Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/07/2020, 18:11 WIB

NEW DELHI, KOMPAS.com - Seorang ayah di Himachal Pradesh, India, dilaporkan menjual sapi dan uangnya untuk membeli smartphone, agar anaknya bisa mengikuti kelas online.

Karena pandemi virus corona yang menghantam di seluruh dunia, pembelajaran yang semula tatap muka di rumah terpaksa dilakukan di rumah masing-masing.

Situasi itu menjadi tantangan bagi Kuldeep Kumar, seorang pemerah susu yang tidak mempunyai ponsel, apalagi kuota internet.

Baca juga: Istri Sopir Taksi Online Korban Begal Pilih Jual Sapi untuk Sambung Hidup

Agar anaknya bisa tetap mendapatkan pendidikan, dia terpaksa menjual sapi yang menjadi sumber pemasukannya seharga 294 dirham, atau Rp 1,1 juta.

Dengan uang itu, Kumar membeli smartphone untuk dua anaknya, sehingga mereka tetap bisa mengikuti kelas online di tengah wabah.

Dilansir Gulf News Jumat (24/7/2020), keluarga Kumar dilaporkan tinggal di kandang sapi yang berlokasi di desa Gummer, Distrik Kangra.

Kedua anak Kumar, Anu dan Vansh, saat ini duduk di kelas empat dan dua, di sekolah yang memang diperuntukkan keluarga dari ekonomi ke bawah.

Dia menuturkan dengan pekerjaannya sebagai penjual susu dan istri yang buruh harian, mereka tidak punya cukup uang untuk membeli ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca juga: Hadapi Kekeringan, Warga Boyolali Jual Sapi untuk Beli Air Bersih

"Saya merasa bersalah karena saya tidak bisa menyediakan alat bagi dua anak saya sehingga mereka bisa mengikuti pembelajaran daring," kata dia.

Sebelum menjual salah satu sapinya, media India melaporkan pasangan itu sempat mendatangi bank dan rentenir untuk mencari pinjaman, namun ditolak.

Halaman:
Baca tentang
Sumber Gulf News
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Provinsi Sichuan di China Kini Bolehkan Penduduk Belum Nikah Miliki Anak dan Beri Tunjangan

Provinsi Sichuan di China Kini Bolehkan Penduduk Belum Nikah Miliki Anak dan Beri Tunjangan

Global
Ledakan Bom di Masjid Peshawar Pakistan, 17 Orang Tewas dan 80 Luka-luka

Ledakan Bom di Masjid Peshawar Pakistan, 17 Orang Tewas dan 80 Luka-luka

Global
Jelang Pilpres AS 2024, Trump Cerca Gubernur Florida Ron DeSantis

Jelang Pilpres AS 2024, Trump Cerca Gubernur Florida Ron DeSantis

Global
Perwakilan India Ungkap Rusia Berperan Penting dalam Penyusunan Deklarasi Pemimpin G20 Bali

Perwakilan India Ungkap Rusia Berperan Penting dalam Penyusunan Deklarasi Pemimpin G20 Bali

Global
PM Inggris Pecat Ketua Partai Konservatif Nadhim Zahawi karena Skandal Pajak

PM Inggris Pecat Ketua Partai Konservatif Nadhim Zahawi karena Skandal Pajak

Global
Boris Johnson: Putin Pernah Ancam Akan Luncurkan Rudal ke Arah Saya

Boris Johnson: Putin Pernah Ancam Akan Luncurkan Rudal ke Arah Saya

Global
Israel Kembali Hancurkan Rumah Warga Palestina di Yerusalem

Israel Kembali Hancurkan Rumah Warga Palestina di Yerusalem

Global
NATO Minta Korea Selatan Berbuat Lebih Banyak untuk Ukraina

NATO Minta Korea Selatan Berbuat Lebih Banyak untuk Ukraina

Global
Firaun Tutankhamun Punya Saingan, Ditemukan Mumi dengan Lidah dan Hati Emas

Firaun Tutankhamun Punya Saingan, Ditemukan Mumi dengan Lidah dan Hati Emas

Global
Israel Segel Rumah Keluarga Pelaku Penembakan di Sinagoge Yerusalem

Israel Segel Rumah Keluarga Pelaku Penembakan di Sinagoge Yerusalem

Global
Kapsul Radioaktif Hilang di Australia Barat, Perusahaan Minta Maaf

Kapsul Radioaktif Hilang di Australia Barat, Perusahaan Minta Maaf

Global
Politikus AS: Kemungkinan Washington Perang Lawan China Sangat Tinggi

Politikus AS: Kemungkinan Washington Perang Lawan China Sangat Tinggi

Global
Israel Kemungkinan Dalang Serangan Drone di Pabrik Peralatan Militer Iran

Israel Kemungkinan Dalang Serangan Drone di Pabrik Peralatan Militer Iran

Global
Meski Jerman Janjikan Ukraina Tank Leopard, Putin Tetap Terbuka Berbicara dengan Scholz

Meski Jerman Janjikan Ukraina Tank Leopard, Putin Tetap Terbuka Berbicara dengan Scholz

Global
Erdogan Akan Izinkan Finlandia Masuk NATO, tapi Swedia Tidak

Erdogan Akan Izinkan Finlandia Masuk NATO, tapi Swedia Tidak

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+