Pelecehan Seksual terhadap Gay, Biseksual, dan Transgender Tinggi di Suriah

Kompas.com - 29/07/2020, 19:39 WIB
Sejumlah penyintas mengaku mengalami kekerasan fisik, seperti dicium secara paksa dan dipegang anggota tubuhnya Luis Sinco/Los Angeles Times via Getty Images Sejumlah penyintas mengaku mengalami kekerasan fisik, seperti dicium secara paksa dan dipegang anggota tubuhnya

BEIRUT, KOMPAS.com - Gay, biseksual, dan transgender (GBT) mengalami peningkatan pelecehan seksual di tangan pemerintah Suriah dan aktor-aktor non-pemerintahan karena orientasi seksual mereka.

Human Rights Watch (HRW) mengatakan bahwa puluhan korban GBT yang menjadi target pelecehan seksual melarikan diri ke Lebanon dengan "gangguan kesehatan fisik dan mental, yang diperparah karena kurangnya layanan dukungan di Lebanon".

Melansir Al Jazeera pada Rabu (29/7/2020), kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat (AS) ini mengatakan telah wawancara para korban pelecehan seksual di Suriah.

HRW telah meneliti kejahatan seks yang parah terjadi di Suriah karena perang kurang lebih 10 tahun.

Penulis laporan kasus pelecehan seksual, Zeynep Pinar Erdem, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa beberapa korban dilaporkan "mendapatkan pelecehan dan kekerasan seksual karena memiliki 'wajah lembut'"

"Mereka (para pria) dianggap sebagai banci oleh para pelaku di pusat-pusat penahanan dan di barisan tentara Suriah, dan karenanya menjadi sasaran peningkatan kekerasan," ujar Erdem.

Baca juga: Pembelot Korea Utara yang Dicurigai Terinfeksi Covid-19, Tersandung Kasus Pelecehan Seksual

Dengan senang hati

Ada 40 GBT dan orang-orang non-biner dan 4 orang laki-laki heteroseksual mengungkapkan telah mengalami pemerkosaan, kekerasan genital, ancaman pemerkosaan, penelanjangan paksa, dan pelecehan seksual.

Hal tersebut memberikan trauma fisik dan psikologis yang bertahan lama dan seringkali tidak tertangani karena stigma terhadap GBT, keengganan para korban untuk berbicara, dan layanan yang tidak memadai untuk membantu mereka di Lebanon.

Trauma yang sering dialami oleh korban, biasanya depresi, stres pasca-trauma, trauma seksual, kehilangan harapan, dan pikiran paranoid, selain rasa sakit yang parah di dubur dan alat kelamin mereka, pendarahan dubur dan nyeri otot.

Yousef, salah satu korban pelecehan mengatakan kepada HRW bahwa dia ditahan oleh badan intelijen pemerintah Suriah bukan karena dia gay, tetapi begitu orientasi seksualnya terungkap, "agresi 10 kali lipat".

Baca juga: Sejarawan Rusia Dipenjara atas Tuduhan Pelecehan Seksual

Halaman:

Sumber Aljazeera
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meghan Isyaratkan Pilih Biden, Trump: Saya Bukan Penggemarnya

Meghan Isyaratkan Pilih Biden, Trump: Saya Bukan Penggemarnya

Global
Trump dan Kedua Saudaranya Digugat Keponakan dengan Tuduhan Penipuan dan Konspirasi Warisan

Trump dan Kedua Saudaranya Digugat Keponakan dengan Tuduhan Penipuan dan Konspirasi Warisan

Global
Musuh Politik Bebuyutan, Akankah UMNO Lapangkan Jalan Anwar Ibrahim Jadi PM?

Musuh Politik Bebuyutan, Akankah UMNO Lapangkan Jalan Anwar Ibrahim Jadi PM?

Global
Rindu Ingin Pulang ke Tanah Air, Parti Liyani: Saya Tidak Akan Bekerja Lagi di Singapura

Rindu Ingin Pulang ke Tanah Air, Parti Liyani: Saya Tidak Akan Bekerja Lagi di Singapura

Global
Gara-gara Nongkrong, 2 Warga Inggris Dilarang Kerja Seumur Hidup di Singapura

Gara-gara Nongkrong, 2 Warga Inggris Dilarang Kerja Seumur Hidup di Singapura

Global
Pengunjuk Rasa Thailand Marah, Parlemen Tunda Keputusan Reformasi Konstitusi

Pengunjuk Rasa Thailand Marah, Parlemen Tunda Keputusan Reformasi Konstitusi

Global
Hanya karena Pakai Rok Pendek, Wanita Ini Dilecehkan dan Dihajar di Jalan

Hanya karena Pakai Rok Pendek, Wanita Ini Dilecehkan dan Dihajar di Jalan

Global
Tengah Asyik Bermain TikTok, Seorang Pemuda Pakistan Tertabrak Kereta Api

Tengah Asyik Bermain TikTok, Seorang Pemuda Pakistan Tertabrak Kereta Api

Global
Konsumsi Akar Manis Berlebih, Pria Ini Tewas Kena Serangan Jantung

Konsumsi Akar Manis Berlebih, Pria Ini Tewas Kena Serangan Jantung

Global
Keponakan Pablo Escobar Temukan Kantong Plastik Berisi Uang Senilai Rp 268 Miliar Tersembunyi di Dinding

Keponakan Pablo Escobar Temukan Kantong Plastik Berisi Uang Senilai Rp 268 Miliar Tersembunyi di Dinding

Global
Bersin-bersin di Sekolah, Anak Ini Disuruh Pulang dan Boleh Kembali jika Tes Covid-19 Negatif

Bersin-bersin di Sekolah, Anak Ini Disuruh Pulang dan Boleh Kembali jika Tes Covid-19 Negatif

Global
[POPULER GLOBAL] Trump Tolak Turunkan Jabatan dengan Damai jika Kalah Pilpres | Klaim Mantan Suami Jill Biden, 'Saya Telah Dikhianati Biden'

[POPULER GLOBAL] Trump Tolak Turunkan Jabatan dengan Damai jika Kalah Pilpres | Klaim Mantan Suami Jill Biden, "Saya Telah Dikhianati Biden"

Global
Faksi Terbesar Palestina, Fatah dan Hamas Sepakat Adakan Pemilihan Umum Setelah 15 Tahun

Faksi Terbesar Palestina, Fatah dan Hamas Sepakat Adakan Pemilihan Umum Setelah 15 Tahun

Global
Di Luar Dugaan, China Jalankan lebih dari 380 Fasilitas Penahanan di Xinjiang

Di Luar Dugaan, China Jalankan lebih dari 380 Fasilitas Penahanan di Xinjiang

Global
Rayakan 2.000 Hari Lawan Koalisi Arab Saudi, Houthi Pamer Uang dan Makanan

Rayakan 2.000 Hari Lawan Koalisi Arab Saudi, Houthi Pamer Uang dan Makanan

Global
komentar
Close Ads X