertandingan

Global
Percaya Ritual Mandi Lumpur Cegah Virus Corona, Politisi India Positif Covid-19

Percaya Ritual Mandi Lumpur Cegah Virus Corona, Politisi India Positif Covid-19

Global
Video Viral Wanita Naiki Peti Mati Kekasihnya dan Berjoget di Atasnya

Video Viral Wanita Naiki Peti Mati Kekasihnya dan Berjoget di Atasnya

Global
Ngebut 140 Km/Jam Sambil Tidur di Mobil, Sopir Ditilang Polisi

Ngebut 140 Km/Jam Sambil Tidur di Mobil, Sopir Ditilang Polisi

Global
Survei: Kata Generasi Milenial dan Gen Z Soal Holocaust

Survei: Kata Generasi Milenial dan Gen Z Soal Holocaust

Global
UU Baru Disahkan di Nigeria, Pria Pemerkosa Akan Dikebiri

UU Baru Disahkan di Nigeria, Pria Pemerkosa Akan Dikebiri

Global
Tolak Pelatihan Anti-rasialisme, Trump Usulkan Pelajaran Patriotik di Sekolah

Tolak Pelatihan Anti-rasialisme, Trump Usulkan Pelajaran Patriotik di Sekolah

Global
Hari Ini dalam Sejarah: Presiden AS ke-39 Jimmy Carter Resmi Ajukan Laporan 'Penampakan UFO'

Hari Ini dalam Sejarah: Presiden AS ke-39 Jimmy Carter Resmi Ajukan Laporan "Penampakan UFO"

Global
Ragam Barang Antik Revolusioner China Dicuri, Ditaksir Nilainya Lebih dari Rp 7,4 Triliun

Ragam Barang Antik Revolusioner China Dicuri, Ditaksir Nilainya Lebih dari Rp 7,4 Triliun

Global
Bakteri Penyakit Bocor dari Lab China, Ribuan Orang Terinfeksi

Bakteri Penyakit Bocor dari Lab China, Ribuan Orang Terinfeksi

Global
Seorang Penggemar dan Pekerja Wahana Ekstrem yang Tewas dari 'Swing Ride'

Seorang Penggemar dan Pekerja Wahana Ekstrem yang Tewas dari "Swing Ride"

Global
Pesta Pernikahan jadi Superspreader Virus Corona, 7 Tewas dan 177 Terinfeksi

Pesta Pernikahan jadi Superspreader Virus Corona, 7 Tewas dan 177 Terinfeksi

Global
komentar
Close Ads X