Dua Kali Terlihat Memakai Masker, Trump Harap Vaksin Corona Siap Akhir Tahun Ini

Kompas.com - 28/07/2020, 14:23 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memakai masker untuk pertama kalinya, saat mengunjungi Rumah Sakit Militer Walter Reed di Bethesda, Maryland, AS, pada 11 Juli 2020. REUTERS/TASOS KATOPODISPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memakai masker untuk pertama kalinya, saat mengunjungi Rumah Sakit Militer Walter Reed di Bethesda, Maryland, AS, pada 11 Juli 2020.

MORRISVILLE, KOMPAS.com – Sambil memakai masker, Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump membicarakan kemungkinan ketersediaan vaksin virus corona akhir tahun ini pada Senin (28/7/2020).

Itu adalah kedua kalinya Trump terlihat memakai masker di depan publik sebagaimana dilansir dari Reuters, Selasa (28/7/2020).

Trump pertama kali memakai masker saat di depan publik ketika dia mengunjungi Rumah Sakit (RS) Militer Nasional Walter Reed pada awal Juli.

Baca juga: Penasihat Keamanan Trump Positif Terinfeksi Virus Corona

Presiden ke-45 AS itu sebelumnya enggan memakai masker di depan umum, bahkan tidak meminta rakyat AS untuk memakainya.

Trump berkunjung ke pabrik Fujifilm di Morrisville, North Carolina, di mana pengembangan vaksin virus corona sedang dilakukan.

"Saya mendengar hal-hal yang sangat positif. Pada akhir tahun, kita sepertinya dalam kondisi yang sangat baik untuk melakukan hal itu," kata Trump mengomentari vaksin yang potensial.

Baca juga: Biden ke Komunitas Muslim Amerika: Bantu Saya Kalahkan Trump

Trump sepertinya ingin menunjukkan kepada para pemilih dari North Carolina bahwa dia serius menangani pandemi virus corona.

“Saya percaya seluruh rakyat AS telah melakukan hal yang benar. Namun kami tetap dengan keras mengimbau terutama untuk menjaga jarak, menjaga kebersihan, menghindari kerumunan di dalam ruangan, dan memakai masker jika diperlukan,” kata Trump.

Beberapa hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa dukungan warga AS terhadap Trump menurun karena masyarakat menilai Trump menangani pandemi virus corona dengan buruk.

Baca juga: Sebagian Besar Negara Bagian AS Patahkan Klaim Trump Soal Pasokan Peralatan Medis untuk Penanganan Covid-19

Sebuah jajak pendapat dari NBC News/Marist baru-baru ini melaporkan bakal calon presiden Joe Biden unggul atas Trump dengan 7 poin di North Carolina.

Trump memiliki pekerjaan besar agar dapat kembali memenangkan perolehan suara di North Carolina.

Pada pemilihan presiden ( pilpres) AS pada 2016, Partai Republik menang tipis atas Partai Demokrat di North Carolina.

Baca juga: Dongkrak Dukungan Pemilih, Trump Kirim Agen Federal untuk Menindak Kerusuhan

Saat ini, jumlah kasus positif Covid-19 di AS terus meningkat sejak Juni. AS kini masih menjadi negara yang paling tinggi di dunia dalam jumlah kasus positif Covid-19.

Bahkan, Gedung Putih menyatakan pada Senin bahwa Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O'Brien dinyatakan positif terjangkit virus corona. Robert O'Brien adalah pejabat paling senior di dalam lingkaran Trump.


Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gali Lubang untuk Kabur, Napi Gemuk Malah 'Nyangkut' di Tembok

Gali Lubang untuk Kabur, Napi Gemuk Malah "Nyangkut" di Tembok

Global
Media China Sebut Jet Tempur Beijing Wajib Terbang di Atas Taiwan

Media China Sebut Jet Tempur Beijing Wajib Terbang di Atas Taiwan

Global
[POPULER GLOBAL] Joe Biden Favorit Kuat Kalahkan Trump | Penumpang Wanita Disuruh Telanjang saat Diperiksa, Australia Komplain ke Qatar

[POPULER GLOBAL] Joe Biden Favorit Kuat Kalahkan Trump | Penumpang Wanita Disuruh Telanjang saat Diperiksa, Australia Komplain ke Qatar

Global
Perang Lawan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, Istri PM Armenia Ikut Latihan Militer

Perang Lawan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, Istri PM Armenia Ikut Latihan Militer

Global
Satu Bulan Perang Nagorno-Karabakah, Apa Saja yang Sudah Terjadi?

Satu Bulan Perang Nagorno-Karabakah, Apa Saja yang Sudah Terjadi?

Global
Penumpang Wanita Disuruh Telanjang saat Diperiksa, Australia Komplain ke Qatar

Penumpang Wanita Disuruh Telanjang saat Diperiksa, Australia Komplain ke Qatar

Global
Melbourne Rayakan 'Double Donuts', 2 Hari Beruntun Nol Kasus Baru Covid-19

Melbourne Rayakan "Double Donuts", 2 Hari Beruntun Nol Kasus Baru Covid-19

Global
Dapat Visa Kategori E, Ratusan Pencari Suaka Harus Tinggalkan Australia

Dapat Visa Kategori E, Ratusan Pencari Suaka Harus Tinggalkan Australia

Global
Presiden Perancis dan Kontroversi Kartun Nabi Muhammad

Presiden Perancis dan Kontroversi Kartun Nabi Muhammad

Global
AS Jual Paket Rudal ke Taiwan Seharga Rp 35 Triliun, Begini Kecanggihannya

AS Jual Paket Rudal ke Taiwan Seharga Rp 35 Triliun, Begini Kecanggihannya

Global
Demonstran Thailand Minta Jerman Selidiki Raja Maha Vajiralongkorn

Demonstran Thailand Minta Jerman Selidiki Raja Maha Vajiralongkorn

Global
Ingin Seperti Penjahat di Marvel, Pria Ini Potong Hidung dan Tambahkan Tanduk

Ingin Seperti Penjahat di Marvel, Pria Ini Potong Hidung dan Tambahkan Tanduk

Global
Pekerja Medis Rusia Perlihatkan Jenazah Korban Covid-19 Bertumpuk

Pekerja Medis Rusia Perlihatkan Jenazah Korban Covid-19 Bertumpuk

Global
Tinggal Menghitung Hari, Berikut 5 Masalah Utama dalam Pemilu AS

Tinggal Menghitung Hari, Berikut 5 Masalah Utama dalam Pemilu AS

Global
Trump Ejek Joe Biden karena Memanggilnya 'George'

Trump Ejek Joe Biden karena Memanggilnya "George"

Global
komentar
Close Ads X