Saudi Hukum Blogger Yaman yang Mendukung Hak Kaum Gay

Kompas.com - 29/07/2020, 14:00 WIB
ilustrasi BBCilustrasi

RIYADH KOMPAS.com - Seorang blogger asal Yaman mendapatkan hukuman dari pengadilan Saudi karena unggahannya di media sosial yang mendukung hak kaum gay.

Laporan dari Human Rights Watch (HRW) yang dilansir dari Reuters pada Selasa (28/7/2020), blogger Yaman tersebut mendapatkan hukuman 10 bulan penjara, denda 2.600 dollar AS (Rp 37,96 juta), serta akan dideportasi ke negara asalnya.

Baca juga: Parlemen Israel Setujui RUU Larangan Terapi Penyembuhan Gay

Mohamad al-Bokari, blogger yang pro gay ini diketahui meninggalkan Yaman pada Juni 2019 dan bermigrasi ke Arab Saudi tanpa dokumen legal.

Kemudian, pada 8 April, Mohamad ditangkap karena konten videonya yang viral di Twitter. Ia mendapatkan banyak kecaman online dari masyarakat Saudi yang meminta ia untuk ditangkap.

Baca juga: Berwarna Pelangi, Es Krim Rusia Jadi Sumber Perdebatan Propaganda Gay

Dalam konten video tersebut Mohamad merespon pertanyaan dari Al Arabiya, pengikut Twitternya tentang hubungan sesama jenis.

Dia pun menyampaikan pendapatnya, "Semua orang memiliki hak dan harus dapat mempraktikkannya secara bebas, termasuk orang gay."

Baca juga: Seperti Apa Kondisi Haji Skala Kecil di Arab Saudi Tahun Ini?

Juru bicara departemen kepolisian Riyadh mengatakan pada April, bahwa video pernyataan Mohamad tersebut berisi "referensi seksual" yang "melanggar ketertiban umum dan moral".

HRW menyebutkan bahwa Mohamad dituduh melanggar moralitas publik, "mempromosikan homoseksualitas online" dan "meniru wanita".

Baca juga: Arab Saudi Umumkan Hari Raya Idul Adha pada 31 Juli

Menurut HRW, keputusan pengadilan Saudi menunjukkan pihak berwenang mendiskriminasi Mohamad karena "persepsi orientasi seksual dan ekspresi gender."

Sementara ini, pihak pemerintah Arab Saudi belum memberikan komentar tanggapan mengenai putusan dan tanggapan dari HRW.

Baca juga: Arab Saudi Gelar Ibadah Haji Skala Kecil pada 29 Juli

Mohamad dijatuhi hukuman pada 20 Juli dan memiliki 30 hari untuk banding sejak dijatuhinya hukuman.

Arab Saudi tidak memiliki sistem hukum yang dikodifikasikan dan tidak ada UU tentang orientasi seksual atau identitas gender.

Hakim menghukum orang karena “amoralitas”, melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, dan seks homoseksual.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Upaya Anwar Ibrahim Gulingkan Muhyiddin | Xi Jinping Bela Ambisi China di PBB

[POPULER GLOBAL] Upaya Anwar Ibrahim Gulingkan Muhyiddin | Xi Jinping Bela Ambisi China di PBB

Global
Pasukan Taliban Kembali Perangi Pasukan Afghanistan Setelah Dibebaskan

Pasukan Taliban Kembali Perangi Pasukan Afghanistan Setelah Dibebaskan

Global
Kim Jong Un Terima Sekeranjang Bunga dari Presiden Joko Widodo

Kim Jong Un Terima Sekeranjang Bunga dari Presiden Joko Widodo

Global
Dikira Makanan Bayi, Nenek Suapi Cucunya Cairan Hand Sanitizer

Dikira Makanan Bayi, Nenek Suapi Cucunya Cairan Hand Sanitizer

Global
Gadis Penggemar K-Pop Ini Dapat Kejutan Poster Kim Jong Un di Pesta Ulang Tahun

Gadis Penggemar K-Pop Ini Dapat Kejutan Poster Kim Jong Un di Pesta Ulang Tahun

Global
Untuk Pertama Kalinya Presiden Duterte Kritik China di Sidang Umum PBB

Untuk Pertama Kalinya Presiden Duterte Kritik China di Sidang Umum PBB

Global
China Dituduh Pengaruhi Barbados agar Copot Ratu Inggris sebagai Kepala Negara

China Dituduh Pengaruhi Barbados agar Copot Ratu Inggris sebagai Kepala Negara

Global
Perempuan Berdaya: 'Diet Jepang 1975', Rahasia Panjang Umur Wanita Jepang

Perempuan Berdaya: "Diet Jepang 1975", Rahasia Panjang Umur Wanita Jepang

Global
Presiden Korea Selatan Ingin Akhiri Perang dengan Korea Utara

Presiden Korea Selatan Ingin Akhiri Perang dengan Korea Utara

Global
Tanggapi Anwar Ibrahim, Muhyiddin: Saya Masih PM Malaysia yang Sah

Tanggapi Anwar Ibrahim, Muhyiddin: Saya Masih PM Malaysia yang Sah

Global
'Roller Coaster' Politik Anwar Ibrahim: Bangkit, Jatuh, dan Bangkit Lagi

"Roller Coaster" Politik Anwar Ibrahim: Bangkit, Jatuh, dan Bangkit Lagi

Global
Ratusan Paus Pilot Mati Masal di Perairan Selatan Australia

Ratusan Paus Pilot Mati Masal di Perairan Selatan Australia

Global
Vietnam Dianggap Berhasil Tangani Gelombang Kedua Covid-19, Apa yang Bisa Dipelajari?

Vietnam Dianggap Berhasil Tangani Gelombang Kedua Covid-19, Apa yang Bisa Dipelajari?

Global
Putin Sindir Sanksi AS dan Uni Eropa: Pembebasan Sanksi Akan Jadi Penolong Perekonomian

Putin Sindir Sanksi AS dan Uni Eropa: Pembebasan Sanksi Akan Jadi Penolong Perekonomian

Global
Trump Mengecam China saat PBB Memperingatkan 'Perang Dingin'

Trump Mengecam China saat PBB Memperingatkan "Perang Dingin"

Global
komentar
Close Ads X