Khotbah Shalat Jumat Ulama di Hagia Sophia Diserang Oposisi Sekuler Turki

Kompas.com - 27/07/2020, 20:55 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) dan Imam Ali Erbas (kiri) berdoa untuk meresmikan Masjid Pusat Cologne di Cologne, Jerman Barat, Sabtu (29/9/2018). (AFP/Patrik Stollars) Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) dan Imam Ali Erbas (kiri) berdoa untuk meresmikan Masjid Pusat Cologne di Cologne, Jerman Barat, Sabtu (29/9/2018). (AFP/Patrik Stollars)

ANKARA, KOMPAS.com - Tokoh Ulama terkemuka Turki diserang karena komentar yang dianggap menyinggung kepada pendiri Republik Modern Mustafa Kemal Ataturk selama khotbah Jumat di ikon Istanbul Hagia Sophia yang telah berubah menjadi masjid agung.

Kepala Badan Keagamaan Turki (Diyanet), Ali Erbas, memimpin shalat Jumat kemarin (24/7/2020) yang dihadiri oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dan ribuan jemaah Muslim lainnya.

Ibadah shalat itu dilakukan setelah pengadilan membatalkan dekrit 1934 yang menjadikan Hagia Sophia sebuah museum di bawah republik baru yang lahir dari warisan Kekaisaran Ottoman (Kekhalifahan Usmaniyah).

Sebelumnya, Hagia Sophia dibangun sebagai Katedral selama Kekaisaran Bizantium Kristen pada abad ke-6.

Kemudian setelah penaklukan Ottoman pada 1453, Konstantinopel berubah menjadi Istanbul dan Hagia Sophia berubah menjadi masjid.

Baca juga: Hagia Sophia Jadi Masjid, Yunani dan Turki Perang Komentar

Dan kini, Presiden Erdogan menandatangani dekrit yang memberi kendali atas bangunan itu kepada Diyanet sehingga badan keagamaan itu bisa mengoperasikan bangunan itu menjadi masjid.

Sebuah langkah yang belakangan ini santer memicu perdebatan dan kritik internasional khususnya dari Barat.

Dalam Khotbah Jumatnya, Erbas mengatakan, "Sultan Mehmet sang Penakluk menganugerahkan dan mempercayakan tempat ibadah yang luar biasa ini sebagai sesuatu yang dia banggakan kepada orang-orang yang beriman dengan syarat bahwa bangunan ini harus terus menjadi masjid sampai hari kiamat."

Dia melanjutkan, "Setiap bangunan yang diberkahi tidak dapat diganggu gugat dalam keyakinan kita dan membakar siapa pun yang menyentuhnya," dia juga mengatakan bahwa siapa pun yang melanggar ketentuan itu akan dikutuk.

"Oleh karenanya, sejak hari itu sampai saat ini, Hagia Sophia telah menjadi tempat perlindungan tak hanya negara kita namun juga umat Nabi Muhammad," imbuh Erbas merujuk pada masyarakat Muslim.

Baca juga: Disindir Yunani soal Hagia Sophia, Begini Balasan Turki

Halaman:

Sumber AFP
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belasan Korban Terbakar Hidup-hidup di Mobil dan Jalanan Akibat Kebakaran Hutan California

Belasan Korban Terbakar Hidup-hidup di Mobil dan Jalanan Akibat Kebakaran Hutan California

Global
Pertemuan Tingkat Tinggi Pertama, PM Jepang Yoshihide Suga akan Bertemu Menlu AS

Pertemuan Tingkat Tinggi Pertama, PM Jepang Yoshihide Suga akan Bertemu Menlu AS

Global
AS Blokir TikTok, WeChat, dan Huawei, Ini Daftar Balasan China

AS Blokir TikTok, WeChat, dan Huawei, Ini Daftar Balasan China

Global
Taiwan Janjikan Hubungan Lebih Erat dengan AS, China Kirim 18 Jet Tempur

Taiwan Janjikan Hubungan Lebih Erat dengan AS, China Kirim 18 Jet Tempur

Global
Cabut Gigi Pasien Sambil Main Hoverboard, Dokter Ini Dipenjara 12 Tahun

Cabut Gigi Pasien Sambil Main Hoverboard, Dokter Ini Dipenjara 12 Tahun

Global
Hakim Agung AS Ini Meninggal, Dampaknya ke Pertarungan Politik Trump dan Joe Biden

Hakim Agung AS Ini Meninggal, Dampaknya ke Pertarungan Politik Trump dan Joe Biden

Global
Tragis, Pria Ini Tewas Setelah Jatuh dari Atraksi 'Paling Tinggi Sedunia' di AS

Tragis, Pria Ini Tewas Setelah Jatuh dari Atraksi "Paling Tinggi Sedunia" di AS

Global
Asap Kebakaran California Sampai ke Kanada, Udaranya Terburuk di Dunia

Asap Kebakaran California Sampai ke Kanada, Udaranya Terburuk di Dunia

Global
Foto Viral, Wanita Ini Berhasil Renovasi Rumah Seorang Diri

Foto Viral, Wanita Ini Berhasil Renovasi Rumah Seorang Diri

Global
Gadis 19 Tahun Tewas Setelah Diperkosa 11 Orang dan Dijatuhkan dari Lantai 6

Gadis 19 Tahun Tewas Setelah Diperkosa 11 Orang dan Dijatuhkan dari Lantai 6

Global
Dituduh Mencuri, Jari Tangan Remaja di Iran Ini Bakal Dipotong

Dituduh Mencuri, Jari Tangan Remaja di Iran Ini Bakal Dipotong

Global
AS Blokir Download TikTok, China Merasa Di-bully dan Siap Balas

AS Blokir Download TikTok, China Merasa Di-bully dan Siap Balas

Global
Ini Alasan Kenapa Pesta Pernikahan Dianggap 'Ide Buruk' di Tengah Pandemi Covid-19

Ini Alasan Kenapa Pesta Pernikahan Dianggap "Ide Buruk" di Tengah Pandemi Covid-19

Global
Seorang Pria Pura-pura Kena Covid-19 agar Bisa Tinggal Bersama Selingkuhan

Seorang Pria Pura-pura Kena Covid-19 agar Bisa Tinggal Bersama Selingkuhan

Global
CIA Rilis Ujian Masuk Mereka, Tertarik Mencoba?

CIA Rilis Ujian Masuk Mereka, Tertarik Mencoba?

Global
komentar
Close Ads X