WHO: Virus Corona Darurat Kesehatan Paling Parah yang Pernah Dihadapi

Kompas.com - 28/07/2020, 11:15 WIB
Sekretaris Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa pada 30 Januari 2020. Tedros mengumumkan status darurat dunia atas virus corona yang hingga saat ini, sudah membunuh 212 orang di China. AFP/FABRICE COFFRINISekretaris Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa pada 30 Januari 2020. Tedros mengumumkan status darurat dunia atas virus corona yang hingga saat ini, sudah membunuh 212 orang di China.

JENEWA, KOMPAS.com - Badan Kesehatan Dunia ( WHO) menyatakan, virus corona merupakan darurat kesehatan paling parah yang pernah mereka hadapi.

Dalam pernyataannya, Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus menuturkan mereka akan menggelar pertemuan darurat pada pekan ini.

Tedros menerangkan, pertemuan darurat WHO itu akan membahas status darurat virus corona, enam bulan sejak dideklarasikan.

Baca juga: Korban Meninggal Covid-19 di Inggris karena WHO Dibeli China

Mereka akan melakukan peninjauan kembali darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional, atau disingkat dengan PHEIC.

Deklarasi PHEIC, yang merupakan level tertinggi berdasarkan aturan kesehatan internasional, diharuskan dievaluasi tiap enam bulan.

Selain Covid-19, WHO setidaknya pernah mendeklarasikan PHEIC pada lima wabah. Yakni Ebola (dua kali) di Afrika, flu babi, Zika, dan pilo.

"Pandemi yang ada saat ini jelas merupakan yang paling parah," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dikutip AFP Senin (27/7/2020).

Pejabat asal Ethiopia itu menerangkan, ketika pihaknya mendeklarasikan kekadaan darurat pada 30 Januari, baru ada 100 kasus di luar China.

Tetapi selama sekitar enam bulan, wabah ini sudah menginfeksi 16 juta orang, dengan lebih dari 650.000 korban meninggal di seluruh dunia.

Baca juga: Pakar WHO: Jangan Berharap Vaksinasi Covid-19 Dapat Dilakukan Awal 2021

"Covid-19 sudah mengubah dunia kita. Wabah ini membuat orang, masyarakat, hingga negara terpisah-piash," jelas Tedros dikutip BBC.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Joe Biden Serukan Ancaman dari Dalam Negeri, Sebut Kemunculan Gerakan Esktremis Domestik

Joe Biden Serukan Ancaman dari Dalam Negeri, Sebut Kemunculan Gerakan Esktremis Domestik

Global
Lebih dari 150 Garda Nasional yang Berjaga di Pelantikan Joe Biden Positif Covid-19

Lebih dari 150 Garda Nasional yang Berjaga di Pelantikan Joe Biden Positif Covid-19

Global
Sah, Lloyd Austin Pria Kulit Hitam Pertama yang Jadi Menhan AS

Sah, Lloyd Austin Pria Kulit Hitam Pertama yang Jadi Menhan AS

Global
Gadis 10 Tahun Cekik Diri Sendiri Demi Konten TikTok, Akhirnya tewas

Gadis 10 Tahun Cekik Diri Sendiri Demi Konten TikTok, Akhirnya tewas

Global
[POPULER GLOBAL] Biden Bersih-bersih VOA | Pria Bekukan Jenazah Istri

[POPULER GLOBAL] Biden Bersih-bersih VOA | Pria Bekukan Jenazah Istri

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Srdja Popovic dan Ajaran “Demo” Tanpa Kekerasan

[Biografi Tokoh Dunia] Srdja Popovic dan Ajaran “Demo” Tanpa Kekerasan

Global
Varian Baru Virus Corona Asal Brasil Terdeteksi di Jerman

Varian Baru Virus Corona Asal Brasil Terdeteksi di Jerman

Global
Pertama di Dunia, Jerman Akan Larang 'Pencabikan Anak Ayam' Mulai 2022

Pertama di Dunia, Jerman Akan Larang "Pencabikan Anak Ayam" Mulai 2022

Global
Bangkai Salah Satu Paus Terbesar Ditemukan Terdampar di Italia

Bangkai Salah Satu Paus Terbesar Ditemukan Terdampar di Italia

Global
Rumah Dinas Wapres AS Direnovasi, Kamala Harris 'Mengungsi' Sementara

Rumah Dinas Wapres AS Direnovasi, Kamala Harris "Mengungsi" Sementara

Global
Demo Belarus, Seorang Pria Bakar Diri di Depan Gedung Pemerintahan

Demo Belarus, Seorang Pria Bakar Diri di Depan Gedung Pemerintahan

Global
China Akan Sumbangkan 500.000 Dosis Vaksin Covid-19 ke Pakistan

China Akan Sumbangkan 500.000 Dosis Vaksin Covid-19 ke Pakistan

Global
[Cerita Dunia] Chamoy Thipyaso Dipenjara 141.078 Tahun, Korbannya 16.000 Orang

[Cerita Dunia] Chamoy Thipyaso Dipenjara 141.078 Tahun, Korbannya 16.000 Orang

Global
Bakal Kena Royalti, Google Ancam Tarik Layanan Google Search dari Australia

Bakal Kena Royalti, Google Ancam Tarik Layanan Google Search dari Australia

Global
Video Viral Mantan Presiden AS Bill Clinton 'Tidur' Saat Pidato Biden

Video Viral Mantan Presiden AS Bill Clinton "Tidur" Saat Pidato Biden

Global
komentar
Close Ads X