Militer Israel Terlibat Pertempuran di Perbatasan Lebanon

Kompas.com - 27/07/2020, 22:42 WIB
Tentara Israel berjalan dengan tank Merkava dan kendaraan angkut personel Namer dekat kota Avivim, di utara Israel berbatasan dengan Lebanon pada 23 Juli 2020. AFP PHOTO/JALAA MAREYTentara Israel berjalan dengan tank Merkava dan kendaraan angkut personel Namer dekat kota Avivim, di utara Israel berbatasan dengan Lebanon pada 23 Juli 2020.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Militer Israel dilaporkan terlibat pertempuran di kawasan utara yang berbatasan dengan Lebanon, melawan kelompok Hezbollah.

Konflik itu pertama kali diberitakan kanal televisi setempat, N12 TV News pada Senin sore waktu setempat, dikutip Russian Today (27/7/2020).

Koresponden AFP di perbatasan mendengar suara ledakan, dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan militer tengah terlibat "pertempuran berkelanjutan".

Baca juga: Hezbollah Klaim Tembak Jatuh Drone Israel di Perbatasan Lebanon

Sumber Lebanon kepada Reuters mengungkapkan, Hezbollah memulai konflik dengan menembakkan rudal di kendaraan lapis baja IDF di Pertanian Shebaa.

IDF kemudian menyatakan bahwa terdapat upaya untuk memasuki perbatasan dari "kelompok bersenjata", dengan tak ada personel mereka yang terluka.

Warga dekat "Garis Biru", area demarkasi yang disengketakan dua negara berdasarkan penarikan pasukan Israel menyatakan, mereka menerima informasi dari IDF.

Berdasarkan informasi tersebut, mereka diinstruksikan untuk tetap berada di rumah dan menghindari area terbuka. Jalanan di area itu juga ditutup dengan alasan "insiden keamanan".

Menurut keterangan sumber, konflik itu buntut tewasnya seorang anggota Hezbollah di Suriah pekan lalu, dalam serangan udara yang digelar Tel Aviv.

Serangan di pinggiran Damaskus itu nampaknya memicu kemarahan kelompok yang berbasis di Lebanon serta Suriah, jelas sumber tersebut.

Beberapa hari kemudian, ledakan terdengar di perbatasan Israel-Suriah, dengan IDF meningkatkan keberadaan militernya di garis depan.

Meski terjadi eskalasi, wakil pemimpin Hezbollah pada MInggu (26/7/2020) menerangkan, "tensi yang ada belum mengindikasikan perang, setidaknya selama beberapa bulan ke depan".

Terakhir kali Israel dan Lebanon terlibat pertempuran terbuka adalah pada 2006, dengan 165 warga Israel tewas, dan 1.100 anggota Hezbollah terbunuh.

Sejak saat itu, serangan sporadis masih terjadi, dengan yang terakhir adalah pada September 2019, ketika Hezbollah menembakkan roket ke pangkalan Israel.

Tel Aviv kemudian membalasnya dengan mengerahkan serangan artileri. Tidak ada korban jiwa dalam konflik yang terjadi saat itu.

Baca juga: Israel Tuding Iran dan Hezbollah Bekerja Sama Kembangkan Rudal Kendali Laser


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Massa Pro-Kerajaan Thailand Turun ke Jalan, Bentrok dengan Mahasiswa

Massa Pro-Kerajaan Thailand Turun ke Jalan, Bentrok dengan Mahasiswa

Global
Taiwan: Impor Senjata Rp 26,4 Triliun dari AS, Bukan untuk Berlomba dengan China

Taiwan: Impor Senjata Rp 26,4 Triliun dari AS, Bukan untuk Berlomba dengan China

Global
Cara Aneh Presiden Tanzania Tangani Covid-19, Keampuhan yang Tutupi Sisi Gelap?

Cara Aneh Presiden Tanzania Tangani Covid-19, Keampuhan yang Tutupi Sisi Gelap?

Global
Warga Thailand Ultimatum PM Prayut Chan-o-cha untuk Mengundurkan Diri dalam 3 Hari Ini

Warga Thailand Ultimatum PM Prayut Chan-o-cha untuk Mengundurkan Diri dalam 3 Hari Ini

Global
7 Orang Dituntut atas Pemenggalan Guru di Perancis, Termasuk 2 Anak Sekolah

7 Orang Dituntut atas Pemenggalan Guru di Perancis, Termasuk 2 Anak Sekolah

Global
Gagal Redakan Demo, PM Thailand Cabut Dekrit Darurat

Gagal Redakan Demo, PM Thailand Cabut Dekrit Darurat

Global
Kisah Perjalanan Perempuan Yakuza Bertato menjadi Penulis dan Ibu Tunggal

Kisah Perjalanan Perempuan Yakuza Bertato menjadi Penulis dan Ibu Tunggal

Global
Tragedi Samuel Paty Dorong Diskursus Islam di Perancis

Tragedi Samuel Paty Dorong Diskursus Islam di Perancis

Global
PM Thailand Berencana Segera Cabut Dekrit Darurat di Tengah Meluasnya Kericuhan

PM Thailand Berencana Segera Cabut Dekrit Darurat di Tengah Meluasnya Kericuhan

Global
Pejabat AS Sebut Iran dan Rusia Campur Tangan Pilpres AS 2020

Pejabat AS Sebut Iran dan Rusia Campur Tangan Pilpres AS 2020

Global
Ilmuwan Temukan Jalur Lain yang Digunakan Virus Covid-19 untuk Masuki Sel Manusia

Ilmuwan Temukan Jalur Lain yang Digunakan Virus Covid-19 untuk Masuki Sel Manusia

Global
Paus Fransiskus secara Gamblang Dukung Serikat Sipil untuk LGBT

Paus Fransiskus secara Gamblang Dukung Serikat Sipil untuk LGBT

Global
Mesir Buka Restoran Wisata Pertama di Piramida Giza

Mesir Buka Restoran Wisata Pertama di Piramida Giza

Global
Usai Dicoret dari Daftar Hitam, Sudan Diharapkan Berdamai dengan Israel

Usai Dicoret dari Daftar Hitam, Sudan Diharapkan Berdamai dengan Israel

Global
Raja Belanda Minta Maaf Telah Berlibur di Tengah Aturan Lockdown Covid-19 di Negaranya

Raja Belanda Minta Maaf Telah Berlibur di Tengah Aturan Lockdown Covid-19 di Negaranya

Global
komentar
Close Ads X