Kronologi Eks PM Malaysia Najib Razak Tersandung Skandal Korupsi 1MDB

Kompas.com - 28/07/2020, 12:42 WIB
Eks PM Malaysia Najib Razak tiba di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur, Malaysia, untuk menghadiri persidangan kasus korupsi dana negara 1MDB pada Selasa (28/7/2020). REUTERS/LIM HUEY TENGEks PM Malaysia Najib Razak tiba di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur, Malaysia, untuk menghadiri persidangan kasus korupsi dana negara 1MDB pada Selasa (28/7/2020).

Ia terjerat sejumlah dakwaan, dan sidang pertamanya telah digelar April tahun lalu.

Pengacara membela Najib dengan berujar, eks PM Malaysia itu ditipu oleh Low dan dana di rekening Najib adalah sumbangan dari keluarga kerajaan Arab Saudi.

Istri Najib, Rosmah Mansor, juga didakwa melakukan pencucian uang dan penyiapan. Dia pun mengaku tak bersalah.

Baca juga: Skandal 1MDB, Malaysia Cabut Tuduhan ke Produser The Wolf of Wall Street

4. Bagaimana kasus 1MDB diselidiki?

Setidaknya ada 6 negara yang melakukan penyelidikan kasus ini, termasuk Singapura dan Swiss. Mereka menyelidiki pencucian uang, penyelewengan finansial, dan investigasi kriminal lainnya.

Departemen Kehakiman AS pada November berhasil mencapai kesepakatan untuk memperoleh kembali 1 miliar dollar AS, dari penjualan aset yang disita terkait dengan Low.

Itu adalah rekor terbesar dalam penyelidikan anti-korupsi di AS.

Malaysia juga menuduh Goldman Sachs menipu investor atas tiga penjualan obligasi senilai 6,5 miliar dollar AS (Rp 94,5 triliun), untuk pengumpulan dana yang dibantu bank AS.

Goldman mengaku tidak bersalah, dan terus membantah segala tuduhan yang diarahkan kepadanya.

Pekan ini Goldman setuju menyelesaikan perselisihan senilai 3,9 miliar dollar AS (Rp 56,7 triliun) dengan Malaysia, yang akan membatalkan semua tuntutan pidana terhadap bank.

Baca juga: Anwar Ibrahim Merasa Ditipu Mahathir Mohamad soal Suksesi PM Malaysia

5. Di mana Low sekarang?

Low yang didakwa di Malaysia dan AS atas peran kuncinya dalam kasus ini, membantah melakukan kesalahan.

Keberadaannya tidak diketahui, tapi pihak berwenang percaya dia mungkin bersembunyi di China.

Baca juga: Di-blacklist Malaysia karena Kritik Pemerintah, Pria Bangladesh Dibela Aktivis

Halaman:

Sumber Reuters,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X