Benarkah Harry-Meghan Tak Akur dengan William-Kate? Begini Kisahnya...

Kompas.com - 25/07/2020, 19:48 WIB
Foto tertanggal 9 Maret 2020 menunjukkan keluarga Kerajaan Inggris yakni Pangeran Charles (depan), diikuti oleh Pangeran William dan Kate Middleton, lalu Pangeran Harry dan Meghan Markle, saat beranjak pulang dari Biara Westminster, London. AP/PHIL HARRISFoto tertanggal 9 Maret 2020 menunjukkan keluarga Kerajaan Inggris yakni Pangeran Charles (depan), diikuti oleh Pangeran William dan Kate Middleton, lalu Pangeran Harry dan Meghan Markle, saat beranjak pulang dari Biara Westminster, London.

LONDON, KOMPAS.com - Pangeran Harry dan Meghan Markle dikabarkan memiliki hubungan yang tak harmonis dengan Pangeran William dan Kate Middleton.

Gonjang-ganjing kehidupan keluarga Kerajaan Inggris itu diungkap oleh sebuah buku berjudul Finding Freedom: Harry, Meghan, and the Making of a Modern Royal Family.

Buku yang akan diserialkan oleh The Times sepanjang akhir pekan itu disebut-sebut mengungkap sisi lain cerita keempatnya, dan mengungkap alasan keretakan hubungan antara Harry-Meghan dan William-Kate.

Baca juga: Kenapa Harry-Meghan Tak Akur dengan Istana Buckingham? Begini Kisahnya di Buku Finding Freedom

Kedua penulis buku tersebut, Omid Scobie dan Carolyn Durand, mengaku telah mengerjakan buku sejak 2018 dan mengklaim sudah berbicara dengan lebih dari 100 sumber yang dekat dengan pasangan Harry-Meghan.

Orangtua dari Archie Harrison Mountbatten-Windsor itu konon tak suka menjadi bangsawan.

Dalam rangkuman buku yang diunggah Vanity Fair, mereka dilaporkan "sangat kecewa" saat diberitahu bahwa setelah berpisah dari Cambridges dan meninggalkan Istana Kensington, kehidupan rumah tangga baru mereka akan berada di bawah payung Istana Buckingham.

Kemudian dalam kutipan yang diterbitkan di The Times, diklaim juga bahwa Harry merasa "diacuhkan" oleh keluarganya dan tidak dianggap serius oleh para abdi dalem istana, yang merasa dia terlalu sensitif dan blak-blakan.

Baca juga: Anaknya Difoto Pakai Drone Paparazzi, Harry dan Meghan Menggugat

Harry percaya beberapa abdi dalem istana "tidak menyukai Meghan dan tidak akan berhenti mempersulit hidupnya".

Namun di Finding Freedom, diungkap keretakan dalam Keluarga Windsor sebenarnya karena tak akurnya Harry-Meghan dan William-Kate, yang berujung pada keputusan keluarnya pasutri yang disebut pertama dari tugas-tugas kerajaan Inggris.

Keluarga Sussex dikabarkan iri dengan keluarga Cambridge, dan merasa William-Kate selalu diberikan prioritas di atas mereka.

Keretakan hubungan ini menjadi krisis terbesar kerajaan Inggris sejak wafatnya Putri Diana.

Baca juga: Pangeran Harry Diam-diam Merasa Tersiksa Tinggalkan Kerajaan Inggris

Konon, pada Maret kedua pasangan itu juga tak saling bicara di kebaktian Biara Westminster, meski belum bertemu sejak Januari.

"Ketika Harry dan Meghan sama-sama menyapa William dan Kate dengan senyuman, keluarga Cambridges menanggapi sedikit," tulis buku itu.

"Ini adalah pertama kalinya kedua pasangan itu bertemu sejak Januari."

Baca juga: Kekesalan Memuncak, Harry dan Meghan Blokir 4 Media Besar Inggris

Dikatakan, William mengangguk pada Harry tapi mengacuhkan Meghan.

"Meski Meghan coba melakukan kontak mata dengan Kate, Duchess itu nyaris tidak memedulikannya."

Dalam wawancara dengan The Times, Omid Scobie mengatakan, "Untuk sengaja menghina saudara ipar perempuan Anda... Saya merasa itu meninggalkan rasa pahit di mulut pasangan (Harry-Meghan)."

Baca juga: Pindah ke AS, Pangeran Harry dan Meghan Harus Bayar Sendiri Biaya Keamanan


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Palestina Desak PBB Bahas Perdamaian di Timur Tengah Skala Internasional

Palestina Desak PBB Bahas Perdamaian di Timur Tengah Skala Internasional

Global
Perwira Senior Angkatan Antariksa AS positif Covid-19

Perwira Senior Angkatan Antariksa AS positif Covid-19

Global
Dengan 100.000 Kasus per Hari, Begini Cara India Lakukan Tes Covid-19

Dengan 100.000 Kasus per Hari, Begini Cara India Lakukan Tes Covid-19

Global
Kontroversi Kartun Nabi Muhammad Semakin Panas, PBB Desak Seluruh Negara Saling Menghormati

Kontroversi Kartun Nabi Muhammad Semakin Panas, PBB Desak Seluruh Negara Saling Menghormati

Global
Bawa Pisau 30 cm, Pria Afghanistan Ditangkap Saat Naik Trem di Perancis

Bawa Pisau 30 cm, Pria Afghanistan Ditangkap Saat Naik Trem di Perancis

Global
Lakukan Protes, Toko di Libya Jadikan Wajah Presiden Perancis untuk Alas Lantai

Lakukan Protes, Toko di Libya Jadikan Wajah Presiden Perancis untuk Alas Lantai

Global
Sebut Macron Primitif, Mahathir Dukung Boikot Produk-produk Perancis

Sebut Macron Primitif, Mahathir Dukung Boikot Produk-produk Perancis

Global
Dilanda 2 Serangan dalam Sehari, Perancis Naikkan Status Darurat ke Level Tertinggi

Dilanda 2 Serangan dalam Sehari, Perancis Naikkan Status Darurat ke Level Tertinggi

Global
Kisah Misteri: 'Devil's Breath' dan Mitosnya yang Kelam

Kisah Misteri: 'Devil's Breath' dan Mitosnya yang Kelam

Global
Surat PM Pakistan kepada Para Pemimpin Negara Mayoritas Muslim: Lawan Islamofobia

Surat PM Pakistan kepada Para Pemimpin Negara Mayoritas Muslim: Lawan Islamofobia

Global
Kronologi Serangan Pisau di Gereja Nice Perancis, 1 Wanita Dipenggal

Kronologi Serangan Pisau di Gereja Nice Perancis, 1 Wanita Dipenggal

Global
1 Orang Dipenggal dalam Serangan di Gereja Perancis, Ini Tanggapan Rusia

1 Orang Dipenggal dalam Serangan di Gereja Perancis, Ini Tanggapan Rusia

Global
Deretan Kasus Serangan Terorisme yang Membunuh Sejumlah Warga di Perancis

Deretan Kasus Serangan Terorisme yang Membunuh Sejumlah Warga di Perancis

Global
Penjaga Konsulat Perancis di Jeddah Ditikam Seorang Warga Arab Saudi

Penjaga Konsulat Perancis di Jeddah Ditikam Seorang Warga Arab Saudi

Global
3 Korban Tewas dalam Penyerangan Pisau di Perancis, Salah Satunya Dipenggal

3 Korban Tewas dalam Penyerangan Pisau di Perancis, Salah Satunya Dipenggal

Global
komentar
Close Ads X