Dari Pemerkosaan sampai Sterilisasi, Ini Pengakuan Muslim Uighur yang Berhasil Bebas

Kompas.com - 29/07/2020, 16:54 WIB
Ilustrasi korban pemerkosaan KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHOIlustrasi korban pemerkosaan

Meski sudah dibebaskan, teror masih berlanjut. Beberapa bulan kemudian, dia dipaksa untuk membayar denda sebanyak 18.400 Yuan China (sekitar Rp 39 juta) karena memiliki anak ketiga.

Dia juga dipaksa disterilkan.

Baca juga: Dokumen Bocor Sebut China Menahan Uighur karena Punya Jenggot

Berdasarkan investigasi The Associated Press baru-baru ini, sterilisasi adalah sebuah kampanye kejam yang dilakukan pemerintah China dalam mengekang populasi Muslim Uighur.

Pada Januari 2019, Zumret melarikan diri ke Pakistan bersama keluarganya setelah memberitahu pejabat setempat bahwa ayah mertuanya sakit parah. Dia berjanji akan kembali ke China dalam beberapa minggu namun tidak pernah melakukannya.

Kini, keluarga Zumret tinggal di Amerika Serikat (AS) setelah mendapatkan visa. Keluarga Zumret mengajukan suaka dan mengatakan, "Saya merasakan kebebasan dan kedamaian di sini tapi saya hidup dalam kecemasan."

Pasalnya, ibu Zumret kerap mendapat teror telepon dan ancaman untuk tetap diam. Akan tetapi, Zumret sendiri berjanji dia tetap bertekad untuk terus berbicara meski banyak ancaman yang diterima.

Halaman:

Sumber The Sun
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X