"Bayi Dilempar dan Ditembak di Udara", Cerita Napi yang Kabur dari Kamp Konsentrasi Nazi Jerman

Kompas.com - 27/07/2020, 18:11 WIB
Ribuan bangsa Yahudi tiba di kamp konsentrasi Auschwitz-Birkenau di masa Perang Dunia II. Sejarah mencatat 6 juta orang Yahudi tewas akibat praktik holocaust yang diterapkan Nazi Jerman. WikipediaRibuan bangsa Yahudi tiba di kamp konsentrasi Auschwitz-Birkenau di masa Perang Dunia II. Sejarah mencatat 6 juta orang Yahudi tewas akibat praktik holocaust yang diterapkan Nazi Jerman.

KOMPAS.com - Seorang narapidana Nazi Jerman yang selamat dari peristiwa Holocaust, Murray Scheinberg menceritakan apa yang disaksikannya selama 6 tahun berada di penjara 'neraka' Nazi dalam buku berjudul First One In, Last One Out.

Salah satu peristiwa mengerikan yang tidak pernah dia lupa adalah ketika seorang petugas Nazi membunuh bayi usia 6 bulan yang direnggut dari ibunya.

Petugas itu melempar bayi tak berdosa ke udara setelah mencibir, "Jika kamu tidak bisa berjalan, kamu maka kamu akan terbang." 

Dia kemudian mengarahkan senjata, menarik pelatuk dan menembak bayi itu. Ketika ibu dari bayi itu pingsan karena syok melihat peristiwa yang tidak manusiawi tersebut, sang ibu juga ditembak mati di kepala.

Baca juga: Buku Harian Nazi Ungkap Lokasi Harta Karun Perang Dunia II, Terkubur di Bawah Istana

Peristiwa itu, terjadi pada 1944 di kamp kematian Auschwitz. Dan itu terus menghantui Murray sampai dia meninggal pada 1996 silam.

Keponakan perempuan Murray, Marilyn Shimon yang menuliskan cerita dari sang paman dalam buku tersebut mengungkapkan keberanian sang paman yang berjuang melampaui lebih dari setengah dekade kelaparan dan penyiksaan setelah ditangkap pasukan pemimpin Nazi, Adolf Hitler.

Enam tahun 'neraka Nazi'

Murray Scheinberg adalah seorang pengusaha asal Polandia. Dia terpaksa bertahan selama hampir 6 tahun di Auschwitz, lubang neraka Nazi lainnya.

Pada 1940, dia menjadi salah satu dari 8 orang Yahudi pertama yang dikurung di Auschwitz. Belakangan, dia diketahui menjadi salah satu yang terakhir melarikan diri dari kamp konsentrasi di Dachau, dengan bantuan seorang perwira Jerman.

Selama masa penahanannya, dia dipaksa untuk menyaksikan penembakan 'Tembok Maut' secara rutin dan mengikuti permainan Nazi yang tidak waras, seperti "berjalan" dengan tulang punggung menjadi alas sementara kedua kaki diangkat ke udara.

Marilyn, keponakan Murray mengatakan sebagaimana dikutip The Sun, "Cerita paman saya ini unik, dia menjadi orang pertama yang masuk kamp konsentrasi sekaligus menjadi yang terakhir keluar (melarikan diri)."

Baca juga: Terlibat Bunuh 5.232 Yahudi di Kamp Nazi Jerman, Kakek 93 Tahun Ini Beberkan Kisahnya

Halaman:

Sumber The Sun
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X