Bank Sperma di China Kekurangan 'Donasi' akibat Wabah Virus Corona

Kompas.com - 29/07/2020, 06:21 WIB
Inseminasi buatan, sperma dipertemukan dengan sel telur. THINKSTOCKS/FRENTUSHAInseminasi buatan, sperma dipertemukan dengan sel telur.

BEIJING, KOMPAS.com - Sebuah bank sperma di bagian barat daya China mendesak warga berjenis kelamin laki-laki di negara itu untuk 'mendonasikan' sperma mereka setelah kekurangan besar yang terjadi akibat wabah virus corona.

Melansir Daily Mail, Jumat lalu (24/7/2020) wabah Covid-19 telah membuat salah satu bank sperma di bagian barat daya China mengalami kekurangan persediaan akan sperma. 

Bank sperma itu berada di sebuah klinik kesuburan di Provinsi Yunan. Mereka mengaku sangat berjuang untuk mendapatkan donasi sperma untuk menolong banyak pasangan yang ingin mendapatkan keturunan.

Banyak relawan yang biasanya mendonasikan sperma kini berkurang drastis akibat wabah.

Baca juga: Peneliti Temukan Sperma Pasien Covid-19 Mengandung Virus Corona

Selain jumlah relawan yang menyusut, menurut dokter di klinik tersebut, permasalahan terbesar lainnya adalah hanya sekitar 20 persen dari sperma yang didonasikan, yang sesuai dengan kualifikasi.

Donasi sperma digunakan untuk membantu orang-orang membangun keluarga baru ketika mereka tidak bisa memiliki anak kandung.

Misalnya terjadi pada beberapa kasus seperti, jika seorang pria dinyatakan mandul, jika kedua orangtua adalah pasangan sejenis (wanita) atau jika ada seorang wanita yang ingin memiliki anak tanpa menikah.

Baca juga: Ciri-ciri Sperma Sehat yang Mampu Membuahi Sel Telur

Fasilitas kesehatan itu mengatakan bahwa mereka hanya bisa membantu 30 pasang orangtua dengan jumlah sperma yang mereka miliki.

Sejauh ini hanya 170 orang yang mendaftar sebagai relawan, hampir 60 persen lebih sedikit dari tahun lalu sekitar 400 relawan.

Dr Li Wenfu mengatakan sebagaimana dikutip Daily Mail, "( Sperma) dari golongan darah O dan A mengalami kekurangan serius. Kami mendesak para pria yang tinggal di lingkungan sekitar untuk berpartisipasi aktif dan memberikan donasi."

Pria yang boleh mendonasikan spermanya harus berusia antara 22 sampai 45 dan memenuhi syarat sebagai relawan. 

Baca juga: Berapa Lama Sperma Mampu Bertahan di Dalam Rahim?

Ada pun pria yang menderita rambut rontok dan memiliki rabun dekat tidak diperkenankan mendonasikan spermanya.

Sekalinya seorang relawan terpilih menjadi donor yang memenuhi syarat, maka relawan tersebut perlu menahan diri dari aktivitas kegiatan seksual selama 3 sampai 7 hari sebelum memberikan kontribusinya.

Seluruh proses donasi akan memakan waktu sekitar 8 bulan, berdasarkan keterangan Dr Li. Relawan juga akan diberi uang tunai hingga 5.000 yuan sekitar Rp 10 juta setelah selesai melewati semua rangkaian proses donasi.

Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X