Divonis 12 Tahun Penjara, Najib Razak: Saya Tidak Puas

Kompas.com - 29/07/2020, 12:16 WIB
Eks PM Malaysia Najib Razak saat berbicara dalam konferensi pers di luar Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (28/7/2020). REUTERS/LIM HUEY TENGEks PM Malaysia Najib Razak saat berbicara dalam konferensi pers di luar Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (28/7/2020).

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, menyatakan tidak puas setelah divonis 12 tahun penjara dalam skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Dalam putusan di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur Selasa (28/9/2020), Najib menjadi mantan PM Malaysia pertama dalam sejarah yang mendapat hukuman penjara.

Hakim Agung Mohamad Nazlan Mohamad Ghazali menilai, Najib Razak dianggap bersalah atas tujuh dakwaan terkait skandal korupsi 1MDB.

Baca juga: Eks PM Malaysia Najib Razak Dijatuhi 12 Tahun Penjara atas Skandal 1MDB

Meski begitu, Hakim Nazlan masih menangguhkan eksekusi 12 tahun penjara Najib karena mempersilakan sang mantan PM Malaysia mengajukan banding.

"Jelas, saya tidak puas dengan putusannya," ujar Najib saat ditemui awak media ketika meninggalkan gedung Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur.

Meski begitu, politisi yang pernah berkuasa pada 2009 sampai 2018 itu menuturkan, pengadilan tinggi merupakan tahap pertama dalam peradilan Negeri "Jiran".

"Keputusan juga hanya dibuat oleh satu hakim. Kami mempunyai keuntungan untuk mengajukan banding," jelas Najib yang berjanji akan terus berupaya membersihkan namanya.

Najib terbukti bertanggung jawab atas penggelapan dana 42 juta ringgit (Rp 144,3 miliar) dari SRC International, unit usaha 1MDB, ke rekening pribadinya.

"Saya menemukan jaksa berhasil membuktikan kasusnya. Karena itu, terdakwa terbukti bersalah atas tujuh dakwaan," jelas Hakim Nazlan.

Baca juga: Panjang dan Berliku, Kronologi Sidang Korupsi Najib Razak di Skandal 1MDB

Hakim Nazlan kemudian memerintahkan Najib membayar denda 210 juta ringgit (Rp 721,7 miliar), dengan rinciannya 12 tahun untuk dakwaan penyalahgunaan kekuasaam.

Kemudian 10 tahun masing-masing untuk tiga dakwaan pelanggaran kepercayaan, dan 10 untuk pencucian uang yang berjumlah tiga dakwaan.

Meski begitu, Hakim Nazlan memerintahkan agar hukuman dilaksanakan secara bersamaan, yang artinya mantan PM berusia 67 tahun hanya menjalani 12 tahun.

Putusan itu berselang enam hari setelah pengadilan tinggi menginstruksikan Najib membayar 1,69 miliar ringgit (Ep 5,8 triliun) ke pemerintah.

Jumlah tersebut merupakan pajak yang dianggap sudah dikemplang oleh sang mantan orang nomor satu Negeri "Jiran" beserta dendanya, dalam periode 2011 sampai 2017.

Diwartakan Al Jazeera, Lim Wei Jiet, pengacara konstitusional Malaysia, menerangkan putusan yang dikeluarkan Hakim Nazlan "sangat bersejarah".

Baca juga: Peran Mahathir Mohamad atas Terbukanya Kasus 1MDB yang Menjerat Najib Razak

Sebab, ini adalah pertama kalinya sepanjang sejarah Negeri "Jiran", ada mantan perdana menteri yang bisa diputus bersalah atas sebuah kasus.

Lim menjelaskan, drama ini belum akan berakhir karena masih akan ada banding yang bisa diajukan. Namun, setidaknya ini adalah momen positif.

"Dua tahun sebelumnya, negara berusaha membungkam siapa pun soal 1MDB. Kini, terdapat upaya pemulihan dengan menghukum mereka yang berkuasa sekali pun," paparnya.

Kementerian Kehakiman AS sebelumnya menduga 4,5 miliar dollar (Rp 65,7 triliun) dana pemerintah tersedot dari 1MDB selama pemerintahan Najib.

Skandal 1MDB tersebut berujung pada protes keras publik Malaysia, dan membuat Najib Razak serta koalisi Barisan Nasional yang dipimpinnya kolaps dalam pemilihan 2018.

Baca juga: Mantan PM Malaysia Najib Razak Diputus Bersalah atas 7 Dakwaan di Skandal 1MDB


Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tidak Mampu Bobol ATM, Kawanan Pencuri Gondol Mesinnya Sekalian

Tidak Mampu Bobol ATM, Kawanan Pencuri Gondol Mesinnya Sekalian

Global
Ada Kabar Trump Bakal Jadi Presiden Lagi, Gedung Capitol Dijaga Ribuan Tentara

Ada Kabar Trump Bakal Jadi Presiden Lagi, Gedung Capitol Dijaga Ribuan Tentara

Global
Junta Myanmar Tembaki Massa Anti-kudeta dengan Peluru Tajam dan Gas Air Mata

Junta Myanmar Tembaki Massa Anti-kudeta dengan Peluru Tajam dan Gas Air Mata

Global
Kisah Perang: Tiga Kudeta Myanmar dan Berakhirnya Burma

Kisah Perang: Tiga Kudeta Myanmar dan Berakhirnya Burma

Global
Pesan iPhone 12 Pro Max, Wanita Ini Malah Dapat Minuman Yogurt Rasa Apel

Pesan iPhone 12 Pro Max, Wanita Ini Malah Dapat Minuman Yogurt Rasa Apel

Global
Karena Covid-19, Atlet Panahan India Ini Jual Gorengan untuk Hidup

Karena Covid-19, Atlet Panahan India Ini Jual Gorengan untuk Hidup

Global
Trump dan Melania Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 sebelum Lengser

Trump dan Melania Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 sebelum Lengser

Global
ASEAN Upayakan Dialog Junta Militer dan Aung San Suu Kyi, Massa Sambut dengan Kritikan

ASEAN Upayakan Dialog Junta Militer dan Aung San Suu Kyi, Massa Sambut dengan Kritikan

Global
Telan Baterai hingga Tenggorokannya Berlubang dan Lalui Banyak Operasi, Balita Ini Tak Tetolong

Telan Baterai hingga Tenggorokannya Berlubang dan Lalui Banyak Operasi, Balita Ini Tak Tetolong

Global
Tak Takut Kematian, Paus Fransiskus Ingin Meninggal di Roma

Tak Takut Kematian, Paus Fransiskus Ingin Meninggal di Roma

Global
Cerita Kurir Selamatkan Balita Jatuh dari Lantai 12: Saya Kepikiran Anak Saya

Cerita Kurir Selamatkan Balita Jatuh dari Lantai 12: Saya Kepikiran Anak Saya

Global
Wanita Ini Temukan Muntahan Paus Saat Jalan di Pantai, Berpotensi Kaya Mendadak

Wanita Ini Temukan Muntahan Paus Saat Jalan di Pantai, Berpotensi Kaya Mendadak

Global
Perancis Beri Izin Vaksin AstraZeneca untuk Usia di Atas 65 Tahun

Perancis Beri Izin Vaksin AstraZeneca untuk Usia di Atas 65 Tahun

Global
AS Bungkam soal Hukuman Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

AS Bungkam soal Hukuman Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

Global
Jadi Ayah 35 Anak, Pria Ini Mengaku Permintaan Donasi Sperma Meningkat Selama Covid-19

Jadi Ayah 35 Anak, Pria Ini Mengaku Permintaan Donasi Sperma Meningkat Selama Covid-19

Global
komentar
Close Ads X